Kamis, 25 Desember 2008

Jimly: Putusan MK Penuhi Kedaulatan Rakyat


24/12/2008

Jimly: Putusan MK Penuhi Kedaulatan Rakyat

INILAH.COM, Jakarta – Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie meminta semua pihak menghormati keputusan MK yang menetapkan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak. Karena putusan tersebut merupakan cermin kedaulatan rakyat.

“Tinggal lihat positifnya bahwa kedaulatan rakyat dipulihkan secara penuh,” ujar Jimly usai konfrensi pers pembentukan Dewan Kehormatan (DK) KPU, di KPU, Jakarta, Rabu (24/12).

Menurut Jimly yang sekarang menjabat sebagai Ketua DK KPU, semua pihak harus menghormati keputusan MK tersebut. Sedangkan bagi KPU dan parpol harus menjalankan putusan tersebut.

“Tinggal dilaksanakan saja keputusan MK itu. Ini harus dihargai,” ujar Jimly.

Meski begitu, lanjut Jimly, dirinya tidak menampik bahwa putusan MK tersebut tidak dapat diterima sebagian pihak. Sebab dalam pembuatan UU memang tidak mudah. Belum lagi melakukan pembatalan terhadap pasal dalam UU.

“Waktu membuat UU ada konsepsi yang dibangun. Nah waktu membatalkan tergantung yang mengajukan. Ya kalau yang mengajukan Cuma satu pasal ya satu pasal saja yang diuji. Tapi kalau dua pasal, kadang-kadang berkaitan dengan dua pasal lainnya. Itu saja kesulitannya,” pungkasnya.[win/jib]

Sumber : inilah.com

Rabu, 24 Desember 2008

BIODATA CAPRES RI 2009 DARI PMB


BIODATA DIN SYAMSUDIN

Nama
Prof. DR. M. Din Syamsuddin, MA
Lahir :
Sumbawa Besar, 31 Agustus 1958
Agama :
Islam

Keluarga:
1. Fira Beranata, Istri, (Ibu Rumah Tangga, Wiraswasta)
2. Farazahdi Fidiansyah(L/ 19th), anak, Mahasiswa Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya
3. Mihra Dildari (L/17th), anak, Siswa Kelas 3 SMU labschool, Jakarta
4. Fiardhi Farzanggi (L/15th), anak, siswa kelas 1 SMU International Islamic Boarding School, Cikarang

Pendidikan :
1. MI-NU Sumbawa Besar (1968)
2. Mts-NU Sumbawa Besar (1972)
3. Pondok Modern Gontor Jawa Timur (1975)
4. IAIN Jakarta, Sarjana Muda, Fakultas Ushuluddin (BA, 1980)
5. IAIN Jakarta, Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama (Drs, 1980)
6. University of California Los Angeles (UCLA), USA, Interdepartmental Programme in Islamic Studies (MA, 1988)
7. University of California Los Angeles (UCLA), USA, Interdepartmental Programme in Islamic Studies (Ph.D, 1991)

Pekerjaan:
Dosen/ Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1982 - sekarang)

Pengalaman Lembaga Akademik:
1. Dosen di berbagai Perguruan Tinggi (UMJ, UHAMKA, UI, 1982 - 2000)
2. Anggota Dewan Riset Nasional (1993 – 1998)

Pengalaman Organisasi:
1. Ketua IPNU Cabang Sumbawa (1970 - 1972)
2. Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, IAIN Jakarta (1980 - 1982)
3. Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM, 1985)
4. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (1989-1993)
5. Wakil Ketua Mejelis Pemuda Indonesia (1990 - 1993)
6. Wakil Ketua PP Muhammadiyah (2000-2005)
7. Sekretaris Dewan Penasihat ICMI Pusat (1990-1995)
8. Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI, 2000-2005)

Pengalaman dalam Partai Politik dan Birokrasi:
1. Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan DPP GOLKAR (1993-1998)
2. Wakil Sekjen DPP GOLKAR (1998-2000)
3. Wakil Sekretaris Fraksi Karya Pembangunan MPR-RI (1998)
4. Wakil Ketua Fraksi Karya Pembangunan MPR-RI (1999)
5. Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, DEPNAKER RI (1998-2000)

Jabatan Sekarang (Nasional) :
1. Ketua Umum, PP Muhammadiyah (2005-2010)
2. Wakil Ketua Umum MUI Pusat (2005-2010)
3. Wakil Ketua Dewan Penasihat ICMI Pusat (2005-2010)
4. Ketua, Indonesian Committee on Religions for Peace/ IComRP (2000 - sekarang)
5. Chairman of Center for Dialogue and Cooperation among Civilisations/ CDCC (2007 - sekarang)

Jabatan Organisasi (Internasional) :
1. Chairman, World Peace Forum/ WPF
2. President, Asian Committee on Religions for Peace/ ACRP, based in Tokyo (2004 - sekarang)
3. Honorary President, World Conference on Religions for Peace/ WCRP, based in New York (2006 - sekarang)
4. Member, World Council of World Islamic Call Society, based in Tripoli (2005 - sekarang)
5. Vice Secretary General, World Islamic People’s Leadership, based in Tripoli (2005 - sekarang)
6. Member, Strategic Alliance Russia based Islamic World (2006 - sekarang)
7. Member, UK-Indonesia Islamic advisory Group (2006 - sekarang)

KNPI Usul Pemilu Maksimal 3 Kali


24/12/2008

KNPI Usul Pemilu Maksimal 3 Kali

INILAH.COM, Jakarta - Pemilihan umum di Indonesia sangat melelahkan. Bahkan di suatu daerah bisa pemilu hingga 5-8 kali. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) meminta pemilu di Indonesia maksimal sebanyak 3 kali.

"Agar masyarakat tidak jenuh," kata Ketua Umum DPP KNPI Hasil Kongres Ancol Ahmad Doli Kurnia saat menyampaikan refleksi akhir tahun KNPI di Jakarta, Selasa (23/12).

Tiga kali pemilu tersebut adalah pemilu memilih presiden dan wakil presiden, memilih anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, serta memilih kepala daerah.

Selain itu, KNPI juga mengusulkan agar dalam upaya penyederhanaan partai pasca Pemilu 2009, hanya dilakukan melalui mekanisme electoral threshold (ET), tidak perlu memakai parliamentary threshold (PT). Hal itu karena tidak menjamin terlembagakannya suara rakyat.

"Laksanakan saja ET dengan konsisten, jangan ada 'trade off'. Jangan memberikan semacam 'wild card' bagi parpol yang memiliki kursi di DPR, secara otomatis jadi peserta pemilu berikutnya," kata Doli.

Masih terkait bidang politik, KNPI juga mendesak agar sistem distrik dalam pemilu segera diberlakukan dan diatur UU Pemilu berikutnya. [*/nng]

Sumber : inilah.com

Penjelasan Tentang Wacana " POROS TENGAH JILID II"



Penjelasan Tentang Wacana " POROS TENGAH JILID II"

Monday, 15 December 2008

Jakarta - Telah terjadi distorsi makna gagasan yang sebenarnya: yang saya maksudkan adalah perlunya KOALISI STRATEGIS (bukan Poros Tengah, tapi dapat dipakai sebagai salah satu istilah tapi dengan makna lain) diantara partai-partai Islam dan berbasis massa Islam dalam menghadapi persoalan-persoalan strategis kebangsaan (tidak hanya soal Pilpres),karena terkesan selama ini mereka berbeda satu sama lain padahal sama-sama mengaitkan diri dengan Islam. Sebagai akibatnya umat di lapis bawah bingung dan terpecah.

Hal ini tidak positif bagi citra politik Islam dan konsolidasi demokrasi Indonesia. Jadi gagasan koalisi strategis berjangka panjang sebagai pola hubungan antara partai-partai Islam dan berbasis massa Islam tanpa harus melebur eksistensi mereka. Masalah-masalah strategis tidak khusus tentang pilpres yang berjangka pendek, itu pun perlu disikapi bersama secara
strategis.

Koalisi strategis ini merupakan realisasi ukhuwah Islamiyah dan silaturrahmi dalam kehidupan politik. Itu adalah ajaran Islam dan mereka yang mendasarkan diri kepada Islam perlu mengamalkannya.

Koalisi strategis ini juga untuk memudahkan komunikasi bahkan komunikasi dengan lingkaran-lingkaran politik lain dalam rangka membangun Simpul Lingkaran Kebangsaan yang diperlukan Indonesia yang majemuk.


Koalisi Strategis ini justeru untuk memudahkan pencairan dikotomi politik nasionalis vs Islam, yang sudah tercipta sejak dulu dan masih ada dengan adanya partai-partai Islam dewasa ini. Kalau Poros Umat berhubungan dengan orang perorang, tapi Koalisi Strategis berhubungan dengan bentuk komunikasi antar partai.

Bisa dikaitkan dengan Pilpres untuk meningkatkan political leverage partai Islam, karena jalan sendiri-sendiri mereka hanya pelengkap penyerta kalau tidak penderita dari kekuatan politik lain.

Hanya partai yang tidak mau mengamalkan ajaran ukhuwah dan silaturrahim atau karena egoisme kepartaian yang akan menolak ajakan moral ini. (ds)

Sumber :http://www.m-dinsyamsuddin.com/index.php/Penjelasan_Tentang_Wacana_POROS_TENGAH_JILID_II_.html

Koalisi Strategis Parpol Islam Sebagai Poros Tengah Baru

Koalisi Strategis Parpol Islam Sebagai Poros Tengah Baru

(Jakarta,11 Desember)--Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan menghadapi Pemilu yang akan datang perlu adanya koalisi strategis parpol Islam dan parpol berbasis massa Islam. Halini dimaksudkan agar representasi politik Islam tetap berlanjut dan marwah politik Islam tetap terjaga. Menurut DS, yang juga guru besar politik Islam UIN, kekuatan politik Islam yang tersebar di banyak parpol hendaklah tidak menjadi faktor kelemahan, tapi kekuatan umat Islam pada ranah politik.



Banyaknya parpol Islam selain potensial memecah belah umat Islam, juga dapat membawa kekalahan politik. Apalagi selama ini perolehan suara parpol Islam dan parpol berbasis massa Islam pada beberapa Pemilu cenderung konstan di bawah 40%; kalau pun ada parpol yang memperoleh tambahan suara adalah karena mengambil suara saudaranya sendiri dari parpol Islam lain.

Menghadapi kenyataan itu, lanjut Din, perlu diciptakan "simpul lingkaran-lingkaran" yang membuat ikatan kuat, khususnya pada persoalan strategis seperti masalah-masalah kebangsaan dan pemilihan presiden atau wapres.

Kalau hal ini tidak dilakukan maka kekuatan politik Islam akan melemah dan parpol-parpol Islam hanya menjadi pelengkap penyerta dari arus kekuatan politik lain. Koalisi strategis ini menjadi mendesak menghadapi pilpres, karena idealnya parpol Islam dan parpol berbasis massa Islam idealnya tampil dengan calon tunggal untuk capres dan atau cawapres.

Koalisi strategis ini akan berfungsi sebagai poros tengah baru terhadap dua kekuatan yaitu incumbent dan oposisi. Poros Tengah baru ini selain akan membawa soliditas suara pemilih Muslim juga dapat menjaring dukungan pemilih lain khususnya "swing voters" (pemilih yang belum menentukan pilihanmya) yang jumlahnya ditaksir sangat besat. (ds)

sumber :http://www.m-dinsyamsuddin.com/index.php/Koalisi_Strategis_Parpol_Islam_Sebagai_Poros_Tengah_Baru.html

Bola di Tangan Parpol Islam


12/12/2008

Bola di Tangan Parpol Islam


INILAH.COM, Jakarta – Eskalasi politik menjelang Pemilu 2009 makin hangat menyusul gagasan poros tengah dari Din Syamsudin. Alasan Din jelas dan gamblang. Saat ini, bola ada di partai politik Islam. Beranikah parpol Islam melawan SBY?

Keberanian parpol Islam bisa diukur dari jejak rekam politik sepanjang era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono. Indikasinya, bisa dilihat dari sikap parpol Islam menyikapi beberapa momentum politik yang dianggap penting di parlemen.

Dari komposisi Kabinet Indonesi Bersatu (KIB) pimpinan SBY, semua unsur partai Islam terlibat di KIB. Sebut saja, Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali menjadi Menteri Negara Koperasi dan UKM, Sekjen DPP PKB Lukman Edy sebagai Menteri Negara Percepatan Daerah Tertinggal (PDT), Pengurus DPP PKB Erman Suparno menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Dari unsur PKS, ada Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan Adyaksa Dault sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. Selain itu, PBB ada MS Kaban sebagai Menteri Kehutanan. Di partai pimpinan Soetrisno Bachir, PAN pun juga ada wakil di kabinet SBY yaitu Menteri Sekertaris Negara Hatta Radjasa dan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.

Keterlibatan politisi Islam di KIB, jelas mempengaruhi ritme relasi antara parpol Islam dengan pemerintahan SBY. Setidaknya sampai muncul kontroversi hak angket BBM, parpol Islam dipastikan selalu mengamankan kebijakan pemerintah. Beberapa kali upaya hak angket dan interpelasi yang kandas di tengah jalan, tidak terlepas dari sikap politik partai Islam di parlemen.

Munculnya kejanggalan parpol Islam dalam hak angket, menurut analis politik, tidak terlepas dari situasi menjelang Pemilu 2009. Upaya menjaga jarak dengan pemerintah menjadi langkah jitu untuk mendongkrak popularitas parpol.

Kendati demikian, secara umum, sikap parpol Islam terhadap pemerintahan SBY cenderung mencari aman. Ini juga tidak terlepas dari sikap politik SBY yang tak jarang memberi angin segar bagi kalangan Islam. Sebut saja, soal UU Pornografi yang mendapat dukungan all out dari partai Islam dan ormas Islam.

Kendati begitu, menurut Din, poros tengah tidak dimaksudkan untuk mengunci figur SBY maupun Mega dalam Pilpres 2009 mendatang. “Jika mereka bersepakat misalnya mengusung SBY, itu terserah mereka (partai politik Islam, red),” katanya kepada INILAH.COM.

Namun, bagi pengamat politik Indria Samego, keberadaan poros tengah merupakan alat pemecah kebuntuan politik dengan bipolarisasasi dua kekuatan antara SBY dan Mega. “Poros tengah untuk memecah kebuntuan politik dalam rekrutmen kepemimpinan nasional. Agar tidak lu lagi-lu lagi,” tegasnya.

Sementara Ketua Fraksi PPP DPR, Lukman Hakiem Saifudin menyambut positif ajakan poros tengah oleh Ketua PP Muhammadiyah tersebut. Meski demikian, Lukman menyaratkan, poros tengah mungkin dapat terealisasi pasca pemilu legislatif. “Jadi konsolidasi konkret dapat terwujud pasca pemilu legislatif. Sangat terbuka poros tengah mencalonkan presiden/wakil presiden,” katanya, Jumat (12/12) di Jakarta.

Sementara, Ketua FPKS DPR Mahfudz Siddiq mempertanyakan pijakan poros tengah dengan membuat blok Islam dan non-Islam. Meski demikian, ia menyambut positif koalisi antar partai politik Islam. “Perlu dipertimbangkan apakah polarisasi aliran di Indonesia masih relevan atau tidak,” katanya kepada INILAH.COM, Jumat (12/12) di Jakarta.

Menurut Mahfudz, jauh lebih penting dari pembentukan koalisi partai Islam adalah pembentukan konfederasi besar partai-partai dari beragam latar belakang. “Konfederasi inilah diproyeksikan menjadi partai berkuasa dan partai oposisi,” tegasnya.

Di internal partai politik Islam memang terjadi ganjalan yang tidak sederhana dalam membentuk koalisi partai-partai Islam. Selain pertimbangan pragmatis terkait dengan incumbent, persoalan di masing-masing internal partai politik juga tidak mudah diatasi. PKS, misalnya, beberapa waktu terakhir berjuang keras untuk beranjak menjadi partai terbuka.

Meski begitu, Din menilai, politisi Islam terlalu inferior dan apologetik soal identitas kepartainnya. “Politisi Islam janganlah inferior. Bukankah mereka mengidentifikasi sebagai partai Islam,” kata Din. Berani tidak Partai Islam lawan SBY? [I4]

sumber inilah.com

Jumat, 19 Desember 2008

Din Syamsuddin "Dilamar" PMB



18/12/2008 23:39

Din Syamsuddin "Dilamar" PMB

Din Diharap Dongkrak Suara PMB

18/12/2008

Jakarta - Menjadi pemain baru dalam dunia parpol, Partai Matahari Bangsa (PMB) membutuhkan sosok yang diharapkan bisa mendongkrak perolehan suara. Itu sebabnya PMB memilih Ketua Umum Din Syamsuddin sebagai capres PMB.

"Dengan pencapresan Pak Din, diharapkan dapat mendongkrak suara PMB. Dengan deklarasi ini, kita mengharapkan suara maksimal," kata Ketua Umum PMB Imam Addaruqutni kepada INILAH.COM, Kamis (18/12).

Apalagi sosok Din, menurut Imam, dinilai memiliki integritas yang tinggi terhadap kebangsaan. Din juga tidak memiliki track record buruk.

"Pak Din pemimpin Muhammadiyah yang masih muda. Dia merupakan salah satu tokoh muda. Kita mendeklarasikan Pak Din sebagai capres meskipun perolehan suara PMB masih harus menunggu hasil pemilu legislatif," ujar Imam.

Sedangkan mengenai posisi cawapres, tambah Imam, akan dibicarakan setelah hasil pemilu legislatif. Deklarasi Din menjadi capres PMB akan digelar di Hotel Cempaka pukul 19.00 WIB. Din dipastikan Imam akan hadir. [jib/sss]

sumber : inilah.com

Din Dideklarasikan Capres PMB

18/12/2008

Jakarta - Setelah menggodok 13 nama, Partai Matahari Bangsa (PMB) akhirnya terpikat pada 1 nama, yakni Din Syamsuddin. Ketua Umum Muhammadiyah ini akan dideklarasikan sebagai capres partai bernomor urut 18 ini persis pada 18 Desember 2008.

"Kamis ini kita akan deklarasikan secara resmi pencalonan Pak Din. Kami sengaja tidak mengundang Pak Din untuk hadir. Kita ingin deklarasi ini menggambarkan murni untuk kepentingan partai, bukan kepentingan Pak Din," kata Sekjen PMB Ahmad Rofiq di Jakarta, Kamis (18/12).

Ditanya apakah Din bersedia menerima tawaran sebagai capres PMB, Rofiq hanya menyatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dan tidak ada masalah.

Alasan PMB memilih Din, jelas dia, karena kapabilitas, akseptabilitas dan perjuangan Din yang gigih untuk masyarakat. PMB menganggap untuk pemimpin 2009 mendatang diperlukan figur baru yang belum pernah sama sekali terkontaminasi dengan kekuasaan, tidak punya track record jelek, tapi yang dilakukannya selalu untuk kepentingan masyarakat secara umum.

"Pada era global ini, pemimpin sebuah negara tidak cukup bisa memiliki dan mengelola kemampuan internal, karena faktor eksternal bisa menjadi gangguan, sehingga perlu pemimpin yang kuat dan memiliki lobi ke pihak-pihak luar agar bangsa ini tidak diombang-ambing oleh pihak asing," tutur Rofiq.

Mengenai siapa tokoh yang akan mendampingi Din sebagai cawapres, Rofiq mengatakan, PMB belum memutuskannya. Namun, partai berlambang matahari dengan 12 sinar ini membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai-partai yang ada untuk menentukan siapa yang lebih pas mendampingi Din.

sumber : inilah.com

PKB Juga Incar Din Syamsuddin?

9/12/2008 01:11

PKB Juga Incar Din Syamsuddin?



INILAH.COM, Jakarta - Din Syamsuddin masih belum mau menjawab tawaran PMB yang ingin mengusungnya sebagai capres di Pilpres 2009. Di tengah keraguan Din akan perolehan suara PMB di Pemilu 2009, PKB mulai menghidupkan sinyal untuk mengincar Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

"Saya kira salah satu figur negeri ini adalah Prof Din Syamsuddin. Ia figur yang menarik," kata Ketua FPKB Effendy Choirie di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (18/12).

Walaupun PMB masih diragukan mendapat banyak dukungan suara dari masyarakat, menurut pria yang akrab disapa Gus Coy ini, lewat kehadiran Din mampu mendobrak hal itu. PMB bisa bergabung (berkoalisi) dengan parpol lain.

"Tapi figurnya Pak Din oke, tidak ada masalah, tinggal nanti bersaing dengan yang lain. Kalau Pak Din tidak jadi presiden, ya kan masih bisa jadi wakil presiden," ujarnya.

Gus Coy juga menyatakan tidak menutup kemungkinan akan adanya koalisi dengan PMB. Namun, ia tidak bersedia berkomentar lebih banyak.

"PKB kan urusan Muhaimin. Yang pasti bahwa menurut saya dia (Din) bagus-bagus saja," imbuhnya.

Sumber inilah.com

Rabu, 19 November 2008

PMB Patenkan Foto Ahmad Dahlan?

14/11/2008 16:57
PMB Patenkan Foto Ahmad Dahlan?


INILAH.COM, Jakarta - Kesal lantaran foto figur Ahmad Dahlan 'dimanfaatkan' PKS berkampanye, Partai Matahari Bangsa (PMB) menggagas akan mematenkan foto pendiri Mahummadiyah itu. Misinya sederhana: agar parpol lain tak bisa memanfaatkan seenaknya.

"Perlu dipikirkan hal itu. Kita akan komunikasikan dengan Pak Din (Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin) dan mengajak secara persuasif kepada pengurus Muhammadiyah," ujar Ketua Bappilu PMB Yusuf Wasyim usai diskusi dialektika demokrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/11).

Iklan kampanye PKS yang menampilkan KH Ahmad Dahlan, menurutnya, merupakan suatu pembohongan publik. Apalagi kader PKS dinilai lebih mengenal tokoh-tokoh di Timur Tengah daripada KH Ahmad Dahlan. Bahkan PMB sendiri tidak berani menayangkan foto tokoh pendiri Muhammadiyah itu.

"Kita tidak ingin terjebak secara simbol yang mengultuskan seseorang. Sekarang patut dipertanyakan, apakah PKS berani memasang wajah KH Ahmad Dahlan jika ia masih hidup. Tentunya harus meminta izin dahulu," kata Yusuf.

Menurut dia, telah terjadi kesalahan kode etik dalam penggunaan foto KH Ahmad Dahlan dalam iklan PKS. Padahal pihaknya pun juga harus meminta izin kepada Muhammadiyah jika ingin memasang wajah KH Ahmad Dahlan. [jib/sss]

http://www.inilah.com/berita/pemilu-2009/2008/11/14/61924/pmb-patenkan-foto-ahmad-dahlan/

Kian Mantap, Din Siap Nyapres

19/11/2008 13:31
Kian Mantap, Din Siap Nyapres

Makassar - Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin semakin lama semakin memantapkan diri untuk dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden pada Pemilu 2009.

Namun, untuk memutuskan ia menerima pencalonan itu, dirinya akan minta izin dulu ke Muhammadiyah. Sementara jika ditanya mampu atau tidak memegang tampuk kepemimpinan bangsa ini, Din Syamsuddin hanya memasrahkan diri kepada Tuhan.

Hal itu diungkapkan Din saat mendampingi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI Meutia Hatta dalam pembukaan Muktamar XI Nasyiatul Aisyiyah, di gedung Triple C, Tanjung Bunga Makassar, Rabu (19/11).

“Kalau ditanya apakah saya siap maka saya jawab siap, tapi kalau ditanya apakah saya

nantinya mampu, maka akan saya jawab Insyaallah. Jadi nanti apakah maju sebagai orang nomor satu atau nomor dua, semuanya tergantung perkembangan politik yang nantinya

baru ketahuan setelah pemilu legislatif,” kata Din kepada wartawan sesaat sebelum

meninggalkan lokasi muktamar XI organisasi putrid-putri Muhammadiyah.

Ketua umum salah ormas terbesar Indonesia itu juga menilai bahwa wajar jika ada tokoh-tokoh Muhammdiyah yang diperhitungkan oleh partai-partai politik untuk dicalonkan.

"Karena dalam sejarah perjalanan Muhammadiyah selalu mampu menyumbangkan kader-kader terbaiknya untuk bangsa ini sejak zaman sebelum dan sesudah kemerdekaan," katanya.

Namun, lanjut Din, siapapun nantinya kader Muhammadiyah yang terjaring untuk jadi

calon pemimpin nasional, harus melepaskan jabatan resmi di Muhammadiyah.

Din juga mengatakan bahwa menjadi pemimpin di Indonesia tidak harus selalu jadi presiden atau wapres, karena bisa juga dengan cara menjadi pemimpin informal di tengah masyarakat seperti menjadi ketua umum Muhammadiyah.

Menurut Din, Muhammadiyah adalah ormas besar di negeri ini yang kegiatannya mirip-mirip negara atau sama dengan mengelola sebuah negara, dan itu adalah sebuah kemuliaan.

Lalu apa yang akan dilakukan jika nanti Din Syamsuddin termasuk salah seorang yang

kelak terjaring sebagai calon pemimpinan nasional, Din mengaku akan mengupayakan bagaimana meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.[tra]

http://www.inilah.com/berita/politik/2008/11/19/62946/kian-mantap-din-siap-nyapres/

Din: PKS Tak Tunjukkan Akhlak Islam


12/11/2008 02:11
Din: PKS Tak Tunjukkan Akhlak Islam


INILAH.COM, Jakarta – Ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai PKS hanya ingin menang sendiri. Sebab, tidak memedulikan keberatan warga Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah atas pemasangan gambar KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan di iklan kampanye partai itu.

Din mengaku tidak mengambil pusing dengan iklan PKS yang menggunakan gambar pendiri Muhammadiyah. Sebab, masyarakat akan menilai sikap PKS yang tidak mengindahkan protes sejumlah ormas atas penggunaan gambar tokoh itu.

“Orang akan tahu wataknya (PKS) begitu, ingin menang sendiri,” ujarnya, usai acara syukuran konferensi agama untuk perdamaian se-Asia yang diselenggarakan Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), di Jakarta, Selasa (11/11)..

Jika PKS memiliki niat baik dengan kelompok lain, kata Din, dengan adanya pemberitaan di media mengenai protes warga, seharusnya PKS segera menghentikan penayangan iklan kampanye itu. “Tapi kalau PKSnya bandel, bersikap ngotot, ya saya hanya ketawa saja. Itu nanti khalayak yang akan mengidentifikasi,” kata Din.

Dipandang dari sudut agama Islam, lanjut Din, memakai nama atau gambar seseorang tanpa pemberitahuan, apalagi persetujuan adalah hal yang tidak dibenarkan. “Saya sayangkan PKS sering mengembar-ngemborkan membawa akhlak Islam, tapi dalam hal ini tidak sesuai dengan ahlak islam,” ujarnya. [nuz]

Din Syamsuddin: PKS Arogan!


12/11/2008 02:32
Din Syamsuddin: PKS Arogan!
Windi Widia Ningsih

INILAH.COM, Jakarta – Sikap PKS dituding arogan dan mau menang sendiri. Buktinya, kata Ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, PKS dengan sengaja mengabaikan keberatan warga Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah atas iklan politik partai Islam itu.

Din mengaku tidak mengambil pusing dengan iklan PKS yang menggunakan gambar pendiri Muhammadiyah. Sebab, masyarakat akan menilai sikap PKS yang tidak mengindahkan protes sejumlah ormas atas penggunaan gambar tokoh itu.

“Orang akan tahu wataknya (PKS) begitu, ingin menang sendiri,” ujarnya, usai acara syukuran konferensi agama untuk perdamaian se-Asia yang diselenggarakan Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), di Jakarta, Selasa (11/11)..

Jika PKS memiliki niat baik dengan kelompok lain, kata Din, dengan adanya pemberitaan di media mengenai protes warga, seharusnya PKS segera menghentikan penayangan iklan kampanye itu. “Tapi kalau PKSnya bandel, bersikap ngotot, ya saya hanya ketawa saja. Itu nanti khalayak yang akan mengidentifikasi,” kata Din.

Dipandang dari sudut agama Islam, lanjut Din, memakai nama atau gambar seseorang tanpa pemberitahuan, apalagi persetujuan adalah hal yang tidak dibenarkan. “Saya sayangkan PKS sering mengembar-ngemborkan membawa akhlak Islam, tapi dalam hal ini tidak sesuai dengan ahlak islam,” ujarnya. [nuz]

sumber : http://www.inilah.com/berita/pemilu-2009/2008/11/12/61305/din-syamsuddin-pks-arogan/

Selasa, 11 November 2008

Din Syamsudin Tunggu Sidang Tanwir Muhammadiyah


Jawa Pos. Minggu, 09 November 2008

Din Syamsudin Tunggu Sidang Tanwir Muhammadiyah

JAKARTA - Keinginan Partai Matahari Bangsa (PMB) mengajukan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin sebagai capres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 sudah bulat. Namun, partai pecahan PAN itu tetap menyerahkan keputusan akhirnya kepada Sidang Tanwir Muhammadiyah.

Sekjen PMB Ahmad Rofiq menyatakan, keputusan menunggu Tanwir Muhammadiyah itu untuk memenuhi kode etik ormas Islam terbesar kedua di Indonesia tersebut. Menurut dia, setiap kader yang ingin terjun di dunia politik sudah seharusnya berbekal keputusan dari sidang pengurus tersebut.

''Kalau sudah turun, pasti segera kami minta beliau (Din Syamsuddin, Red) deklarasi,'' ujar Rofiq di Jakarta Jumat (7/11).

Meski demikian, dia menyatakan bahwa Din tak perlu mundur sebagai ketua umum PP Muhammadiyah seandainya jadi maju sebagai capres. Sebab, tidak ada aturan organisasi yang mewajibkan seorang ketua umum mundur saat mencalonkan diri dalam sebuah jabatan politik. ''Yang ada, cukup mengajukan cuti,'' ujarnya.

Sehari sebelumnya, mantan ketua PP Muhammadiyah Amien Rais menyatakan, Din harus mundur kalau benar-benar akan maju sebagai capres. Alasannya, menurut ketua Dewan Penasihat DPP PAN itu, agar Muhammadiyah tak ikut terseret-seret dalam arus politik praktis.

Rofiq menyebutkan, aturan cuti itu sudah ditetapkan surat keputusan pimpinan Muhammadiyah. ''Jadi, tidak ada halangan sama sekali untuk maju kalau warga Muhammadiyah telah mendukung pencalonan beliau,'' paparnya. (dyn)

http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=34579

PKS Lecehkan Muhammadiyah


10/11/2008 18:09
PKS Lecehkan Muhammadiyah

Windi Widia Ningsih
INILAH.COM, Jakarta - Tayangan iklan politik PKS yang menampilkan KH Ahmad Dahlan di antara delapan tokoh nasional lainnya dinilai sebagi pelecehan terhadap Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah pun bereaksi keras.

"Ini terus terang meremehkan, melecehkan. Saya minta kepada PKS, nggak usahlah, kita tidak perlu tempuh cara-cara seperti itu," ujar Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Senin (10/11).

Apalagi iklan politik yang mengaitkan tokoh-tokoh besar tersebut, termasuk KH Ahmad Dahlan, menurut Din, hanya untuk kepentingan sesaat dan jangka pendek. Itu sebabnya Muhammadiyah menjadi tidak bangga dengan hal tersebut.

"Nggak usahlah kalau dipakai untuk kepentingan politik jangka pendek. Kalau betul-betul kawan PKS menghargai pendapat ini, ya sebaiknya iklan itu ditarik," cetus Din.

Dijelaskan dia, protes dilancarkan karena sangat banyak keberatan dari warga Muhammadiyah seluruh Indonesia. Sebab tokoh sentral Muhammadiyah dikait-kaitkan dengan politik. Apalagi tidak ada pemberitahuan dan tidak minta izin kepada Muhammadiyah.

"Ini bisa disebut menyalahi etika. Tidak etislah seperti itu. Memang kita bangga KH Ahmad Dahlan dianggap oleh semua sebagai pahlawan nasional. Keberatannya ya karena iklan itu iklan politik untuk menghadapi pemilu. Sebenarnya sudah kita protes. Sikap resminya, ini sudah resmi lewat media massa. Dengan begini warga Muhammadiyah akan antipati dengan PKS," pungkas Din.

8 Tokoh nasional yang ditampilkan PKS dalam iklan kampanyenya adalah Soekarno, M Hatta, Soeharto, Bung Tomo, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, Mohamad Natsir, dan Jenderal Sudirman. [sss]

Sumber : http://pemilu.inilah.com/berita/2008/11/10/60971/pks-lecehkan-muhammadiyah/

Senin, 10 November 2008

Din Syamsuddin Minta Iklan PKS Ditarik

Jawa Pos. Selasa, 11 November 2008

Din Syamsuddin Minta Iklan PKS Ditarik
Yang Tayangkan Ahmad Dahlan

JAKARTA - Iklan politik PKS di televisi kembali dipersoalkan. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta iklan yang menampilkan gambar pendiri organisasi Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan ditarik.

"Sudahlah, nggak usah berpura-pura. Semua orang tahu kalau iklan itu hanya untuk kepentingan politik jangka pendek Pemilu 2009 saja," ujar Din setelah menerima Menteri Ekonomi Belanda Maria van der Hoeven, di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, kemarin (10/11).

Karena itu, menurut Din, dalih para pimpinan PKS yang menyatakan iklan itu untuk mengajak kalangan muda agar tetap mengingat para pahlawan nasional yang dipampang, menjadi sangat naif. "Sebaiknya nggak usah pakai cara-cara seperti itu karena justru akan melecehkan dan meremehkan para tokoh tersebut," tandasnya.

PKS memang kembali meluncurkan iklan politik di media televisi dengan menampilkan sejumlah pahlawan nasional. Selain KH Ahmad Dahlan, ada gambar Soekarno, KH Hasyim Asy'ari, M. Natsir, Bung Tomo, bahkan Soeharto. Mereka disebut pahlawan dan guru bangsa.

Iklan politik itu sebenarnya bukan jenis yang pertama. Sebelumnya PKS meluncurkan iklan dengan jenis yang hampir sama. Bedanya, tokoh yang dipasang hanya Soekarno, KH Hasyim Asy'ari, dan KH Ahmad Dahlan.

Menurut Din, iklan dengan model seperti itu justru tidak canggih. "Sebab, risikonya bisa membuat warga Muhammadiyah jadi makin antipati terhadap partai bersangkutan," tambahnya.

Menanggapi protes itu, Sekjen DPP PKS Anis Matta tetap berkeras bahwa iklan politik mereka tidak bermasalah. Karena itu, mereka tidak akan menarik iklan tersebut dari pasaran. "Saya heran kenapa keberadaan beliau (Kiai Ahmad Dahlan, Red) selalu diprotes. PDIP saja tak pernah protes untuk penggunaan Bung Karno," keluhnya.

Dia juga bersikukuh bahwa status mereka sebagai tokoh nasional telah membuat mereka menjadi milik seluruh bangsa Indonesia. "Apa justru tidak malah mengecilkan kalau diminta izin pada salah satu kelompok tertentu," ujarnya. (dyn)

PROFIL CALEG DPR JATIM 2 / II PMB IR.H.ACHMAD ZAENAL ABIDIN



Untuk mencapai ideal, perlu perjuangan secara bersama karena kita hidup bersama dan tidak bisa maju sendiri…dengan berpartisipasi memilih suatu partai yang bisa dipercaya untuk perjuangkan hidupnya.

Dengan memilih Partai Matahari Bangsa Nomor 18 sebagai Partai IslaM BerkebangsaaN, Negaraku cepat menjadi surgaku, kampungmu cepat menjadi surgamu..

Saya, hanyalah seorang dari ratusan Alumni Institut Teknologi Bandung/ITB, aktifis Masjid Salman ITB dan Anggota ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) yang menerima kepercayaan sebagai CALEG DPR JATIM 2 / II, PASURUAN PROBOLINGGO dengan nomor urut 1, yang ingin mengajak ummat Islam baik dari warga Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama maupun warga negara Indonesia baik yang muslim maupun non muslim Nasionalis untuk bersatu memilih dan bersama Partai Matahari Bangsa untuk menjadikan Negara Indonesia cepat maju dan makmur diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk mengenali saya lebih jauh, maka saya ceritakan dulu riwayat saya :

Nama : H. Achmad Zaenal Abidin

Lahir di : Semarang, tanggal 24 Agustus 1958.

Agama : Islam

Warga Negara : Indonesia

Jenis Kelamin : Laki laki

Status : Nikah

Istri : Hj. Lenda Ariyati Bc Ak.

Anak :

1. Paramita Nurina Nisai - UNPAD, Akuntansi, Bandung

2. Arya Zaenal Risyad - ITB , Teknik Telekomunikasi, Bandung

3. Zakarizal Zaenal Havada - SMAN 77, Jakarta

Pendidikan :

1977 - 1981 : Institut Teknologi Bandung, Fakultas Teknologi Industri, Departemen Elektro Teknik, Bandung

1971 - 1975 : Madrasah Tsanawiyah Diniyah Al Mukmin, Gading Kidul, Surakarta

1974 - 1976 : SMA Negeri I, Surakarta

1971 - 1973 : SMP Negeri VIII, Surakarta

1965 - 1970 : SD Islam Al Fajar, Surakarta

Kursus/Diklat a. Kursus Marketing/Kredit,Akuntansi, Administrasi pada Bank Dagang Negara Pusat dan Cabang Gambir
b. Kursus System Design , Analis dan Pemrograman
Kontrol pada Komputer PC
c. Kursus sistem Analis dan Disain untuk Mainframe
dan CICS di PT USI Jaya / IBM
d. Kursus Singkat Dasar Kepolisian Perbankan
.
Riwayat Organisasi : a. Masjid Salman Mentoring ITB
b. Ketua Panitia OS HME ITB
c. Senator HME ITB
d. Ketua Panitia Kuliah Kerja Elektro ITB
e. Pengurus Kompartemen Sosial pada Ikatan Alumni
ITB ( IA –ITB)
f. Pengurus Kompartemen Bisnis pada Badan
Kejuruan Elektro Persatuan Insinyur Indonesia (
BKE-PII)
g Ketua Ranting Muhamadiyah Cipinang Muara
h. Dewan Pakar Partai Matahari Bangsa DKI
i. Ketua Komunitas Alumni ITB untuk Indonesia
Mandiri.

j. Anggota AKLI DPD DKI
k. Anggota ASITA DKI
l. Anggota GAPEKNAS
m. Anggota KADIN
n. Anggota ASPEKMI

Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan :
a. Tahun 1981 – 1982
Perusahaan : PT. Meta Epsi Engineering
Jabatan : Training Engineer untuk Proyek Fasilitas Pabrikasi Pesawat IPTN

b. Tahun 1982 – akhir 1982
Perusahaan : PT. Meta Epsi Engineering
Jabatan : Site Manager untuk Proyek Transmisi 70 KV Cangkring-
Jatibarang Cirebon.

c. Tahun 1982 - 1983
Perusahaan : PT. Meta Epsi Engineering
Jabatan : Director In Charge Proyek PAL Manufacturing Facility, Surabaya.

d. Tahun 1983 – akhir 1983
Perusahaan : PT. Kabel Metal Indonesia, Jakarta
Jabatan : Production Engineer.

e. Tahun 1983 akhir – Awal 1984
Bank Dagang Negara Head Office
Jabatan : Staff Training Pada Bank Dagang Negara Kantor Pusat
Kantor Cabang Gambir untuk Marketing/Credit, Akuntansi, Administrasi
luar negeri.

f. Tahun 1985
Bank Dagang Negara, Kantor Pusat , Jakarta Departemen EDP -
Jabatan : Programmer Aplikasi Transaksi luar negeri
UAK – Administrasi keuangan, akuntansi
untuk BDN KP. terkonsolidasi dengan semua cabang.

g. Tahun 1986 - pertengahan 1987
Bank Dagang Negara kantor pusat, Jakarta Departemen EDP
Jabatan : Kepala sistem Analis untuk semua aplikasi perbankan termasuk
Personalian dan Penggajian, terkonsolidasi semua cabang.

h. Tahun Pertengahan 1987 – Awal 1988
Bank Dagang Negara, Kantor Perwakilan dan cabang Hong Kong, Staco
International Finance Limited - Hong Kong
Jabatan : Kepala Sistem Implementasi KAPITI Sistem Perbankan
pada IBM S-36 untuk semua aplikasi perbankan dan transaksi konsolidasi
dengan BDN Kantor Pusat.

i. Tahun 1988 – 1991
Perusahaan : PT. IndOsOft Utama Technology and Saint d’IndOsOft,
Jakarta Centre of Software House, Hardware and System Analyst Training
Jabatan : Direktur

j. Tahun 1994 – sampai sekarang
Perusahaan : PT. Prima Beton International, Jakarta. Electrical / Mechanical
Contractor, Sole Agent/ Distributor, Telecommunication supplier and
General contractor
Jabatan : Direktur

k. Tahun 2001 – sampai sekarang
Perusahaan : PT. Digitel Auvicom Indonesia , Jakarta. Information
Technology, System Integrator, Hardware & Software System Provider
Jabatan : Komisaris

Kamis, 23 Oktober 2008

FOTO-FOTO DEKLARASI AKBAR JOGJA




Foto-foto ini merekam peristiwa Deklarasi PMB di Yogya, hari Minggu 16 Des lalu. Partai ini saya kira bermodal "nekat" dari anak-anak muda Muhammadiyah. Ketuanya mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Imam ad Daruqutni. Acara ini antara lain dihadiri oleh Akbar Tandjung dan Syafii Maarif. Sebagai partai baru, pengerahan massanya masih "susah". Ancaman bagi PAN?


Sumber :http://alfanalfian.multiply.com/photos/album/17/Deklarasi_Partai_Matahari_Bangsa#

Kamis, 16 Oktober 2008

PMB TOLAK CALEG "BUSUK"

4 Oktober 2008

Surabaya, DPW Partai Matahari Bangsa Jawa Timur (PMB Jatim) sepakat menolak politisi busuk menjadi calon legislatif (caleg) bagi partai politik (parpol) tersebut.

"Saya jamin, 99% caleg PMB itu bukan politisi `busuk`," kata Sekretaris DPW PMB Jatim Syafrudin Budiman, di Surabaya, Sabtu (4/10).

Namun, Syafrudin mengakui mungkin saja PMB dapat kebobolan 1-2 caleg yang `busuk`. Oleh karenanya, mahasiswa dan LSM sebaiknya mengkritisi daftar caleg sementara (DCS). "LSM dan mahasiswa dapat mengkritisi caleg `busuk` dari dugaan keterlibatan korupsi, melanggar HAM, perusak lingkungan, dan kriminal atau narkoba," katanya.

Menurut aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jatim itu, caleg `busuk` juga dapat diketahui dari mantan birokrat atau politisi yang mencalonkan diri lagi. "Padahal, selama mereka menjadi anggota DPR atau DPRD sudah terbukti mengeluarkan kebijakan yang tidak pro-rakyat atau jarang ngantor," katanya.

Apalagi, menurut Syafrudin, saat ini banyak parpol besar yang mengeluarkan DCS dari wajah-wajah lama yang sudah sangat dikenal masyarakat, apakah busuk atau tidak. "Kalau menduga ada politisi `busuk` dalam DCS, ya laporkan segera ke KPU atau Panwaslu agar mereka tidak sampai masuk DCT (daftar calon tetap)," katanya.

Pada akhir September lalu, Aliansi Masyarakat Anti Politisi Busuk mendeklarasikan gerakan rakyat untuk menolak politisi busuk dengan target menyadarkan masyarakat dan menggusur politisi busuk dari panggung kekuasaan. [EL, Ant]

sumber :http://gatra.com/2008-10-05/artikel.php?id=119066

Kamis, 25 September 2008

KLIPING SYAFRUDIN BUDIMAN : 100 Hari Pemerintahan Presiden Susilo, Koruptor Kakap Belum Disentuh

http://www2.kompas.com/utama/news/0501/27/081619.htm
Surabaya, Kamis, 27 Januari 2005, 08:16 WIB

Barisan Oposisi Bersatu (BOB) Jawa Timur menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga 100 hari pemerintahannya pada 28 Januari belum menyentuh koruptor kakap.

"Raport Pak Yudhoyono dalam 100 hari itu merah, karena hanya menyeret koruptor kelas teri seperti bupati dari kalangan sipil," kata koordinator BOB Jatim Safrudin Budiman di Surabaya, Kamis (27/1).

Dengan demikian, katanya, pemberantasan korupsi yang dikampanyekan Presiden Yudhoyono patut diberi skor 50, karena kasus korupsi seperti BLBI dengan kerugian negara mencapai triliunan tak disentuh. "Jadi, Pak Yudhoyono sebenarnya sudah melaksanakan upaya pemberantasan korupsi tapi belum serius, bahkan aparat penegak hukum-nya pun lemah, karena korupsi pada sejumlah yayasan militer juga dibiarkan," katanya.

Menurut aktivis Pemuda Muhammadiyah Jatim itu, skor di bidang hukum juga jelek yakni 50, karena penegakan hukum-nya kurang tegas. "Buktinya, mengusut kasus bom Marriott saja cukup cepat dan sudah ada tersangka, tapi pengusutan kasus kematian Munir SH tidak tuntas dalam 100 hari kepemimpinannya," katanya.

Di bidang ekonomi dan politik juga jelek, katanya, karena investasi asing belum mampu ditarik, tapi justru terkesan pemerintah Indonesia saat ini "dikendalikan" asing. "Investasi asing tak kunjung masuk, tapi Pak Yudhoyono justru banyak dikendalikan asing mulai dari soal KTT Tsunami, CGI, dan utang baru, padahal kalau mau mandiri sebenarnya bisa," katanya.

Oleh karena itu, katanya, bidang ekonomi dan politik layak diberi skor 55. "Skor yang agak lumayan adalah keamanan yang relatif stabil dengan nilai 70, karena bom tak ada dan kriminalitas rendah," katanya.

Kendati aman, katanya, skor Presiden Susilo di bidang demokratisasi cukup lemah dengan adanya aktivis mahasiswa ditangkap setelah membakar gambar presiden dan demonstrasi BBM dari mahasiswa tak ditanggapi. "Jadi, nilai demokratisasi pak Yudhoyono cukup dengan skor 50, karena demokrasi yang dijanjikan hanya retorika atau diplomasi. Skor di bidang pemerintah juga 50, karena koordinasi antar lembaga/menteri rendah," katanya.

Oleh karena itu, katanya, Presiden Susilo perlu memperbaiki "political will" yang masih retorika menjadi "logika materiil" di dalam realitas. "Kalau tidak, citranya akan terus menurun," katanya.(Ant/Nik)

http://www2.kompas.com/utama/news/0501/27/081619.htm

Selasa, 23 September 2008

Gelora Islam Sang Sastrawan Besar Madura, R. Musaid Werdisastro – Penulis Babad Sumenep





Gelora Islam Sang Sastrawan Besar Madura, R. Musaid Werdisastro – Penulis Babad Sumenep

Ditulis pada Maret 31, 2008 oleh Badrut Tamam Gaffas

Masjid Jamik Sumenep dan Asta tinggi adalah dua buah manikam sejarah keemasan syiar Islam di Pulau Madura yang berwujud arsitektur indah dan menawan, keduanya menjadi bagian tak terpisahkan dari tingginya peradaban Islam yang terlahirkan di tanah madura berabad-abad yang silam.

R. Musaid Seorang Pejuang Budaya

Diantara rekaman sejarah tentang Pulau Madura ternyata Babad Sumenep menjadi dokumen penting yang bisa dijadikan literatur awal untuk mempelajari madura khususnya sumenep secara lebih mendalam.

Raden Musaid adalah Sastrawan Legendaris yang berjasa menulis Babad Sumenep. Awalnya penulisan tersebut dimaksudkan sebagai upaya pelurusan sejarah terutama sejarah islam di sumenep dalam bingkai dinamika hubungan antar etnik yang berlangsung damai. Dalam Babad itu digambarkan pula tumbuh kembang sebuah komunitas masyarakat berperadaban dan berperilaku elok yang disebut Bangselok.

Sebagai Budayawan dan Pejuang secara cerdik Raden Musaid berupaya mengobarkan semangat perjuangan anti penjajahan kolonial belanda melalui simbol dan kiasan yang banyak terdapat dalam Babad yang dikarangnya, buku tersebut memang ditulis menggunakan Bahasa Madura dengan Aksara Jawa sehingga praktis pihak belanda menjadi gagap dalam menangkap maksud rahasia sang penulis, sebaliknya pemerintah hindia belanda memberikan apresiasi yang tinggi dan penghargaan kepada Raden Musaid berupa sejumlah Gulden dan sebuah Gelar “WERDISASTRO” .

Sejak itulah Raden Musaid dikenal sebagai R. Musaid Werdisastro, ketika tarikh masehi menginjak 15 Pebruari 1914 Naskah Babad Sumenep tersebut naik cetak dan diterbitkan oleh Balai Pustaka sehingga anggapan Raden Musaid sebagai sastrawan lokal menjadi terbantahkan, Babad Sumenep menjadi sebuah naskah budaya yang memperkaya khazanah budaya dan sejarah bangsa.

Semangat Beragama yang menjadi Pelita

Raden Musaid yang budayawan dan cendikiawan memiliki kedekatan dengan Kyai Haji Mas Mansur yang berdarah Sumenep, dalam berbagai biografi disebutkan bahwa KH Mas Achmad Marzuki (ayahanda Mas Mansur) terhitung masih keturunan dari bangsawan Sumenep.

Sebagai ulama muda yang kharismatik Kyai Haji Mas Mansur berhasil membawakan kehalusan dakwah yang menyentuh sehingga memberi pengaruh yang luarbiasa kepada pribadi Raden Musaid, beliau memilih jalan yang tidak biasa ditempuh oleh kebanyakan budayawan dan kaum adat yang mengambil jarak atas gerakan dakwah, semangatnya justru meluap – luap untuk mengikuti cara beragama yang diajarkan oleh mas mansur yang berusaha menempatkan agama dan budaya secara proporsional tanpa mengesampingkan adat / budaya yang bersendi syara’ dan berpilar kitabullah.

Raden Musaid menjadi penggerak pengembangan Muhammadiyah di Sumenep, beliau secara tegas menolak dikotomi NU-Muhammadiyah, menurutnya NU-Muhammadiyah atau Ormas keagamaan lainnya sama – sama bisa menjadi jembatan pergerakan berbasis keagamaan yang bisa mengantarkan ummat menggapai pencerahan spiritual. Dukungan untuk mengembangkan Muhammadiyah di Ujung timur Pulau Madura itu datang dari keluarga besarnya juga dari Kyai Haji Mas Mansur yang menjadi konsul Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya dan kemudian terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Muhammadiyah (1937 – 1943).

R. Muhammad Saleh Werdisastro, Berkarya Hingga Tutup Usia
Semangat untuk mengikuti jejak perjuangan dan pergerakan sang ayah menitis dalam jiwa Muhammad Saleh Werdisastro, salah seorang putera Raden Musaid yang pada akhirnya terkenal sebagai salah satu putera Sumenep yang mendapatkan pengakuan dari Pemerintah sebagai Pahlawan Nasional.

Muhammad Saleh Werdisastro memulai karir sebagai pendidik dan aktivis Muhammadiyah selanjutnya beliau mulai menapaki berbagai karir dengan cemerlang tanpa meninggalkan panggilan jiwanya sebagai pendidik dan aktivis pergerakan. Bakat dan jiwa perjuangannya terasah sejak memimpin kepanduan Hizbul Wathon di Madura, Karirnya sebagai prajurit bermula dengan bergabung dalam laskar hizbullah kemudian bergabung sebagai milisi PETA dan terpilih sebagai Dai Dancho (Komandan Batalyon) Dai Yang II Yogyakarta pada tahun 1943 bersama dengan beberapa tokoh lainnya seperti Soedirman (Kemudian menjadi Panglima Besar TNI), Kyai Muhammad Idris, Kyai Doeryatman, Soetaklaksana, Kasman Singodimejo, Moelyadi Djojomartono, dan lain-lain.

Setelah PETA dibubarkan maka mulailah Karirnya sebagai politisi dengan menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) daerah Yogyakarta (1945) dan dikukuhkan sebagai anggota KNIP (1946).

Karirnya sebagai pamong bersinar ketika menjabat Wakil Walikota Yogyakarta (1950), di Yogyakarta itulah beliau dipercaya sebagai anggota Tanwir Muhammadiyah Pusat dan turut pula menjadi penggagas berdirinya Universitas Gajah Mada (UGM), selanjutnya beliau menjabat Walikota Surakarta selama dua periode (”1951 – 1958″) dan kemudian menjabat Residen Kedu yang berkedudukan di Magelang (1959 – 1964) hingga pensiun dengan pangkat Gubernur dan Wafat di Yogyakarta pada tahun 1966.

Pihak militer meminta jenazah Muhammad Saleh Werdisastro dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta karena almarhum adalah seorang pejuang yang memiliki Bintang Gerilya sementara pihak Muhammadiyah menolak karena Muhammad Saleh Werdisastro begitu besar jasanya kepada Muhammadiyah sehingga untuk menghormatinya, jenazah beliau dimakamkan berdampingan dengan pendiri Muhammadiyah lainnya, Kyai Haji Achmad Dahlan di pemakaman Karangkajen Yogyakarta.

Sebagaimana ayahnya yang dekat dengan Kyai Haji Mas Mansur maka R. Muhammad Saleh Werdisastro juga merasakan tempaan dari seorang Mas Mansur yang demikian berbekas sehingga nama sang guru pergerakan itupun diabadikan sebagai nama putera pertamanya Ir. R. Muhammad Mansur Werdisastro. Dalam beberapa tajuk biografi Muhammad Saleh Werdisastro tertulis “Residen Kebanggaan Muhammadyah”, tajuk itu memang tidak salah hanya perlu sedikit dikritisi bahwa kitapun perlu menyadari bahwa beliau R. Muhammad Saleh Werdisastro dalam setiap gerak perjuangannya tidak pernah mendedikasikan diri secara khusus bagi Persyarikatan Muhammadiyah melainkan perjuangannya sebagai anak bangsa bersifat menyeluruh demi meraih kemaslahatan yang bersifat universal untuk ummat, bangsa dan negara.

Ustadz Hakam , Pijar dakwah yang berpendar
Karena minimnya tenaga dakwah di Sumenep pada sekitar tahun tiga puluhan maka Raden Musaid meminta bantuan kepada Kyai Haji Mas Mansur yang segera dijawab dengan dikirimkannya beberapa tenaga dakwah yang salah satunya adalah Abdul Kadir Muhammad (AKM), salah seorang murid sekaligus keponakan KH Mas Mansur.
Abdul Kadir dibesarkan dalam lingkungan agamis yang pluralis, sang ayah KH Mas Muhammad menitipkannya untuk dididik oleh adiknya yaitu Kyai Haji Mas Mansur sementara saudara Abdul Kadir yang lain ada yang mendapatkan didikan langsung dari Hasan Gipo, Ketua Tanfidziah NU pertama.

Keluarga Besar Sagipodin (Bani Gipo) memang memiliki akar yang kuat di kalangan Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama, Kedua Cucu Sagipodin yakni KH Mas Mansur dan KH. Hasan Basri (Hasan Gipo) merupakan dua tokoh penting dalam pertumbuhan Muhammadiyah dan NU.

Di Pulau Madura, Abdul Kadir memulai berdakwah dari lingkungan keluarga besar Raden Musaid, keberadaannya cepat bisa diterima dan akrab disapa dengan sebutan “Ustadz”, beliau juga berdakwah di lingkungan Masjid Jamik Sumenep. Demikianlah Ustadz Abdul Kadir Muhammad yang ber-etnis Jawa ternyata sangat memahami karakteristik orang madura dan terbukti fasih dalam berbahasa madura sehingga tidak mengalami kesulitan dalam berinteraksi dalam komunitas yang berbahasa dan berbudaya madura.

Untuk meneguhkan perjalanan dakwahnya di Sumenep maka Ustadz Hakam kemudian menikahi R. Fatimatuz Zahro yang tak lain adalah cucu R. Musaid dari Puterinya R.Ay Mariatul Kibtiyah.

Dalam menyikapi perbedaan corak keberagamaan Ustadz Hakam selalu menekankan pentingnya mencari persamaan serta memperkuat ukhuwah wathoniah diantara ummah. Seperti halnya R. Muhammad Saleh Werdisastro yang peduli terhadap pendidikan kaum pribumi maka beliau juga merancang Home Schooling serta membuat sebuah perpustakaan dengan koleksi buku – buku pribadinya yang terbilang sangat banyak untuk ukuran perpustakaan pribadi, selain aktif berdakwah ustadz hakam juga meniti karir dari bawah di lingkungan Departemen Agama, pada pertengahan tahun lima puluhan ditugaskan sebagai kepala Kantor Urusan Agama Maluku Tenggara, sekembalinya dari tanah Maluku cita –citanya makin menguat untuk mengembangkan pendidikan yang berbasis agama, pada periode tahun enam puluhan beliau dipercaya untuk mengembangkan Pondok Pesantren Modern Panarukan dan mulai merintis pengembangan dakwah di pulau – pulau kecil di sekitar Madura, terakhir KH Abdul Kadir Muhammad menjadi Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Modern Islam (YPPMI) Pulau Kangean dan terus berdakwah hingga akhir hayatnya.

Penulis perlu menggaris bawahi peran Raden Musaid yang sangat besar dalam membuka jalan bagi pengembangan dakwah Islam di Tanah Madura, selebihnya tulisan ini bersifat rintisan sehingga penulis menyadari banyaknya kekurangan atas rekaman – rekaman peristiwa dalam paparan diatas sehingga diharapkan bantuan dari berbagai pihak untuk dapat melengkapinya.

Akhirnya semoga kita bisa belajar dari catatan perjalanan hidup Raden Musaid yang Budayawan, Muhammad Saleh Werdisastro yang Birokrat dan Ustadz Hakam yang Ulama yang masing – masing sangatlah profesional di bidangnya. Kemudian yang terlintas adalah tanda tanya, bisakah kita turut mengambil bagian dalam meneruskan perjuangan dan pergerakan yang takkan bisa terpadamkan ??? Wallahu A’lam.
(Ditulis oleh : Badrut Tamam Gaffas untuk Sebuah Nama )

Senin, 15 September 2008

Caleg Perempuan PMB 41,2%

Monday, 15 September 2008

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan batas akhir kepada partai-partai politik untuk menyerahkan Daftar Calon Sementara (DCS) pada Selasa tanggal 16 September 2009 jam 16.00 WIB.

Sesuai data akhir DCS yang diserahkan ke KPU tanggal 14 September 2008, PMB hanya menyerahkan caleg sebanyak 325 atau 69,6% dari jumlah yang seharusnya sebanyak maksimal 672.

Ditilik dari persentase Caleg perempuan, Partai Matahari Bangsa (PMB) berhasil menempatkan caleg perempuan sebanyak 134 (41,2%), sementara caleg laki-laki sebanyak 191 (58,8).

Tentu ini merupakan capaian yang menurut kami luar biasa untuk ukuran partai baru seperti PMB, yang kebanyakan merasa kesulitan untuk memenuhi kuota caleg perempuan (30%)," kata Ketua Tim Penjaringan, Pencalonan dan Pembekalan Caleg PP PMB Ma'mun Murod Al-Barbasy di Jakarta, Minggu (14/9).

Ma'mun yang juga Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini menambahkan bahwa PMB tidak saja berusaha melampaui kuota 30% caleg perempuan, tapi juga berusaha secara serius melakukan affirmative actions terhadap posisi politik perempuan.

Ia mengatakan, meski tidak cukup ideal, PMB berhasil menempatkan caleg perempuan pada nomor urut 1 sebanyak 12 (15,6%) dan caleg laki-laki sebanyak 65 (84,4%). Sementara untuk nomor urut 2, PMB menempatkan caleg perempuan berjumlah sebanyak 26 (33,8%) dan caleg laki-laki sebanyak 51 (66,2%), dan caleg perempuan yang menempati nomor urut 3 sebanyak 47 (61%) dan caleg laki-laki sebanyak 30 (39%).

Sumber : www.inilah.com

Dien Syamsuddin Siap Jadi Capres atau Cawapres


Sabtu, 13 Sept 2008 17:02:18

Surabaya - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Dien Syamsuddin menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden maupun calon wakil presiden pada Pemilu 2009 mendatang.

"Saya kira sudah sering saya katakan kalau sekedar menjawab siap, maka saya sebagai pemimpin ormas besar seperti Muhammadiyah harus menyatakan siap, insyallah," ujar Dien kepada wartawan usai memberikan pengajian Ramadan yang diselenggarakan PW Muhammadiyah Jatim di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu.

Tetapi soal bagaimana kelanjutannya apakah tampil sebagai Capres atau Cawapres, ujar Dien, pihaknya masih menunggu perkembangan dan menunggu kesepakatan warga Muhammadiyah, karena itu dirinya masih menunggu waktu.

"Muhammadiyah akan memutuskan secara formal kalau sudah ada yang melamar secara resmi," katanya.

Sementara itu saat tanya jawab pengajian Ramadan, sejumlah peserta juga menanyakan kesiapan Dien dalam mengikuti Pilpres 2009.

Pada kesempatan tersebut Dien mengatakan kalau hasil pooling saat menunjukkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri memperoleh dukungan terbanyak dengan perolehan pada kisaran 20 persen hingga 25 persen.

"Kombinasi yang bagus itu Islam - nasionalis, nggak mungkin Islam - Islam atau nasionalis - nasionalis. Ada juga tawaran saya diduetkan dengan Pak Hasyim Muzadi (Ketua Umum PBNU). Saya selama dimasukkan sebagai representasi kelompok Islam," katanya.

Dien menegaskan pencalonan dirinya terserah kepada Muhammadiyah. "Saya terserah Muhammadiyah, kalau Muhammadiyah bilang ndak boleh ndak apa-apa. Saya terlalu meremehkan Muhammadiyah kalau dikatakan tidak siap," ujar mantan pengurus IPNU Mataram ini.

Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Prof Dr Syafiq Mughni mengatakan keputusan pencalonan Dien sebagai Capres atau Cawapres masih menunggu keputusan muktamar atau tanwir Muhammadiyah.

"Pada prinsipnya kami senang saja kalau ada warga Muhammadiyah yang mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa, namun kami akan berpartisipasi pada sidang tanwir dulu, kemudia bagaiamana keputusannya tunggu perkembangan," katanya.

Syafiq mengatakan pencalonan Dien masih banyak prosesnya dan belum tentu serius.

"Secara organisatoris PWM Jatim juga belum memutuskan karena ini masalah besar dan strategis karena itu akan diputuskan pada tanwir tahun depan di Sumatra," katanya.

Syafiq mengatakan dirinya tidak akan mempersoalkan partai manapun yang nantinya akan mencalonkan Dien. "Tidak ada masalah secara ideologis dasarnya sama yakni Pancasila, platform politik partai kurang lebih sama, jadi soal selera saja," katanya.

http://www.antarajatim.com/?ref=disp&id=4240

Kamis, 11 September 2008

13 Pengurus PAN Mengundurkan Diri

GELIAT PMB DAERAH
Ditulis oleh JAWAPOS- RADAR MADURA

SUMENEP-Sebanyak 13 pengurus DPD PAN Sumenep kemarin secara mengejutkan menyatakan mengundurkan diri. Mereka mengajukan surat pengunduran diri bersama kepada Ketua DPD PAN Sumenep Malik Effendi.

Dari 13 pengurus partai berlambang matahari yang mengundurkan diri itu, sebagian adalah pengurus harian yang juga punya posisi penting di partai. Diantaranya, Wakil Bendahara Ibno Muyassar yang juga sekretaris Barisan Muda (BM) PAN Sumenep dan Wakil Sekretaris Syafruddin Budiman.


Kemudian, 3 wakil bendahara juga mengundurkan diri, yakni Sufiyati, Nanik Latifah, dan Sugiarto. Selain itu, 4 ketua departemen, yakni Sudianto, Abu Nanto, Khairul A., dan Nur Asyiah Ika Ningsih ikut mundur. Sedangkan yang lain adalah anggota departemen, antara lain Nur Rahmah Utami, Abdurrahman, Usman, dan Yulius.


Dalam surat mereka tidak jelas alasan mereka mengundurkan diri dari kepengurusan DPD PAN. Mereka hanya menyatakan dalam surat itu bahwa tidak bisa aktif sebagai anggota PAN.


Syafruddin Budiman yang dikonfirmasi koran ini menyatakan, alasan pengunduran dirinya karena dia sudah bergabung dengan partai lain, yaitu Partai Matahari Bangsa (PMB). "Saya menjadi deklarator PMB nasional maupun Jatim. Makanya, saya mengundurkan diri dari kepengurusan secara baik-baik," ujarnya.


Dia mengaku pindah ke PMB, karena partai tersebut dinilai benar-benar menyuarakan Muhammadiyah. Menurut dia, PMB didirikan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah. Budiman yang akrab dipanggil Rudi ini mengatakan, sebagian besar anggota yang mengundurkan diri, karena mereka ingin bergabung dengan PMB. "Mungkin ini sebagai evaluasi kepada PAN," kata mantan ketua departemen di DPW PAN Jawa Timur ini.


Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Sumenep Faisal Muhlis kepada sejumlah wartawan membantah bahwa ada 13 pengurus yang mengundurkan diri. "Setelah dikroscek dengan SK kepengurusan DPD, ternyata bukan 13 orang, tapi hanya 6 orang. Itu pun hanya 1 yang pengurus harian. Lainnya di departemen," ujarnya.


Meski sejumlah pengurusnya hengkang, menurut Faisal, tidak mempengaruhi partainya. "Tidak masalah mereka keluar. Pengurus DPD PAN Sumenep jumlahnya 324 orang. Apalagi yang mundur itu semuanya jarang aktif di kegiatan partai," dalihnya.


Dengan mundurnya sejumlah pengurus itu, sambungnya, membuktikan bahwa siapa pun yang berpikir sektarian dan berpikir aliran, pasti tidak akan betah di PAN. "PAN itu bukan partai aliran. Yang jadi pengurus di PAN ada yang dari kalangan nahdliyin, Muhammadiyah, Persis, pengusaha, LSM. Pokoknya heterogen," tandasnya. (zr)

Sumber : Jawapos-Radar Madura / Selasa 30 Januari 2007

PMB Berpeluang Curi Suara

Thursday, 11 September 2008

PENGAMAT politik dari The Akbar Tandjung Institute Alfan Alfian menilai Partai Matahari Bangsa (PMB) lebih berpeluang meraih suara Muhammadiyah karena secara simbolik lebih melekat di tubuh partai itu.

Menurut dia, secara politis, PMB diuntungkan karena ideologi PAN sudah berbeda dari awal berdirinya yang mengedepankan nilai kemuhammadiyahan berganti menjadi ideologi nasionalis. Sementara fungsi partai sebagai wadah aspirasi warga Muhammadiyah kini diperankan PMB.

”PMB akan lebih berpeluang ketimbang PAN. Suara untuk PAN dari Muhammadiyah akan turun dan mengalihkan dukungannya ke PMB,” kata Alfan kemarin. Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari.Dia mengatakan, partai pimpinan Soetrisno Bachir akan menghadapi rival yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Apalagi, secara terbuka,Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin sudah menyatakan dukungan pribadinya kepada partai yang berdiri pada 8 Januari 2006 itu. Menurut Qodari, PMB mendapat keuntungan secara psikologis atas deklarasi Din yang mendukung partainya. Jadi,PAN harus melirik basis massa lain dan tidak berharap banyak pada Muhammadiyah. ”Karena dukungan Din, suara untuk PAN dari Muhammadiyah akan menurun dan akan beralih mendukung PMB. Ini menjadi ancaman serius bagi PAN,” imbuh Qodari.

Menurut Alfan Alfian, partai Islam dan nasionalis yang berpotensi melirik kantong suara Muhammadiyah adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS),Partai Golkar, dan Partai Bulan Bintang (PBB). ”Massa Muhammadiyah tersebar dari partai yang dianggap paling sekuler sampai partai Islam yang basis massanya kuat,”tandasnya.

PKS dinilai berpotensi karena tidak sedikit petinggi partai itu adalah para aktivis Muhammadiyah. Sebut saja mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid yang sekaligus menjabat sebagai Ketua MPR dan Sekjen DPP PKS Anis Matta. Keduanya adalah orang yang pernah duduk dalam kepengurusan pusat Muhammadiyah. Bahkan,Anis Matta mengklaim hingga kini masih memiliki jaringan komunikasi yang baik dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

”Ormas Islam akan sulit menyatakan dukungan secara struktural. Pemilih Muhammadiyah juga akan rasional. Jadi, partai mana yang dipilih, akan bergantung pada kinerja partai,” ungkap Anis Matta. Mantan Ketua PP Muhammadiyah yang sekarang menjadi politikus Partai Golkar, Hajriyanto Y Tohari,mengatakan, di organisasi tersebut ada pembagian tugas.

”Ada yang mengurusi Muhammadiyah seperti Pak Din dan ada yang terjun ke dunia politik seperti saya ini,”katanya. Anggota Komisi I DPR ini menyatakan, tersebarnya kader Muhammadiyah di beberapa parpol merupakan sebuah keuntungan tersendiri. Sebab, nantinya organisasi tersebut bisa memanfaatkan mereka untuk kepentingan Muhammadiyah. (rd kandi/rahmat sahid/ahmad baidowi)


http://72.14.235.104/search?q=cache:yvnqSgLQy5YJ:www.seputar-indonesia.com/edisicetak/nasional/pmb-berpeluang-curi-suara.html+PMB+JAWA+TIMUR&hl=id&ct=clnk&cd=42&gl=id

PMB Merapat ke Khofifah

13 Agustus 2008

Jakarta, Menjelang pelaksanaan putaran kedua pemilihan gubernur Jawa Timur (pilgub Jatim), dukungan terhadap pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (KaJi) terus mengalir, salah satunya dari Partai Matahari Bangsa (PMB).

Ketua Umum PMB Imam Addaruquthni, di Jakarta, Selasa (12/8), membenarkan bahwa partainya kini tengah merapat pada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub/cawagub) yang diusung Koalisi Jatim Bangkit tersebut. "Setelah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk fakta di lapangan, PMB memilih merapat ke KaJi," katanya.

Menurut Imam, realitas menunjukkan siapa pun yang akan terpilih, yang menang adalah NU, karena pada dua pasangan kandidat yang akan bertarung pada putaran dua masing-masing terdapat kader NU yakni Khofifah dan Saifullah Yusuf.

Jika PMB memilih merapat ke KaJi, kata Imam, karena Khofifah merupakan calon gubernur sedangkan Saifullah Yusuf posisinya sebagai cawagub. Sehingga, bagi PMB, lebih strategis mendukung kader NU yang menjadi cagub.

Menurut Imam, kekuatan PMB di Jatim cukup signifikan. Jatim merupakan salah satu basis kekuatan partai yang akan maju dalam pemilihan umum (pemilu) 2009. Setidaknya, kata Imam, tambahan dukungan dari PMB akan memberi warna dan darah segar bagi pasangan KaJi di putaran kedua nanti.

Selain itu, lanjut Imam, pilgub putaran kedua di Jatim juga menjadi ajang pemanasan bagi PMB untuk menghadapi pemilu 2009. Kekuatan PMB di Jatim akan dikonsolidasikan dalam pemilihan kepala daerah sekaligus dipersiapkan untuk mendulang suara dalam pemilu. "Jadi ini semacam simbiosis mutualisme," kata Imam. [EL, Ant]

http://www.gatra.com/2008-08-14/artikel.php?id=117441

KLIPING SYAFRUDIN BUDIMAN : Sembilan OKP Islam Minta Pemerintah

JAWA TIMUR
Sembilan OKP Islam Minta Pemerintah
Tidak Menyengsarakan Rakyat

Kamis, 9 Februari 2006
SURABAYA (Suara Karya): Pimpinan sembilan organisasi kepemudaan (OKP) Islam yang ada di Jawa Timur meminta pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tidak menyengsarakan rakyat dengan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) dan harga bahan bakar minyak (BBM).

Permintaan itu tertuang dalam "Seruan Muharram 1427 H" yang disampaikan pimpinan sembilan OKP Islam tersebut kepada wartawan di Gedung DPRD Propinsi Jatim, di Surabaya, Rabu.

Para pimpinan OKP Islam Jatim tersebut masing-masing Ketua Umum Badko HMI Sugiharto, Ketua Umum Koorcab PMII Achmad Nur Aminuddin, Ketua DPD IMM Syafruddin Budiman, Ketua Umum PW IRM Fasil Fuad, dan Ketua Umum PW PII, Fahmi Tibyan.

Kemudian Ketua Umum PW IPNU Sulamul Hadi Nurmawan, Ketua Umum IPPNU Dewi Winarti, Ketua Umum MASIKA ICMI Hadi Wahyudi serta Ketua Umum Pengurus Wilayah Forum Mahasiswa Syariah (Formasi) M.Asyhari Rangkuti.

Mereka menyatakan kebijakan pemerintahan akhir-akhir ini terasa menyulitkan masyarakat, termasuk umat Islam, yakni dengan adanya kebijakan kenaikan harga BBM, impor beras serta rencana menaikkan TDL.

Mereka menganggap kebijakan pemerintah itu lebih mengikuti regulasi pasar yang dikendalikan oleh neo-liberal dan kapitalisme. Mereka juga mendesak kepada pemerintahan SBY untuk mengaudit dan mengusut tuntas korupsi di PLN, Pertamina, Bulog dan BUMD-BUMD yang menjadi sarang "tikus berdasi".

Para pimpinan OKP Islam Jatim itu juga menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menolak budaya dan hal-hal berwatak kapitalistik yang dipropagandakan oleh Barat.

"Kebijakan pemerintah menaikkan TDL, BBM atau kenaikan apapun harus diimbangi dengan solusi program-program yang bisa mengentaskan masyarakat kecil, misalnya melalui program padat karya. Solusi seperti pemberian bantuan tunai langsung (BTL) harus bisa memberdayakan ekonomi masyarakat," kata Ketua Umum Badko HMI Jatim Sugiharto.

Sementara menurut Ketua IMM Jatim Syafrudin Budiman, peringatan tahun baru Islam sekarang ini merupakan sebuah momentum untuk mencerahkan bangsa dari persoalan-persoalan krisis yang berkepanjangan.

"Hijrah adalah momentum, berangkat dari situasi yang suram menjadi situasi yang cerah dan terus cerah, maka yang bisa dilakukan umat Islam adalah menegaskan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur`an, sunah Rasulullah serta kontektualisasi nilai-nilai yang ada di dalamnya," katanya.

Bertemunya sejumlah OKP Islam, dengan menyampaikan "Seruan Muharram 1427 H" tersebut sekaligus merupakan rekonsiliasi gerakan Islam untuk membangun aliansi strategis yang lebih luas. (Ant/Laurensius)

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=135093

KLIPING SYFRUDIN BUDIMAN : Panitia Tragedi Mei 1998 Unjuk Rasa ke RRI Surabaya

Sabtu, 14 Mei 2005 15:18 WIB
Panitia Tragedi Mei 1998 Unjuk Rasa ke RRI Surabaya

SURABAYA--MIOL: Para mahasiswa yang tergabung dalam panitia bersama malam peringatan tragedi Mei 1998 dan refleksi tujuh tahun reformasi, melakukan unjuk rasa ke gedung RRI Cabang Madya Surabaya di Jalan Pemuda, Sabtu, meminta agar tuntutannya diudarakan.

Para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa berasal dari Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jatim, Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) Jatim, IKOHI, FKPI, Barisan Oposisi Bersatu (BOB), Letram dan Solidaritas Nusa Bangsa.

Sebelum tiba di RRI Surabaya, mereka terlebih dahulu melakukan unjuk rasa di depan patung Gubernur Suryo di depan Gedung Negara Grahadi, kemudian melanjutkan perjalanan ke gedung DPRD Surabaya di Jalan Yos Sudarso, setelah itu menuju ke Jalan Pemuda.

Mahasiswa tidak mengalami hambatan berarti untuk menyampaikan aspirasi ke RRI Surabaya. Mereka bebas menyampaikan tuntutannya, selain itu mereka juga diberi kesempatan melakukan talk show,P> yang diwakili oleh Dandi Katjasungkana, dengan dipandu reporter RRI, Kistoro.

Menurut Kistoro, acara dialog berlangsung sekitar satu jam mulai pukul 11.45 Wib. "Mahasiswa mengeluhkan kenapa tragedi Mei 1998 yang sudah berlangsung selama tujuh tahun tidak segera tuntas padahal sudah disampaikan ke parlemen dan Komnas HAM," tuturnya.

Aktifis IMM Jatim, Syafruddin Budiman dalam tuntutannya mengatakan pihaknya meminta agar pemerintah mengusut tuntas tragedi Mei 1998 dan mengadili jendral pelanggar HAM yang terlibat peristiwa Mei, mencabut produk undang-undang yang anti demokrasi dan melanggar HAM.

Para pengunjuk rasa juga meminta agar pemerintanhan SBY melakukan percepatan untuk melakukan reformasi TNI diantaranya dengan membubarkan Kodim, Koramil, Babinsa.

Pada kesempatan yang sama, Syafruddin juga mengundang warga untuk menghadiri malam peringatan tragedi Mei 1998 dan refleksi tujuh tahun reformasi, Senin (16/5) di halaman SMU Muhammadiyah 2, Jalan Pucang Anom 91, Surabaya, pukul 18.00 WIB.

Menurut rencana acara tersebut bakal menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Prof dr Fasich Apt, aktifis HAM dari Solidaritas Nusa Bangsa, Ester Endrayani Yusuf SH, Ketua Kontras, Usman Hamid SH dan akan ditutup doa oleh Drs Kuswiyanto MSi, anggota Fraksi PAN DPRD Jatim. (Ant/OL-1)

http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=65134

KLIPING SYAFRUDIN BUDIMAN : Barisan Oposisi Jatim Kecam PKS Dukung SBY-Kalla

Surabaya, Minggu

Barisan Oposisi Bersatu (BOB) Jawa Timur mengecam keras dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK). "PKS itu seharusnya berada dalam kekuatan oposisi, karena itu banyak yang mensinyalir bahwa PKS telah disusupi militer," kata juru bicara BOB Jatim, Syafruddin Budiman, di Surabaya, Minggu (5/9).

Ia mengatakan PKS pernah menjadi oposisi dan mendukung Amien Rais dengan pertimbangan yang sangat lama, tapi PKS sekarang sudah mendukung pasangan SBY-JK sampai ke akar-akarnya hanya dalam hitungan jam. "Kami mengingatkan kepada warga Muhammadiyah untuk mempertimbangkan dukungan PAN kepada PKS selama ini, karena PKS mendukung Amien Rais dengan setengah hati," ujar Syafruddin yang juga Ketua Bidang Hikmah IMM Jatim itu.

Sikap PKS seperti itu, lanjutnya, berarti PKS tak konsisten, karena kepemimpinan sipil itulah yang seharusnya lebih didukung daripada militer. "Dalam konteks Jatim, kami mendukung sikap PAN Jatim yang menolak bergabungnya PKS ke dalam Fraksi Amanat Jatim, sehingga mereka akhirnya masuk ke Partai Demokrat, karena inkonsistensi PKS sendiri," sebutnya.

Namun, tambah Syafruddin, BOB juga mengecam koalisi yang hanya bersifat politik dagang sapi, karena koalisi seharusnya merujuk kepada terwujudnya demokrasi dan pemerintahan yang bersih. (Ant/Ima)

http://64.203.71.11/utama/news/0409/05/100954.htm

Senin, 08 September 2008

Mengaku NU, SB Cari Dukungan Gus Dur

JAKARTA - Sehari setelah capres Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra sowan kepada Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kemarin (7/9) giliran Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir melakukan langkah serupa. Salah seorang capres partai berlambang matahari itu juga berharap dukungan Gus Dur.

Soetrisno mengundang mantan presiden ke-4 itu untuk buka puasa bersama di Hotel Crown Plaza, Jakarta. ''Kalau saya maju, pasti meminta restu terlebih dulu dari Gus Dur dan Amien Rais,'' ujar Soetrisno setelah pertemuan itu kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa SB itu, kedua tokoh nasional tersebut merupakan dua senior yang sangat dihormatinya. ''Mereka itu saya anggap seperti orang tua saya semua,'' tandasnya.

Selain itu, tambah dia, dirinya dan Gus Dur memiliki kedekatan kultural yang sama. Almarhum ayahnya merupakan salah seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) pada zamannya.

Karena itu, Soetrisno merasa tidak aneh jika dirinya lantas meminta dukungan salah seorang pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut. ''Saya ini bagian dari santrinya (Gus Dur). Jadi, tidak aneh kalau beliau dukung saya. Justru kalau orang lain (yang didukung) baru aneh,'' katanya.

Dukungan yang diharapkan politikus berlatar belakang pengusaha itu tidak hanya terkait dengan kesiapannya maju sebagai capres 2009. Tapi, juga untuk peningkatan perolehan suara partainya pada pemilu mendatang.

Soetrisno mengakui, partainya juga berharap mendapatkan manfaat dari konflik di tubuh PKB saat ini. ''Bersama-sama Gus Dur, kader PKB yang masih kecewa dapat bergabung membesarkan partai ini (PAN, Red),'' lamarnya.

Soetrisno pun menyindir bahwa sosok Gus Dur yang masih punya dukungan kuat di beberapa daerah tidak cocok lagi berada di PKB. ''PKB terlalu kecil bagi beliau,'' ujarnya.

Karena itu, SB berharap, jika Gus Dur tidak lagi berada di sana, suara pendukungnya bisa beralih ke PAN. ''Kita memang sedang cari dukungan ke arah situ,'' tegasnya.

Bagaimana respons Gus Dur? Mantan ketua umum PB NU itu menanggapi dengan biasa-biasa saja. Seperti yang disampaikan kepada Yusril, Gus Dur juga akan mendukung Soetrisno setelah dirinya memastikan tak mencalonkan diri menjadi presiden.

''Tapi, dia akan benar-benar saya dukung kalau dia bisa nemu jawabannya,'' ujar Gus Dur enteng.

Sehari sebelumnya, mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra menemui Gus Dur di Kantor PB NU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat. Selain bersilaturahmi, pertemuan tersebut diakui Yusril meminta restu untuk maju menjadi calon presiden pada 2009. (dyn/mk/mk)

Kamis, 28 Agustus 2008

PMB Target Empat Kursi di Sumenep


09 Aug 2008 17:24:50

Sumenep - Pimpinan Wilayah (PW) Partai Matahari Bangsa (PMB) Jawa Timur menargetkan PMB Sumenep meraih empat kursi DPRD pada Pemilu 2009 mendatang.

Sekretaris PW PMB Jawa Timur, Syafrudin Budiman di Sumenep, Madura, Sabtu (9/8), menjelaskan, pihaknya jauh hari telah melakukan pendekatan pada sejumlah tokoh agama dan komponen masyarakat lainnya di Sumenep.

"Hasilnya cukup signifikan dan dalam pengamatan kami, dukungan warga Sumenep pada PMB dalam pemilu 2009 mendatang akan menghasilkan empat kursi di DPRD," katanya.

Ia lalu menjelaskan, dari pengamatan disertai survei yang dilakukannya, empat kursi DPRD akan dihasilkan dari daerah pemilihan (dapil) Sumenep I, III, VI, dan VIII.

"Kami sebagai partai politik (parpol) baru dalam Pemilu 2009, tetap akan bersikap realistis. Tapi, dukungan warga Sumenep membuat kami optimis meraih empat kursi DPRD dari empat dapil," katanya.

Kedatangan Syafrudin Budiman ke Posko Matahari Bangsa Sumenep di Jalan Guntur, Sabtu (9/8), dalam rangka konsolidasi internal menghadapi Pemilu 2009.

"Kami sudah minta pada Ketua PMB Sumenep, Muh Ismail Shaleh, agar semua elemen yang dimiliki PMB Sumenep digerakkan secara tepat dan terpadu supaya target empat kursi DPRD pada Pemilu 2009 mendatang bisa direalisasikan di Sumenep," katanya.

http://www.antarajatim.com/?ref=disp&id=3433

PMB SERUKAN PARA CAGUB HINDARI PEMBOROSAN

11 May 2008 07:33:27
PMB SERUKAN PARA CAGUB HINDARI PEMBOROSAN
Surabaya, 11/5 (ANTARA) - Partai Matahari Bangsa (PMB) Jawa Timur menyerukan para Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) untuk menghindari kampanye pemborosan di tengah krisis global dan BBM yang sebentar lagi naik.

"Cagub harus melakukan perkenalan yang efektif dan efisien dalam menarik simpati rakyat, misalnya perkenalan berbentuk bakti sosial, pengobatan gratis, bersih-bersih kampung, beasiswa, atau pembagian makan gratis," kata Sekretaris PMB Jatim Syafrudin Budiman kepada ANTARA di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, para calon selama ini lebih senang melakuakan pemasangan alat peraga yang mencolok dan pemborosan, seperti pasang iklan baliho besar, spanduk dan banner-banner peraga.

"Hal ini memang diperluakan, namun jangan terlalu boros. Bayangkan saja berapa miliar rupiah yang dikeluarkan para calon, karena hampir setiap gang ada pemasangan alat peraga," kata Syafrudin Budiman yang juga mantan Pengurus Pusat (PP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu.

Kamis, 07 Agustus 2008


PD PMB Jombang Buka Caleg

JOMBANG, RM
Pengurus Daerah Partai Matahari Bangsa (PD PMB) Jombang membuka pendaftaran calon legislatif. Hal itu dilakukan setelah PMB dinyatakan sebagai salah satu partai peserta pemilu 2009. demikian ditegaskan Sekretaris PD PMB Jombang, M Chabib S usai mengikuti Rakorwil beberapa waktu lalu.

”Keputusan itu diambil agar siapa saja yang maju dalam caleg, dapat segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga calon tersebut selain dapat dikenal di masyarakat, juga untuk dapat segera melakukan berbagai kegiatan nyata bagi masyarakat,” kata Chabib.

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa dalam menerima caleg tersebut, ada beberapa tahap yang harus dilakukan oleh caleg dalam intern partai. “Selain itu, mereka juga harus mengikuti aturan dari partai,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PD PMB Jombang, Khasful Hidayat menyatakan agar sesegera mungkin peminat yang ingin menjadi caleg dari PMB untuk segera mendaftar. Pasalnya, setelah sampai pada batas pendaftaran, maka akan dilakukan verifikasi terhadap caleg.

”Hingga saat ini, yang sudah berminat mendaftar sudah ada tiga hingga lima orang. Ini membuktikan bahwa PMB juga memiliki nilai lebih tersendiri,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan melakukan verifikasi tentang layak dan tidaknya seseorang itu menjadi caleg dari PMB dalam pemilu 2009 nanti. ”Bagaimanapun juga kami berharap mendapatkan kader-kader terbaik dan mempu membawa aspirasi rakyat,” tandasnya. [hs]

http://radarminggunews.blogspot.com/2008/07/pd-pmb-jombang-buka-caleg.html

PKB Jatim Pro-muhaimin Ke Khofifah Di Putaran Dua

24/07/08

Surabaya (ANTARA News) - DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur pro-Muhaimin Iskandar mengarahkan dukungan ke pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim putaran kedua.

"Untuk putaran kedua, kami sudah menerima aspirasi dari daerah-daerah untuk mendukung Khofifah-Mudjiono," kata Sekretaris Lembaga Pemenang Pemilu (LPP) PKB Jatim pro-Muhaimin, M Mas`ud Adnan, kepada ANTARA di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, aspirasi dari hampir 100 persen daerah itu akan diformulasikan DPW PKB Jatim dalam pertemuan LPP PKB Jatim pro-Muhaimin, apalagi konflik PKB saat ini sudah tuntas dengan pengakuan pemerintah kepada DPP PKB pimpinan Muhaimin.

"Yang jelas, sikap daerah-daerah itu sebenarnya sudah sejalan dengan aspirasi DPW PKB Jatim yang memang akan mengambil sikap pada putaran kedua, sedang di putaran pertama menyesuaikan dengan Dewan Syuro PKB Jatim," katanya.

Oleh karena itu, katanya, PKB Jatim akan berupaya "all out" memenangkan pasangan Khofifah - Mudjiono di putaran kedua melalui mobilisasi massa PKB Jatim yang diperkirakan mencapai tujuh juta.

"Di putaran pertama, PKB Jatim tidak ada arahan sama sekali, karena memang sudah ada `arahan` Dewan Syuro, tapi di putaran kedua akan ada mobilisasi ke pasangan KaJi," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris DPW Partai Matahari Bangsa (PMB) Jatim, Syafrudin Budiman. "Secara politis, kami tidak mungkin mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf yang didukung PAN, tapi kami masih menunggu pengumuman KPU Jatim secara resmi," katanya.

Menurut aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah itu, dirinya menunggu keputusan KPU Jatim, karena kemungkinan pasangan Sutjipto-Ridwan yang didukung PMB Jatim dalam putaran pertama masih ada. "Kalau sudah tertutup, kami pasti ke pasangan Khofifah-Mudjiono," katanya.

Kemungkinan Pilgub Jatim putaran kedua itu merujuk survei yang dilakukan berbagai lembaga survei, diantaranya Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA PhD, Lembaga Survei Independen (LSI) pimpinan Syaiful Mujani, Litbang Kompas, dan PuSDeHAM.

Hasil "quick count" LSI pimpinan Denny JA mencatat pasangan Soekarwo - Saifullah Yusuf (KarSa) mendapatkan 26,58 persen suara, sedangkan pasangan Khofifah-Mudjiono dengan 24,83 persen, bahkan LSI Denny JA juga mencatat 38 persen suara PKB ke Khofifah-Mudjiono.

Senada dengan itu, LSI pimpinan Syaiful Mujani juga mencatat Soekarwo-Saifullah Yusuf dengan 26,94 persen suara, sedang Khofifah-Mudjiono dengan 25,41 persen, sehingga tidak ada yang di atas 30 persen dan harus diulang dalam putaran kedua.

Sementara itu, penghitungan cepat (quick count) versi Litbang Kompas dan radio Suara Surabaya juga menempatkan pasangan Soekarwo - Saifullah Yusuf pada posisi pertama dengan 25,53 persen suara, kemudian Khofifah Indar Parawansa - Mujiono 25,25 persen.

Tak jauh beda, penghitungan cepat yang dilakukan Pusat Studi Demokrasi dan HAM (PuSDeHAM) pimpin Muhammad Asfar MSi juga menyimpulkan Soekarwo - Saifullah Yusuf memperoleh 27,18 persen, lalu posisi kedua diduduki Khofifah-Mudjiono dengan 24,93 persen suara.(*)

http://www.antara.co.id/arc/2008/7/24/pkb-jatim-pro-muhaimin-ke-khofifah-di-putaran-dua/