Selasa, 06 Januari 2009

Din : Serangan Israel, Kebiadaban Yang Nyata

Jakarta- Serangan tentara Israel ke jalur Gaza yang menimbulkan 300an korban jiwa, merupakan suatu kezaliman dan kebiadaban nyata, serta tidak dapat dibenarkan atas dalih apapun.

Demikian disampaikan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, melalui pesan singkat pada redaksi, Senin (29/12/2008). Serangan ke jalur Gaza yang dilakukan mulai hari sabtu lusa kemarin, menurut Din, harus diambil tindakan yang tegas, seperti memberikan sanksi yang berat, dan bukan desakan penghentian serangan. “PBB harus mengambil tindakan tegas, dengan memberikan sanksi berat kepada Israel sebagai pelaku tindak kejahatan manusia.


PBB tidak cukup mendesak penghentian tindakan militer brutal tersebut, karena sikap lunak PBB selain tidak akan digubris Israel juga tidak akan membuatnya jera,” tegasnya. Negara-negara Islam, termasuk Negara lain yang cinta perdamaian, menurut Din, harus menyatu untuk mengambil langkah-langkah yang efektif, agar Israel menghentikan serangan tanpa syarat apapun.



Lebih lanjut menurut Din, pemerintah perlu berperan aktif dalam kasus ini, sehingga, selain mengutuk serangan, pemerintah RI harus mengambil langkah nyata dengan memprakarsai resolusi sanksi bagi Israel. “Kita mendukung sikap pemerintah RI yang mengutuk serangan tersebut, namun mendorong RI untuk memprakarsai resolusi sanksi atas Israel, khususnya melalui Dewan Keamanan PBB,” ungkapnya. (mac)

Siapapun Boleh Gunakan Foto Din


Citizen Journalism

Siapapun Boleh Gunakan Foto Din

Din Syamsuddin tidak keberatan fotonya digunakan oleh berbagai pihak untuk kegiatan kampanye, baik legislatif maupun kampanye partai politik di berbagai pelosok di Indonesia.


Fenomena pemasangan foto dirinya dalam promosi pilkada, kampanye legislatif dan kampanye partai politik, kata Din di hadapan pengurus dan jamaah Muhammadiyah pada peringatan milad Muhammadiyah ke 99 di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Kalimantan Selatan Sabtu (3/1).


Semula dirinya merasa keberatan karena tanpa izin terlebih dulu. Namun, karena dari ke hari pemanfaatan foto ini semakin banyak, akhirnya Din mengizinkan siapapun untuk memakai foto dirinya untuk keperluan kampanye.


"Soal foto ini, saya melihat banyak dipampang di pinggir-pinggir jalan, di spanduk-spanduk, semula saya keberatan. Tetapi karena tidak bisa dihalangi lagi, akhirnya ya sudah, pakai saja semua foto saya,” ungkap Din yang disambut gerrr lebih dari seribu jamaah Muhammadiyah.


Din kemudian menyebutkan beberapa pihak yang telah memanfaatkan foto dirinya untuk kepentingan kampanye antara lain dari PMB (Partai Matahari Bangsa), PAN (Partai Amanah Nasional) dan juga PKS (Partai Keadilan Sejahtera).


“Kemarin selain dari PMB, juga kawan-kawan dari PAN mendatangi saya dan bertanya, bolehkah Pak Din, foto Anda saya pakai untuk kampanye. Ada juga dari salah satu calon anggota DPD dari PKS yang pernah aktif di Pemuda Muhammadiyah, tahu-tahu foto-foto pertemuan dengan saya dipasang di stiker-stiker. Juga calon legislatif dari berbagai parpol, juga melakukan hal yang sama. Untuk itu, saya mengizinkan penggunaan foto-foto tersebut, asal tidak mencantumkan jabatan saya sebagai Ketua Umum PP,” katanya.


Dalam lawatan dua hari ke Banjarmasin dan Ponorogo menegaskan, warga Muhammadiyah ada baiknya melakukan pembaharuan-pembaharuan di berbagai amal usaha yang pada organisasi yang kini sudah hampir berusia satu abad itu.


Berbicara di depan sekitar 10.000an massa yang berkumpul di Padepokan Reyog Ponorogo, Minggu (4/1) pagi, Din mengingatkan akan pentingnya mengelola amal usaha di dalam organisasi yang didirikan KH. Ahmad Dahlan tersebut.


Lebih dari itu, warga Muhammadiyah juga diajak untuk melakukan Pembaharuan-pembaharuan di berbagai sisi guna membesarkan Muhammadiyah yang kini sudah menyebar ke segala penjuru tanah air, bahkan sudah memiliki cabang di berbagai negara. Din mengaku bangga, karena seorang pengamat organisasi dari luar negeri, mengatakan kepada dirinya bahwa sekarang Muhammadiyah merupakan organisasi massa yang perkembangannya paling cepat di Indonesia.


Karena itu, guna melanggengkan kebesaran Muhammadiyah, pembaharuan harus dilakukan setiap waktu. Din Syamsuddin juga memberikan alasan soal ajakan melakukan pembaharuan kepada segenap warga Muhammadiyah.


Menurutnya, pembaharuan dilakukan terhadap amal usaha Muhammadiyah agar manfaatnya bisa dirasakan seluruh umat manusia di Indonesia.


"Muhammadiyah harus sukses di setiap wilayah. Harus sukses di setiap daerah. Apabila masih ada pengangguran, apabila masih ada kemiskinan, apabila masih ada buta aksara dan keterbelakangan, maka saya menganggap Muhammadiyah belum seluruhnya berhasil. Pembaharuan di bidang-biang itu harus dilakukan," ujar Din, disambut tepuk tangan massa.


Din juga mengingatkan, bahwa hidup di Muhammadiyah, bukan untuk mencari nafkah, karena meskipun memiliki 35 juta pengikut, Muhammadiyah bukanlah perusahaan bisnis, melainkan organisasi dakwah.


"Pesan KH Ahmad Dahlan, kita tidak boleh mencari kehidupan di Muhammadiyah, tetapi kita diharuskan menghidupi Muhammadiyah. Untuk itu, saya mengajak kepada segenap warga Muhammadiyah untuk melakukan


tahadduts bin-ni'mah (mensyukuri nikmat), bersyukur karena pada usianya yang sudah hampir seabad sejak didirikan KH Ahmad Dahlan tahun 1912 silam, Muhammadiyah tetap eksis dan banyak berkiprah di kancah nasional maupun internasiona," tambah Din.


Din menjelaskan, tidak banyak organisasi Islam yang hadir di awal abad 20 yang mampu bertahan dalam menghadapi global sejarah maupun bertahan dalam menghadapi tantangan zaman. Tetapi Muhammadiyah terbukti tetap eksis, semakin berkiprah, dan sekarang ini Muhamadiyah semakin tersebar, menjadi satu-satunya organisasi masyarakat yang paling luas persebarannya di Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.


"Tidak banyak yang tahu, di Papua sana, Muhammadiyah sangat eksis, dan bahkan memiliki lebih dari 80 amal usaha. Saya bangga dan senang saat membuka sebuah acara di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah di Papua beberapa waktu lalu. Di antara yang membanggakan di sana, adalah adanya dua perguruan tinggi, Stikom(Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Komputer), dan Universitas Muhammadiyah di Sorong.


Edy Kuscahyanto edykus@cbn.net.id

PAN Mulai Kehilangan Akal


Politik
PAN Mulai Kehilangan Akal

INILAH.COM, Jakarta – Jika sebelumnya Partai Amanat Nasional (PAN) seperti mampu melesat sendiri tanpa dukungan basis massanya di Muhammadiyah, sepertinya itu akan dilupakan, dan partai berlambang matahari ini pun sibuk menyiapkan ‘reuni’ dengan organisasi pimpinan Din Syamsuddin itu. Kenapa?

Mungkin alasan paling mencolok adalah kejerian partai pimpinan Soetrisno Bachir itu menghadapi Pemilu 2009. Apalagi beragam survei lembaga independen menempatkan partai yang dibidani M Amien Rais ini bercokol di papan bawah alias anjlok dibanding perolehan Pemilu 2004.

Coba perhatikan hasil survei LSI November lalu, yang menempatkan PAN di posisi ketujuh di bawah partai baru, Gerindra. Nyaris, gebrakan politik PAN di bawah kepemimpinan Soetrisno Bachir, yang beberapa waktu lalu gencar beriklan di sejumlah media massa, tak memiliki dampak positif, bahkan sebaliknya.

Kondisi ini pula yang memaksa para elite partai dengan warna kebangsaan biru itu memutar otak guna mendongkrak perolehan suara demi ‘menyeret’ kembali figur M Amien Rais. Kenapa harus tokoh veteran itu yang ditampilkan, bukannya para tokoh muda partai?

Inilah yang menjadi hitung-hitungan PAN demi meraih dukungan kembali pemilih dari unsur Muhammadiyah. Mungkin semua tahu, pada era Amien menjadi pemimpin, Muhammdiyah adalah penopang utama kebesaran PAN. Sementara belakangan, Soetrisno Bachir seolah menjaga jarak dan melepaskan diri dari ketergantungan suara Muhammadiyah. Ada apa dengan PAN?

Ketua DPP PAN Hakam Naja menegaskan di internal partai terdapat desakan agar pendiri PAN, M Amien Rais, dilibatkan kembali untuk melakukan dinamisasi di kantung suara basis Muhammadiyah demi meraup suara dalam Pemilu 2009. "Memang ada dorongan yang sifatnya penegasan dari para kader agar figur Pak Amien bisa mendinamisasi lagi basis yang selama ini sudah terbina, yaitu Muhammadiyah," ujarnya sesaat pembekalan Caleg PAN di Jakarta, awal pekan ini.

Tuntutan itu memang tampak realistis, karena PAN di bawah kepemimpinan Soetrisno Bachir sepertinya nyaris melupakan Muhammadiyah dengan lebih tertarik memasukkan figur-figur artis.

Padahal, dalam pandangan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Izzul Muslimin, organisasi kemasyarakatan menjadi basis legitimasi sosial sebuah partai politik. “Indonesia tidak bisa dilepaskan begitu saja dari ormas. Partai politik tidak bisa membangun sendiri tanpa dukungan basis ormas,” katanya kepada INILAH.COM, Selasa (30/12) di Jakarta.

Dalam survei November lalu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Saiful Mujani menempatkan PAN di posisi ketujuh dengan asumsi perolehan dukungan 3,2% jika pemilu legislatif dilakukan saat survei. Sedangkan gerakan Soetrisno Bachir dengan melansir beragam iklan politik, ternyata tak berdampak apapun bagi PAN.

Iklan politik PAN atau Soetrisno Bachir hanya menempati lima besar di jajaran partai politik yang beriklan di televisi, yaitu hanya meraih 27%. Perolehan ini jauh di bawah Partai Gerindra (51%), Partai Demokrat (42%), Partai Golkar (31%), dan PDI Perjuangan (27%). Menariknya, dari responden LSI, hanya 38% viewership iklan politik PAN di televisi. Perolehan ini jauh dari Partai Gerindra yang meraih 66%.

Hal yang sama menimpa PAN terkait memori publik atas iklan politik di suratkabar atau koran. PAN hanya meraih peringkat kelima (7%) di bawah Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDI Perjuangan, yang masing-masing meraih 12%. Sedangkan Partai Gerindra 9%.

Terkait desakan agar figur M Amien Rais turun gunung untuk menggarap suara Muhammadiyah, Izzul Muslimin menegaskan, upaya itu akan berbuah sia-sia belaka. “Saya kira terlambat jika PAN saat ini kembali merangkul Muhammadiyah,” tegasnya. Menurut dia, secara historis PAN tidak bisa dilepaskan dari Muhammadiyah dan kalangan Islam modernis.

Dalam pandangan Izzul, yang juga anggota komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) itu, PAN di bawah kepemimpinan Soetrisno Bachir secara sengaja menjauh dari Muhammadiyah. “Saya melihat, Soetrisno Bachir sengaja meninggalkan Muhammadiyah. Jika warga Muhammadiyah lari dari PAN, itu kesalahan PAN,” ketusnya.

Sementara upaya PAN untuk masuk pasar bebas pemilih Indonesia di era Soetrisno Bachir, tampak tak berjalan mulus. Akrobat politik Soetrisno Bachir cenderung kontraproduktif bagi pemilih Muhammadiyah, seperti memasukkan para artis hingga gaya hidup tokoh muda itu yang cenderung ngepop. Bagaimanapun, warga Muhammadiyah adalah muslim puritan yang masih berpegang pada tradisi keislaman yang kuat. Hal ini pula yang sulit ditemui di era Soetrisno Bachir. [tra]

inilah.com

Dahlan Iskan: Krisis Sudah Masuk ke Ranah Tuhan


Selasa, 06 Januari 2009

Dahlan Iskan: Krisis Sudah Masuk ke Ranah Tuhan
Krisis keuangan yang amat dahsyat ini akhirnya mampir juga ke ranah Tuhan. Yakni, ketika tersiar berita begitu banyak lembaga sosial dan keagamaan Yahudi yang menjadi korban investasi model Ponzi yang dilakukan Bernard Madoff (Bernie) itu.

Seperti diatur saja, praktis semua rumah ibadah Yahudi menjadikan kasus penipuan terbesar di dunia tersebut sebagai tema khotbah Hari Sabtu (yaumus Sabbath) mereka. Ini tidak lain karena yang dituduh sebagai penipu terbesar dalam sejarah umat manusia itu adalah tokoh Yahudi dan yang banyak tertipu juga umat Yahudi.

Begitu kerasnya kecaman yang disampaikan para khotib di mimbar Sabtuan itu, sampai-sampai ada pengkhotbah yang kali ini terpaksa meminta maaf kepada jemaatnya. Yakni, karena si pengkhotbah terpaksa harus mencela nama seseorang di mimbar yang suci itu.

''Selama ini kami tidak mau menjadikan soal bisnis dan politik menjadi tema khotbah,'' ujar seorang rabi konservatif di New York. ''Tapi, dalam kasus ini terlalu banyak korban, sehingga sulit untuk tidak dibicarakan,'' tambahnya.

Dana yang tersedot ke bisnis model piramida yang dilakukan Bernie tersebut memang mencapai USD 50 miliar atau sekitar Rp 600 triliun. Beberapa hari setelah Bernie ditangkap, ratusan orang Yahudi yang uangnya lenyap di situ mendatangi rumah Bernie yang seharga Rp 600 miliar itu di New York.

Bernie, 70 tahun, memang tokoh terkemuka Yahudi. Dia dikenal sangat dermawan dan juga memimpin berbagai lembaga sosial masyarakat Yahudi. Karena itu, kasus tersebut dianggap memalukan Yahudi. Baik Yahudi sebagai masyarakat maupun Yahudi sebagai agama.

''Inilah hillul hashim yang keterlaluan,'' ujar seorang pengkhotbah sebagaimana dikutip penerbitan Yahudi terkemuka di New York. Hillul hashim adalah istilah dalam agama Yahudi untuk menyebut perbuatan penistaan kepada Tuhan.

Istilah-istilah agama terpaksa begitu banyak dipakai kali ini untuk mengungkapkan kejengkelan kepada Bernie. ''Dia itu sudah seperti Esau,'' kata pengkhotbah yang lain. Orang yang bernama Esau, dalam kitab agama Yahudi, adalah lambang kebohongan nomor satu di jagat raya. Di antara semua ciptaan Tuhan (termasuk malaikat, manusia, binatang, pohon, dan batu), Esau-lah pembohong terbesar.

Kitab Yahudi menceritakan bahwa Esau adalah kakak Yakub. Mereka adalah anak Ishak, melalui istrinya Rebekah. Berarti, keduanya adalah cucu Abraham (Rasul Ibrahim). Esau dan Yakub sebenarnya anak kembar. Yakub lahir belakangan, tapi nyaris beriringan. Begitu dekatnya kelahiran Yakub dari kakaknya, sehingga dalam kelahiran itu digambarkan posisi Yakub masih memegangi tumit Esau, kakaknya itu.

Tapi, Tuhan tidak memilih anak sulung tersebut sebagai pewaris sang bapak dan sang kakek. Ishak-lah yang jadi rasul. Ishak itu pula yang dipercaya kemudian menurunkan umat Yahudi sekarang ini. Golongan masyarakat Yahudi yang baik kemudian disebut golongan Yakob (berarti Israel). Sedangkan golongan yang ''rusak'' disebut golongan Esau.

Digambarkan, bayi Yakub memang berkembang menjadi anak baik, penurut, suka belajar, banyak tinggal di rumah, dan seterusnya. Pokoknya, Yakub kemudian menjadi lambang kesempurnaan dari seorang anak yang saleh. Sedangkan Esau digambarkan tumbuh menjadi ''anak liar'' yang nakal. Kesukaannya begadang, berkelahi, memeras, menipu, mencuri, dan seterusnya.

Dalam masyarakat Yahudi, semua anak baik digambarkan sebagai Yakub, sedangkan anak nakal seperti Bernard Madoff dicaci seperti Esau. Karena itu, dalam masyarakat Yahudi, banyak orang tua yang memberi nama anaknya dengan Yakub, tapi tidak satu pun yang memberi nama Esau.

Tampaknya, di semua agama, ada kisah seperti ini. Bahkan, agama Jawa juga punya cerita Pandawa dan Kurawa. Begitu banyaknya orang yang mencela dan memojokkan Kurawa, sampai-sampai saya justru bersimpati pada tokoh seperti Dursasana, salah satu di antara 100 Kurawa bersaudara.

Saya kadang merenung bahwa kejahatan Kurawa itu pun sebenarnya juga kehendak Tuhan: mengapa Tuhan menakdirkan Dewi Gendari melahirkan anak sampai 100 orang? Bagaimana seorang ibu bisa mengasuh dan membesarkan anak sebanyak itu untuk bisa jadi anak saleh semua?

Banyaknya anak itu juga yang kemudian menimbulkan problem agraria. Soal warisan tanah Kurusetra itu, misalnya. Tanah tersebut mestinya dibagi dua untuk Pandawa yang hanya lima bersaudara dan untuk Kurawa yang 100 bersaudara. Siapa pun, kalau dalam posisi menjadi Kurawa, pasti unjuk rasa: kalau tanah Kurusetra itu dibagi dua, bukankah akan melahirkan kesenjangan kaya-miskin: yang separo hanya dibagi untuk lima orang Pandawa, sedangkan yang separo lagi harus dibagi untuk 100 orang Kurawa.

Ishak yang hanya punya dua anak, yang satu jadi Esau. Bagaimana Dewi Gendari bisa mengasuh, mendidik, dan membuat 100 anaknya menjadi Yakub semua? Jangankan mendidik, memandikan dan mencuci bajunya saja sudah pasti sulit. Bukankah waktu itu belum ada mesin cuci dan PlayStation? Mengapa Tuhan memberinya 100 anak? Bahwa kemudian banyak di antara anak itu yang jadi Esau, siapa yang salah?

Ternyata, dalam kasus Yakub-Esau ini pun banyak yang bersimpati pada Esau. Mungkin juga karena terlalu banyak kisah kesalehan Yakub yang sekaligus dalam satu napas dengan kenakalan Esau. Ada satu kisah bahwa Esau, sebagai anak sulung, sebenarnya bisa saja mengambil semua warisan ayahnya.

Namun, Esau begitu baiknya, sehingga mau mengalah kepada adiknya. Tapi, ada saja cerita sebaliknya: Esau itu sebenarnya bukan mengalah. Dia menjual hak-haknya sebagai sulung untuk menipu adiknya.

Begitu jeleknya Esau ini sampai-sampai digambarkan, kalau Anda baru saja dicium Esau, segeralah periksa apakah ada gigimu yang dicurinya. Dan Bernie, meski pernah memberikan laba triliunan rupiah kepada para nasabahnya, jasa itu tidak akan dikenang sebagai Yakub. Tetap saja Bernie itu Esau. Bahkan Esau terbesar pada abad modern.

''Bernie itu melakukan dua kejahatan sekaligus: mencuri dan menipu,'' bunyi salah satu khotbah Sabtu itu. ''Tempat yang paling cocok untuk orang yang mencuri harta kaum Yahudi adalah di neraka yang sangat khusus,'' tambahnya.

Betapa berat dosa Bernie digambarkan dalam cerita itu sebagai berikut: Orang Yahudi itu paling pintar dalam berhitung dan paling teliti dalam memeriksa angka-angka. Karena itu, tidak mungkin bisa ditipu. Itu baru orang Yahudi biasa. Orang Yahudi yang sudah jadi pedagang lebih hebat lagi: sudah mampu menggabungkan kehebatan berhitung dan ketelitian memeriksa. Kehebatan tersebut akan meningkat lagi kalau seorang pedagang Yahudi sudah bisa jadi bankir, pengusaha bank.

Dan seorang Bernie ternyata mampu menipu orang Yahudi yang sudah jadi bankir sekalipun! Maka, kalau orang Yahudi memberi gelar dia Esau, rupanya kejengkelan mereka memang sudah tidak tertahankan lagi. Bankir Yahudi pun bisa dia tipu!

Di antara kelompok Yahudi yang paling marah kepada Bernie adalah organisasi wanita Yahudi bernama Hadassah. Organisasi tersebut kehilangan dana Rp 1 triliun (USD 90 juta). Hadassah adalah organisasi ibu-ibu Yahudi di Amerika yang paling besar. Juga paling terkenal akan proyek-proyek sosialnya.

Hadassah-lah yang membiayai anak-anak Yahudi yang ditinggal mati orang tua mereka dalam kasus pembunuhan masal di Eropa. Hadassah pula yang mendirikan sekolah Youth Aliyah untuk anak-anak orang Yahudi di Israel. Proyek sosialnya di Israel luar biasa banyaknya. Termasuk mendirikan sekolah perawat, kedokteran, dan rumah sakit.

Kini, dana itu hilang.

Sedangkan di antara rabi (kiai) Yahudi yang paling marah adalah David J. Wolpe. Ini berarti sudah mentok: Rabi Wolpe adalah rabi nomor satu di antara rabi-rabi ''langitan'' di Amerika Serikat. ''Padahal, saya ini tidak kenal Bernie,'' katanya dalam satu khotbah sebagaimana disiarkan penerbitan Yahudi di AS itu. Sampai-sampai dikira dia itu ikut jadi salah satu korban Bernie. ''Saya ini justru belum pernah dengar namanya sampai dengan semua orang menyebut-nyebut nama itu sekarang ini,'' tegasnya.

Rabi Wolpe tergolong kiai mbeling. Pimpinan Kuil Sinai di Los Angeles tersebut membuat heboh beberapa tahun lalu, terutama ketika mengungkapkan bahwa kisah pengungsian orang Yahudi dari Mesir yang menyeberangi Laut Merah itu sebenarnya tidak ada. ''Tidak ditemukan bukti ilmiah sama sekali,'' ungkapnya.

Rabi Wolpe itulah yang dalam khotbahnya sampai mengingatkan agar semua pengusaha Yahudi tahu bahwa sebelum menghadap Tuhan kelak, akan ada beberapa pertanyaan Tuhan yang harus dijawab sebelum bisa masuk surga. Pertanyaan pertama, kata Wolpe, adalah: apakah praktik dagang yang kamu lakukan sudah baik? (*)

Jawa Pos - Berita Utama

Din: Poros Tengah Jilid II untuk Jangka Panjang


Din: Poros Tengah Jilid II untuk Jangka Panjang

Ketua Umum PP Muhammadiyah menyatakan Poros Tengah jilid II yang digagasnya adalah untuk kepentingan bangsa jangka panjang dan ia menyarankan Ormas dan Parpol Islam bersatu agar bisa meraih minimal 40 persen suara.


Yogyakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan bahwa pembentukan koalisi strategis Poros Tengah jilid II yang dibangunnya adalah untuk kepentingan bangsa jangka panjang.

"Ini sebenarnya adalah sebuah usaha untuk menampilkan ukhuwah islamiah, yaitu duduk bersama berusaha menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan," kata Din usai acara pernyataan sikap PP Muhammadiyah tentang agresi Israel terhadap Pelestina di Jalur Gaza di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, koalisi strategis yang menggandeng berbagai Parpol dan organisasi massa (ormas) Islam tersebut bertujuan untuk membicarakan berbagai masalah-masalah strategis yang sedang dialami bangsa Indonesia, seperti bagaimana mengatasi dampak krisis ekonomi global.

Apalagi, kata dia, saat ini banyak pihak yang mengecam ekonomi kapitalisme, atau untuk menegakkan kedaulatan bangsa demi kemajuan dan kerukunan.

"Apa tawaran politik Islam menyangkut berbagai masalah itu, bagaimana ekonomi alternatif yang harus dibangun untuk mengatasi krisis, dan masalah-masalah lainnya," katanya.

Namun demikian, menurut Din, tidak dapat dipungkiri apabila dalam pertemuan-pertemuan tersebut juga dibicarakan politik jangka pendek mengenai Pilpres.

"Sebagai pimpinan ormas Islam, saya hanya menyarankan, tetapi pelaksanaannya terserah mereka," katanya.

Ia juga mengatakan tujuan lain yang ingin diraih dari koalisi strategis itu adalah menjalin hubungan dengan negara lain atau simpul lain, yang kemudian dia sebut sebagai lingkar simpul kebangsaan.

"Jadi, bukan merupakan gerakan sektarian yang terbatas, tetapi lebih luas, yakni ukhuwah yang lebih luas. Hanya saja, sebelum menjalin hubungan dengan pihak lain, ada baiknya mempererat hubungan dengan ormas terlebih dulu," katanya.

Bersatunya ormas dan juga parpol Islam, menurut dia akan menghilangkan sisi egoisme sektoral yang tidak akan melahirkan konsep bersama untuk menangani masalah strategis bangsa.

Ketika ditanya apakah Din berharap ada kristalisasi dari seluruh ormas dan Parpol yang tergabung dalam koalisi itu, ia hanya mengatakan masalah tersebut sangat tergantung dari ormas dan Parpol Islam.

Sebagai orang dari luar ranah politk Din menyarankan, agar ormas dan Parpol Islam bersatu agar bisa meraih minimal 40 persen suara.

"Jika sendiri-sendiri, mungkin hanya mendapat dua, lima atau 10 persen saja, karena kekuatannya tercecer. Tetapi itu bukan urusan saya, dan saya hanya mendorong," katanya.
(*)

sumber : http://pemilu.antara.co.id/

Senin, 05 Januari 2009

Putusan MK Bikin PPP Dag..Dig...Dug


05/01/2009

Putusan MK Bikin PPP Dag..Dig...Dug

Surabaya - Putusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang menyetujui diberlakukannya suara terbanyak ternyata benar-benar membuat sejumlah partai politik ketar-ketir. Salah satunya PPP yang selama ini menggunakan mekanisme nomor urut.

"Putusan MK itu sangat berpengaruh pada kami. Sebab, dulu kami pakai nomor urut, sekarang kan harus suara terbanyak," kata Sekretaris Caretaker DPW PPP Jatim, Muhammad Mirdasy kepada wartawan usai tasyakuran di kantor DPW PPP Jatim jalan Kendangsari Surabaya, Senin (5/1/2009).

Karena itu, setelah dibentuk kepengurusan baru, PPP bakal segera menggelar orientasi caleg di seluruh tingkatan.

Dengan begitu, diharapkan seluruh caleg PPP bekerja lebih keras lagi untuk menyapa konstituennya.

"Kalau suara terbanyak, caleg diharuskan untuk terjun langsung biar mengenal calon pemilihnya. Dengan begitu, mereka bisa meraih banyak suara," ujarnya.

Meski menggunakan sistem suara terbanyak, pihaknya juga tidak khawatir bakal terjadi saling sikut di antara caleg PPP.

"Hal itu tidak akan terjadi. Semua caleg PPP diwajibkan untuk berpolitik yang santun," katanya yakin.

Mirdasy juga berharap, perolehan suara PPP dalam pemilu 2009 ini meningkat. Sebab, perolehan suara PPP sejak tahun 1999 hingga 2004 menurun drastis dibanding 1997. Pada 1997 lalu, PPP berhasil memperoleh 27 kursi di DPRD Jatim, di tahun 1999 merosot jadi 5 kursi dan tahun 2004 raup 8 kursi.

"Kami tidak muluk-muluk lah. Paling tidak, bisa mempertahankan jumlah kursi kami saat ini. Kami menargetkan 15 persen, sesuai target nasional," jelasnya. [eda/ted]

sumber : beritajatim.com

LSI Nilai PKS Tak Punya Visi


Politik
04/01/2009

LSI Nilai PKS Tak Punya Visi

Jakarta – Posisi PKS dalam Pemilihan Legislatif 2009 diperkirakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) hanya berada di posisi kelima, dengan perolehan suara 4%. Hal ini dikarenakan partai itu dinilai tidak memiliki visi yang jelas dan justru membuat kampanye yang kontraproduktif.

Salah satu langkah PKS yang dianggap kontraproduktif adalah ketika membuat iklan kampanye yang menampilkan Presiden Kedua RI Soeharto sebagai pahlawan dan guru bangsa. Hal itu, dinilai Direktur Eksekutif LSI Saiful Mudjani, di luar logika.

"PKS memberi apresiasi pada Pak Harto. Padahal PKS muncul sebagai antitesis pemerintah Orde Baru pada saat itu. PKS ingin mengambil orang-orang yang anti-Orba dan pro-Orba sekaligus. Itu di luar logika parpol," kata Saiful, saat memaparkan hasil survei politik, di kantor LSI, Jakarta, Minggu (4/1).

Diakuinya, PKS memiliki strategi untuk lebih inklusif dengan menarik semua pemilih, namun langkah yang ditempuh terlalu ekstrem. Sehingga, publik melihat inkonsistensi yang kuat pada langkah-langkah politik PKS belakangan ini.

"PKS tidak punya visi dan konsistensi untuk memposisikan diri untuk isu-isu yang sangat krusial dan sensitif di masyarakat, makanya PKS melorot," tandasnya.

Dalam survei yang dilansir LSI hari ini, PKS berada di urutan kelima dengan perolehan suara 4%. Sementara di urutan pertama diduduki Partai Demokrat (23%), PDIP (17,1%), Partai Golkar (13,3%), dan PKB (4,8%). [ikl/nuz]

inilah.com

PKS Gagal Jadi Partai Terbuka?

PKS Gagal Jadi Partai Terbuka?


Jakarta – Hampir setahun PKS mencitrakan diri sebagai parpol terbuka. Namun kegeraman partai Islam ini terhadap arogansi Israel, seperti tercermin dalam aksi demo besar-besaran di seluruh penjuru negeri, jadi bukti bahwa PKS tak mampu menanggalkan ekslusivitasnya.

Langkah PKS mengubah citra dari partai eksklusif menjadi terbuka tampaknya sia-sia belaka. Agresi militer Israel ke Palestina seperti menjadi titik balik PKS dan membukakan mata publik, bahwa PKS hakikatnya adalah partai eksklusif dan tertutup. Kondisi ini pula seperti menjadi penanda kemenangan faksi keadilan dibanding faksi kesejahteraan di internal PKS.

Bukan tanpa alasan jika isu Palestina menjadi titik balik bagi PKS pada identitas aslinya. Upaya yang selama ini dibangun seperti sia-sia ditelan bumi karena secara bersamaan PKS mengusung isu Palestina dalam ranah politik nasional.

Bagaimana relevansi antara upaya menjadi partai terbuka dengan isu Palestina? Dalam demonstrasi besar-besaran yang digelar dua kali di Jakarta, PKS tampil sebagai parpol pertama yang langsung beraksi konkret menyikapi isu Palestina. Parpol lainnya masih berwacana, menghujat, dan tentunya berupaya berempati dengan kondisi Palestina. PBB, PPP, dan parpol lainnya masuk di kategori tersebut.

Lain dengan PKS, aksinya konkret. Mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid pun langusng turun gunung ke wilayah Timur Tengah atas undangan Dr Yusuf Qordhowi. Tujuannya jelas, melobi negara-negara Arab untuk bersatu menghadapai agresi Israel.

Tak hanya itu, PKS juga menurunkan sukarelawan (tim medis) di Kota Tiga Tuhan tersebut. Tak kalah konkretnya, program satu orang satu dolar (one man one dollar) pun digulirkan untuk menyumbang para korban kekerasan Israel.

Di balik misi adiluhung PKS tersebut, tampak partai pimpinan Tifatul Sembiring lupa atas agenda lokalnya, yaitu membawa PKS menjadi partai terbuka. Melalui aksi simpatik atas isu Palestina, PKS seperti memutar balik langkahnya sepanjang 2008.

Benarkah? Coba lihat saja jargon yang diusung di spanduk dan baliho peserta demontrasi PKS, Jumat (2/1) lalu. ‘Kami Siap Menjemput Syahid di Gaza’, ‘Yahudi Laknatullah’ dan lainnya. Penyebutan slogan tersebut bukan tanpa arti. Itulah realitas yang ada di massa PKS.

Istilah agama cukup menonjol dalam demonstrasi PKS seperti kata ‘syahid’, ‘laknatullah’ adalah terminologi keislaman. Syahid yang berarti mati dalam perjuangan di jalan Allah. Sedangkan laknatullah, berarti menggambarkan kekejian Israel yang mendapat laknat Allah.

Ada juga slogan, ‘Save Palestine, Save Humanity’, ‘Save Our Palestine’, ‘Israel Go To Hell’. Untuk slogan yang terakhir, bendera Palestina menjadi latar slogan sekaligus ditulis di bawahnya, ‘Relawan PKS’ dengan identitas tingkatan struktur organisasi PKS. Untuk slogan yang terakhir ini cenderung menyiratkan nilai-nilai universal kemanusiaan.

Hal ini diakui pula Presiden PKS Tifatul Sembiring. Menurut dia, demosntrasi PKS dilandasi dua hal, yaitu aspek kemanusiaan dan keislaman. “Kami melakukan demonstrasi karena agenda kemanusiaan dan keislaman,” akunya.

Analis politik dari Charta Politik Burhanudin Muhtadi menilai demonstrasi yang dilakukan PKS atas isu Palestina menunjukkan warna sejati PKS. Dalam amatan penulis tesis ‘PKS dan Gerakan Sosial’ tersebut, nuansa agama lebih kuat dibanding nuansa universal isu Palestina. “Itulah warna sejati PKS. Term agama luar biasa kuat dalam demonstrasi Palestina,” tegasnya kepada INILAH.COM, Minggu (4/1) di Jakarta.

Penggambaran sosok kera yang dilekatkan pada Israel, kata Burhan, bukanlah simbol yang tanpa makna. Menurut dia, PKS merujuk pada dalil-dalil agama yang menjelaskan Israel dikutuk Tuhan dengan sosok kera. “Isu Palestina mengalami penyempitan dalam framing isu agama. Ini kontraproduktif bagi usaha PKS yang berusaha menjadi partai tengah,” tandas mantan Ketua BEM IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Terkait dengan isu kemanusiaan dan HAM, Burhan meyakini hal tersebut hanyalah isu elit PKS yang sulit tertransformasikan di jajaran akar rumput PKS. “Karena hanya isu agama yang bisa menggerakkan kader PKS. Isu universal tidak nyambung bagi kader PKS,” katanya.

Peserta demonstrasi PKS juga tampak terlihat menggunakan simbol-simbol yang identik dengan ‘pejuang hizbullah’ ala Timur Tengah seperti penggunaan cadar ala ninja dengan membawa rudal palsu. “Apalagi demo PKS dilakukan saat hari Jumat, yang cukup mudah memobilisasi kader setelah salat Jumat,” terang Burhan. [I4]

sumber : inilah.com

Minggu, 04 Januari 2009

Din: Saya Mau Jadi Presiden


Politik
01/01/2009

Din: Saya Mau Jadi Presiden

INILAH.COM, Jakarta - Setelah sebelumnya sempat malu-malu untuk mengatakan maju sebagai capres. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin akhirnya memberikan sinyal bahwa dirinya siap meramaikan bursa capres pada Pemilu 2009.

"Setelah saya merenung melihat kapasitas dan beberapa pertimbangan lain. Insya Allah saya bersedia, Insya Allah saya mampu, dan Insya Allah saya mau," ujar Din, dalam acara Solidaritas Indonesia-Palestina dan CDCC di Sekretariat CDCC, Jakarta, Kamis (1/1).

Din menuturkan, meskipun dirinya sudah memberikan sinyal akan maju sebagai capres, tapi pencapresannya itu tergantung pada realitas politik. Seperti ada atau tidak dukungan partai terhadap dirinya.

"Ini kelihatannya belum bisa dilihat sekarang. Mungkin setelah pemilu legislatif. Jadi belum bisa diputuskan," katanya.

Mengenai persiapannya untuk maju menjadi capres, Din mengaku, belum melakukan apa-apa. Yang dilakukannya sekarang ini adalah hanya menunaikan kewajibannya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah dan tugas-tugas yang lain.

"Itu karena saya konsen tugas-tugas di Muhammadiyah dan tidak ada yang baru," ucapnya.

Meski begitu, lanjut Din, jika memastikan diri menjadi capres, dirinya terlebih dahulu akan berkonsultasi dengan ormas yang dimpimpinnya yakni Muhammadiyah.[jib]

inilah.com

PMB Launching Laskar Matahari


Sabtu, 03 Januari 2009

PMB Launching Laskar Matahari

SURABAYA - DPW Partai Matahari Bangsa (PMB) Jatim mendeklarasikan berdirinya organisasi sayap partai yang diberi nama Laskar Matahari. Sayap partai ini merupakan garda depan PMB dalam mencari dukungan suara masyarakat pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2009.

�PMB Jatim mencanangkan kader 1000 laskar, 100 militan di tingkat kecamatan dan 18 laskar di tingkat kelurahan/desa dengan target satu kader laskar mampu menggaet 10 suara di tiap TPS,� ujar Ketua DPW PMB Jatim, Mufti Mubarok di sela-sela acara deklarasi yang berlangsung di Gedung Remaja Jl Dukuh Kupang Surabaya, Jumat (2/1).

Mufti menjelaskan, didirikannya Laskar Matahari ini dalam rangka mempermudah realisasi target PMB Jatim meraih 7 kursi DPRD Jatim atau 7 persen dalam Pileg mendatang. �PMB Jatim menargetkan mampu menyumbang 5 kursi DPR-RI dan 3 kursi di tiap Kab/Kota atau 100 kursi di DPRD Kab/Kota di Jatim,� ungkapnya.

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Jatim ini mengaku optimis PMB Jatim bakal mampu merealisasi target tersebut. Pasalnya, PMB banyak didukung warga Muhammadiyah, akademisi dan organisasi masyarakat (ormas) yang berasas Islam. �Kami juga banyak didukung warga Nahdliyin sebab di antara Caleg PMB juga ada yang dari NU,� klaim Mufti.(ud)

dutamasyarakat.com

Aksi 9 Hari Israel, 500 Nyawa Melayang

Aksi 9 Hari Israel, 500 Nyawa Melayang

Jalur Gaza - Sudah 9 hari, dari 27 Desember 2008 hingga 4 Januari 2008, aksi brutal Israel terhadap Palestina berlangsung. Dari 9 hari itu, tercatat sudah 500 nyawa rakyat Palestina yang melayang.

"Rakyat Palestina yang meninggal mencapai sekitar 500 orang. Itu termasuk 87 anak-anak dan 2450 yang luka-luka," ujar Kepala Rumah Sakit Gaza, Moawiya Hassanein, di Jalur Gaza, Senin (5/1) seperti dikutip di news.com.au.

Dituturkannya, jumlah orang yang meninggal diperkirakan masih akan terus bertambah. Sebab, masih banyak para matir Hamas yang terluka di jalan-jalan Jalur Gaza, tanpa sempat dibawa ke rumah. Mengingat Isarel terus melakuan serangan udara terhadap Palestina.

"Terus menurusnya Israel menyerang, membuat kami susah membawa mereka ke rumah sakit," katanya.

Sejak Israel melancarkan serangannya, banyak kecaman bermunculan dari negara-negara di dunia. Kecaman tidak hanya dari negara-negara Islam, tapi juga beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Australia.

Di negeri Kangguru misalnya, masyarakat Australia melakukan aksi demontrasi di Sydney dengan diwarnai pembakaran bendera Israel.

Masyarakat Australia juga mengkritik pemerintah Mesir karena tidak membuka wilayah perbatasan bagi masuknya pengungsi dan bantuan.

Sedangkan di Indonesia aksi yang sama juga dilakukan di beberapa tempat, seperti di Kedutaan ASdan Mesir.

Selain bantuan logistik, Indonesia juga berencana akan mengirimkan relawannya untuk membantu rakyat Palestina berjuang melawan Israel.

Sementara negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI, merencanakan akan mengajukan Israel ke Dewan HAM PBB. Hal itu dilakukan jika DK PBB tidak dapat menghentikan aksi brutal Israel itu.[jib]

inilah.com

Survei LSI: Demokrat Pemenang Pemilu

Jakarta - Siapa pemenang pemilu jika pencoblosan dilakukan hari ini? Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan, Partai Demokrat akan mengalahkan PDIP dan Partai Golkar.

"Demokrat naik karena citra partai di mata publik, kepemimpinan SBY, evaluasi atas kondisi makro dan kebijakan pemerintah, serta kampanye yang gencar lewat media massa," kata Direktur eksekutif LSI Saiful Mujani dalam pemaparan hasil survei di Jakarta, Minggu (4/1).

Saiful menjelaskan, dari hasil survei yang digelar 10-22 Desember 2008 lalu, Partai Demokrat menjadi partai yang dipilih paling banyak oleh responden dengan persentase 23 persen. "Posisi ini merupakan kenaikan berlanjut sejak September 2008," ujarnya.

Di posisi kedua, menyusul PDIP dengan persentase 17 persen pemilih. "PDIP mengalami rebound atau naik kembali dari sebelumnya 14 persen pada tiga bulan sebelumnya," imbuh Saiful.

Sementara Golkar, lanjut Saiful, terus mengalami tren negatif. Data menunjukkan pemilih Golkar hanya mencapai 13.3 persen saja. "Ini merupakan penurunan terendah dalam sejarah," katanya.

Sedangkan untuk partai-partai baru, data LSI menemukan belum terjadi lonjakan signifikan. Partai Hanura misalnya masih berada di kisaran 1,3 persen. Demikian juga dengan Partai Gerindra yang setia di kisaran 3-4 persen.

Metodologi survei dilakukan dengan wawancara tatap muka 2.200 sampel yang dipilih dari responden seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam Pemilu 2009 yang berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah.

Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen dengan margin of error sebesar 2,2 persen.[dil]

inilah.com

Kamis, 25 Desember 2008

Kampanye Pencitraan Golkar Melempem?


Pemilu 2009
25/12/2008

Kampanye Pencitraan Golkar Melempem?

Jakarta - Sebagai partai besar, Golkar terkesan kurang agresif dalam membangun pencitraan menjelang Pemilu 2009. Padahal politik pencitraan sangat efektif dalam mendongkrak elektabilitas parpol. Dengan trik ini, sejumlah partai berhasil mengangkat popularitasnya.

Di Amerika Serikat, imagologi politik sangat berdampak pada elektabilitas (keterpilihan) parpol. Nampaknya di Indonesia, gejala yang sama juga sedang berlangsung. Meski apa yang terjadi di Indonesia dan Amerika tidaklah persis sama, tapi relatif agak serupa. Artinya, politik pencitraan seakan tak terelakkan.

Para analis politik melihat, Partai Demokrat, misalnya, dapat mengangkat elektabilitasnya karena mampu mencitrakan diri sebagai partai pemerintah yang berhasil dalam pemberantasan korupsi serta sejumlah program pro rakyat seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, dan sebagainya.

PDI Perjuangan juga berhasil mempertahankan diri sebagai partai ”papan atas” lantaran mampu mencitrakan diri sebagai partai oposisi yang menjanjikan perubahan. “Sedangkan Partai Gerindra meroket popularitasnya melalui politik pencitraan sebagai partai petani,’’ kata Umar S Bakry, Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN).

Jika kondisi ekonomi membaik, Partai Demokrat sebagai partai pemerintah dapat menuai popularitas. Sebaliknya jika kondisi ekonomi sedang buruk, PDI-P sebagai partai oposisi akan menjadi partai harapan publik.

Dalam hal ini, ada kecenderungan Golkar masih bersikap wait and see dari segi imagologi politik, belum agresif seperti Partai Gerindra dan Partai Demokrat dalam membangun pencitraan .

Ada kekhawatiran akibat kurangnya imagologi politik Golkar di media, hal itu bisa menyebabkan kian merosotnya elektabilitas Partai Golkar sebagaimana ditengarai berbagai lembaga survei belakangan ini.

Survei terakhir LSI (Lingkaran Survei Indonesia) pimpinan Denny JA memprediksi PDIP memperoleh 31% suara, Demokrat 19% sementara Golkar tak sampai 12%. Namun menariknya, rakyat belum tentu memilih Mega sebagai capres unggulannya.

Sebanyak 42% masih memilih SBY dan Mega 40%. Sisanya menjawab tidak tahu. Hasil survei LSI Denny JA ini diumumkan akhir pekan lalu. Survei ini sempat jadi bahan kritikan, terutama dari kubu Golkar.

Kader Golkar Ariady Achmad menunding survei itu menyesatkan. ”Kita minta survei-survei menyesatkan rakyat ditertibkan. Ada kecenderungan, selain caranya tidak fair sehingga hasilnya tidak akurat, juga mulai dipakai untuk membunuh karakter seseorang atau organisasi,” kata fungsionaris DPP Partai Golkar itu .

Sementara Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla menyatakan tidak percaya dengan hasil survei tersebut, dan menunding pimpinan LSI memiliki kedekatan dengan PDIP.

Sedangkan mengenai belum gencarnya Golkar mempromosikan diri lewat iklan di media massa, JK mengingatkan bahwa rakyat Indonesia ini seringkali lupa. Sehingga Golkar baru akan melakukan promosi di media mendekati pelaksanaan Pemilu mendatang.

“Rakyat kita mudah lupa. Tapi rakyat juga sudah pandai melihat siapa yang sudah berbuat yang terbaik buat negara ini. Golkar percaya tak akan kehilangan pemilih,” papar JK, saat bersilaturahmi dengan sejumlah pimpinan media massa, beberapa waktu lalu.

Meskipun demikian, melihat pro-kontra atas hasil survei LSI itu, ada baiknya Golkar mengambil langkah memperkuat politik pencitraan dan program kerja di tingkat akar rumput agar bisa berpacu dalam pemilu 2009. ''Bagaimanapun potensi Partai Golkar untuk menjadi pemenang pemilu 2009 sebenarnya belum tertutup,'' kata Umar Bakry.

Berdasarkan hasil survei LSN Oktober 2008, Golkar masih merupakan partai terpopuler (paling dikenal publik). Bersama Partai Demokrat, Golkar juga menjadi partai terfavorit (paling disukai publik).

Kini, terpulang kepada elite Golkar untuk merespon tantangan dan persoalan yang menyangkut politik pencitraan dan elektabilitas partai tersebut. Masih ada kesempatan. [E1]

www.inilah.com

Din : IPM Perlu Bentuk Kader Militan

Selasa, 23 Desember 2008

Jakarta- IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) sebagai salah satu ortom Muhammadiyah, dan juga kawah candradimuka bagi kader-kader Muhamadiyah, harus menghasilkan kader-kader militan yang saat ini mulai pudar.

Demikian diungkapkan Din Syamsuddin, ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pimpinan Pusat IPM di gedung dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2008).

Menurut Din, militansi yang dahulu pernah menjadi spirit pada kader-kader Muhammadiyah, saat ini mulai tidak tampak, dan malah dicontoh ormas Islam lain, dalam melakukan perkaderan.

Lebih lanjut menurut Din, revitalisasi yang dibangun di Muhammadiyah, telah pas menjadi agenda aksi utama di wilayah Pelajar Muhammadiyah, “Revitalisasi ideologi yang dibangun di Muhammadiyah, sudah pas menjadi agenda utama IPM, selain agenda advokasi, dan budaya tanding,” jelasnya.

Pada acara pelantikan PP IPM di gedung Dakwah Muhammadiyah, dihadiri sejumlah tokoh, antara lain, wakil ketua MPR, AM Fatwa, Anggota Fraksi Golkar DPR RI Hajriyanto Y Tohari, Ortom Pusat Muhammadiyah, Atase Agama Kedutaan Besar Malaysia, Tuan Ismail Tuan Abdullah, KNPI Pusat, ketua-ketua OKP tingkat pusat.

Dalam acara tersebut juga diisi hiburan berupa tari Saman, dan juga beberapa testimoni dari mantan IPM dan IRM. (mac)

www.muhammadiyah.or.id

PERNYATAAN BERSAMA ORMAS-ORMAS ISLAM

PERNYATAAN BERSAMA ORMAS-ORMAS ISLAM
MENYAMBUT TAHUN BARU 1430 H


Bismillahirrahmanirrahim

Setelah memperhatikan kondisi dan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini serta memprihatinkan kondisi kehidupan Bangsa Indonesia dan perkembangan internasional, maka dalam menyambut Tahun Baru 1430 Hijriah, sebagai perwujudan rasa persaudaraan (Ukhuwwah Islamiyah) Pimpinan Ormas Islam menyampaikan pokok-pokok pikiran sebagai berikut :

  1. Tahun Baru 1430 H bagi umat Islam merupakan momentum untuk menghidupkan spirit hijrah, yakni melakukan tahrir (pembebasan) dari segala bentuk ketertinggalan menuju kepada kemajuan hidup dan peradaban di berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, poitik, dan budaya. Karena itu diperlukan pemikiran dan sikap umat Islam yang lebih positif, cerdas, maju, optimis, dan kerja keras dalam menghadapi kompleksitas kehidupan saat ini sehingga keluar menjadi umat yang terbaik (khaira ummah).

  1. Dalam perkembangan mutakhir kehadiran Tahun Baru Hijrah juga dapat dijadikan momentum untuk membebaskan manusia dari segala bentuk kejahiliyahan “modern” yang menjadikan dirinya mudah diperbudak oleh materi (ta’bid ‘an mawad), kekuasaan (ta’bid ‘an siyasiyah), nafsu biologis (ta’bid ‘an syahawat), dan egoisme diri (ta’bid ‘an nafs) yang tumbuh subur dalam budaya materialisme, kapitalisme, dan hedonisme. Umat Islam dituntut untuk melakukan peneguhan iman dan taqwa, yang membangkitkan energi spiritualitas dan moralitas yang kokoh dalam menghadang budaya inderawi yang ganas itu. Pemerintah dituntut untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terhadap penyebaran budaya yang merusak tersebut, terutama media massa. Sejalan dengan ini, pemerintah dituntut untuk menerapkan strategi dan kebijakan pendidikan nasional, untuk membangun akhlak mulia dan karakter bangsa.

  1. Menjelang Pemilu 2009 segenap elite politik dan komponen bangsa diimbau untuk menampilkan prilaku politik yang benar-benar berakhlak mulia (akhlak karimah), serta menempatkan kepentingan/nasib rakyat dan negara di atas kepentingan-kepentingan yang sempit. Para politisi dituntut untuk meninggalkan politik uang, janji palsu, kampanye negatif, dan praktek-praktek kotor lainnya. Sebaliknya, para politisi dituntut agar melandasi politik dengan moral dan keadaban, sehingga politik membawa pada kemaslahatan bagi hajat hidup bangsa.

  1. Dalam menghadapi krisis financial global dewasa ini, yang nyata-nyata memberikan dampak kepada kehidupan perekonomian bangsa berupa antara lain kelesuan kehidupan sektor riil, bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang amat merisaukan kehidupan masyarakat, diharapkan umat beragama dapat memberikan kontribusi yang konstruktif dalam membangun kembali basis-basis ekonomi kerakyatan yang bersifat pro dhu’afa. Sesuai dengan prinsip ekonomi berdasarkan UUD 1945, yang menekankan nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

  1. Para pemimpin dan elit nasional maupun daerah diajak untuk bersungguh-sungguh dalam mengurus negara/pemerintahan, berhidmat untuk sebesar-besarnya hajat hidup rakyat, memberikan keteladanan yang baik (sidik, amanah, tabligh, fatonah), bersikap jujur dan terpercaya, dan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan sendiri dan kelompok. Kesiapan para elit untuk memimpin bangsa hendaknya dilandasi oleh spirit kenegaraan untuk mengurus negara dengan baik, memajukan kehidupan bangsa, mengeluarkan bangsa dari krisis, membangun karakter bangsa, dan berkhidmat bagi kepentingan rakyat. Bukan sekedar mobilitas individual dan memenuhi hasrat kuasa. Pemilu 2009 hendaknya dijadikan sebagai wahana penghidmatan sekaligus menyelamatkan bangsa, bukan menjadi ajang perjuangan politik-kekuasaan belaka.

  1. Pemerintah dan segenap kekuatan nasional dihimbau untuk benar-benar memperhatikan nasib rakyat dan mengeluarkan mereka dari berbagai kesulitan hidup yang diakibatkan oleh kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, sulitnya mencari pekerjaan, dan semakin kerasnya perjuangan hidup sehari-hari. Karena itu para elit dan kelompok masyarakat yang berkecukupan dihimbau keteladannya untuk mewujudkan pola hidup sederhana dan mau berbagi serta memperhatikan nasib kelompok masyarakat yang berkekurangan. Jauhkan sikap hidup mewah, boros, dan berlebihan yang dapat merusak solidaritas dan ketahanan bangsa.

  1. Umat Islam dan segenap golongan agama diajak untuk menjadikan risalah agama sebagai pembawa misi perdamaian, pencerdasan, dan kemajuan hidup. Jauhkan agama dari berbagai bentuk kekerasan dan kejumudan, serta hadirkan sikap keagamaan yang toleran, terbuka, harmonis, dan tengahan (tawasuth), dengan demikian risalah agama benar-benar menjadi rahmatan lil alamin.

  1. Serangan tentara Israel ke Jalur Gaza yang menimbulkan ratusan korban jiwa adalah suatu kedholiman dan kebiadaban nyata yang tidak dapat dibenarkan oleh dalih apapun. Oleh karena itu, Pimpinan Ormas Islam menyatakan sikap sebagai berikut:

a. Mendesak PBB untuk mengambil tindakan tegas dengan memberi sanksi berat terhadap Teroris Israel sebagai pelaku tindakan kejahatan kemanusiaan. PBB tidak cukup mendesak penghentian tindakan militer brutal tersebut tetapi perlu memberi sanksi berat, karena sikap lunak PBB selain tidak akan digubris Israel tetapi juga tidak akan membuatnya jera. Israel harus segera melepaskan penjajahannya atas Palestina.

b. Menyerukan kepada Negara-negara cinta damai untuk melakukan langkah-langkah bersama yang efektif agar Israel segera menghentikan serangannya tanpa syarat dan tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang, termasuk alternatif mengajukan pemimpin Israel ke Mahkamah Internasional.

c. Mendukung sikap Pemerintah Republik Indonesia yang mengutuk serangan tersebut dan mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk memprakarsai resolusi untuk menjatuhkan sanksi atas Israel, khususnya melalui Dewan Keamanan PBB.

d. Menyerukan kepada rakyat Indonesia yang cinta damai untuk menunjukan solidaritas dengan memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban dan bagi perjuangan rakyat Palestina mewujudkan kemerdekaannya. Kepada umat Islam diserukan untuk membacakan qunut nazilah.

Demikian pernyataan bersama Pimpinan Ormas Islam, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayah dan taufik-Nya disertai dengan upaya-upaya dan harapan yang optimis untuk terwujudnya masa depan yang lebih baik.

Jakarta, 2 Muharram 1430 H / 30 Desember 2008 M

PIMPINAN ORMAS ISLAM TINGKAT PUSAT

DAFTAR ORGANISASI MASYARAKAT

HADIR PADA ACARA SILATURRAHIM ORMAS-ORMAS ISLAM

"Jakarta, 30 Desember 2008"

NO. ORGANISASI MASYARAKAT NAMA UTUSAN

1 PP Muhammadiyah Din Syamsuddin

2 PB. Nahdlatul Ulama Masykuri Abdillah

3 PP. Al-Irsyad Al-Islamiyah KH. Abdullah Zaidi

4 PB. Jamiyatul Al-Wasliyah H.M. Azis Ritonga

5 Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Zahir Khan

6 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Muslimin Nasution

7 Dewan Masjid Indonesia M. Natsir Zubaidi

8 DPP. Hidayatullah Abdul Mannan

9 PP AL ITTIHADIYAH MK. Satria

10 PP. WANITA ISLAM Hj. Halida Ibrahim

11 DPP. Persatuan Islam Tauhid Indonesia H.M. Syarif Tanudjaja

12 Badan Kerjasama Pemuda Remaja Masjid Indonesia Danil M. Chaniago

13 Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia Bariroch

Din Luruskan Konsep 'Poros Tengah'

23/12/2008

Din Luruskan Konsep 'Poros Tengah'

Jakarta - Kesal lantaran gagasannya dipahami secara keliru, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin merasa perlu meluruskannya di depan publik. Gagasan yang telanjur dikonotasikan sebagai 'Poros Tengah II' itu, kata Din, sebenarnya koalisi strategis partai-partai Islam untuk mencari solusi masalah bangsa.

"Jadi, bukan untuk mengganjal salah satu capres tertentu. Gagasan yang saya maksudkan adalah koalisi strategis agar parpol-parpol itu melakukan komunikasi yang intens dalam menghadapi masalah strategis kebangsaan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/12).

Usai tampil sebagai pembicara kunci pada 'Refleksi Akhir Tahun Politik Keagamaan' di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, dia menambahkan sebenarnya namanya tidak jadi masalah, apakah koalisi strategis, poros penyelamat, atau yang lain. "Tetapi Poros Tengah kan sudah terlanjur dikenal sebagai koalisi untuk menggolkan capres," katanya.

Din mengatakan, dirinya ingin mendorong partai-partai Islam dan ormas-ormas Islam sebagai lingkaran terdekatnya untuk menjalin komunikasi yang intensif agar "simpul-simpul" yang ada selama ini menjadi lebih solid.

Setelah itu, katanya, koalisi strategis ini juga menjalin komunikasi dengan pihak-pihak lain seperti kalangan nasionalis dan lain-lain, sehingga dikotomi agamis dan nasionalis.

"Jadi, tidak benar gagasan koalisi yang saya inginkan itu akan memperkuat dikotomi antara kelompok agamis dengan nasionalis. Justru kita ingin agar dikotomi itu cair," katanya.

"Sehingga diharapkan partai berazas Islam itu memiliki tanggung jawab moral dengan membawa nilai-nilai Islam," katanya.

Din juga menambahkan, partai Islam tidak bisa dikatakan tidak nasionalis dan juga sebaliknya partai nasionalis tidak bisa dikatakan tidak agamis atau tidak religius.

"Kita ingin nasionalisme dan agamis itu bukan sekadar simbolik, tetapi yang aktif sehingga mampu menghasilkan hal-hal yang strategis bagi bangsa," katanya.

Sementara itu, ketika berbicara dalam acara Refleksi Akhir Tahun Politik Keagamaan, Din Syamsuddin mengatakan, di kalangan umat Islam maupun umat lainnya sekarang ini, terjadi peningkatan spiritual.

Tetapi, katanya, di sisi lain umat yang berseberangan atau semakin jauh dari agama juga tidak sedikit jumlahnya.

"Ke depan situasi seperti ini kelihatannya masih akan berlanjut. Di situ ada faktor politik, sehingga potensi umat beragama dipolitisasi cukup besar," katanya mengingatkan.

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Pramono U Tanthowi mengingatkan bahwa Pemilu 2009 bisa menjadi arena di mana partai-partai politik akan berlomba melakukan politisasi agama, yang hanya menjadi jargon untuk memanfaatkan suara umat.

Diskusi tersebut menampilkan empat pembicara yakni Guru Besar FISIP UI Prof Dr Thamrin Amal Tamagola, Guru Besar UIN Jakarta Prof Dr Bachtiar Effendi, Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latief dan Ketua Komnas Perempuan Kemala Candrakirana. [*/P1]

sumber : http://pemilu.inilah.com/berita/2008/12/23/70942/din-luruskan-konsep-'poros-tengah'/

PKS Dongkrak Konstituen Hindu Bali


26/12/2008

PKS Dongkrak Konstituen Hindu Bali

INILAH.COM, Jakarta- Keseriusan PKS mengembangkan semangat keterbukaan yang dideklarasikan dalam Mukernas di Bali, Februari 2008, kini mulai membuahkan hasil. Terbukti kini banyak masyarakat Hindu Bali yang beralih haluan menjadi pendukung PKS.

Kepada INILAH.COM, Kamis (25/12) malam, Sekretaris Jenderal PKS, Anis Matta, mengaku di antara penganut Hindu Bali yang mendukung PKS itu bahkan banyak yang ikut menjadi tim sukses untuk caleg-caleg PKS yang notabene beragama Islam.

Anis yang sebelumnya tampil dalam acara konsolidasi kader di Hotel Nikki, Denpasar, menegaskan PKS telah berhasil mengubah peta politik Indonesia dengan menghilangkan sekat-sekat agama, ideologi, dan suku. “Dengan mengakhiri era politik aliran, PKS hendak membangun wawasan kebangsaan baru dengan mengedepankan semangat kepahlawanan dan inovasi,” kata Anis.

Ide tentang ‘The Next Indonesia’, Lanjut Anis, harus dimulai dengan membangun tiga nilai utama, yaitu kepahlawanan, kebersamaan, dan inovasi. Itulah fondasi baru bagi Indonesia masa depan. “Ini yang menjelaskan mengapa masyarakat Hindu Bali tidak lagi punya hambatan untuk menerima dan mendukung PKS," kata Anis. [P1]

sumber : inilah.com

Jimly: Putusan MK Penuhi Kedaulatan Rakyat


24/12/2008

Jimly: Putusan MK Penuhi Kedaulatan Rakyat

INILAH.COM, Jakarta – Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie meminta semua pihak menghormati keputusan MK yang menetapkan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak. Karena putusan tersebut merupakan cermin kedaulatan rakyat.

“Tinggal lihat positifnya bahwa kedaulatan rakyat dipulihkan secara penuh,” ujar Jimly usai konfrensi pers pembentukan Dewan Kehormatan (DK) KPU, di KPU, Jakarta, Rabu (24/12).

Menurut Jimly yang sekarang menjabat sebagai Ketua DK KPU, semua pihak harus menghormati keputusan MK tersebut. Sedangkan bagi KPU dan parpol harus menjalankan putusan tersebut.

“Tinggal dilaksanakan saja keputusan MK itu. Ini harus dihargai,” ujar Jimly.

Meski begitu, lanjut Jimly, dirinya tidak menampik bahwa putusan MK tersebut tidak dapat diterima sebagian pihak. Sebab dalam pembuatan UU memang tidak mudah. Belum lagi melakukan pembatalan terhadap pasal dalam UU.

“Waktu membuat UU ada konsepsi yang dibangun. Nah waktu membatalkan tergantung yang mengajukan. Ya kalau yang mengajukan Cuma satu pasal ya satu pasal saja yang diuji. Tapi kalau dua pasal, kadang-kadang berkaitan dengan dua pasal lainnya. Itu saja kesulitannya,” pungkasnya.[win/jib]

Sumber : inilah.com

Rabu, 24 Desember 2008

BIODATA CAPRES RI 2009 DARI PMB


BIODATA DIN SYAMSUDIN

Nama
Prof. DR. M. Din Syamsuddin, MA
Lahir :
Sumbawa Besar, 31 Agustus 1958
Agama :
Islam

Keluarga:
1. Fira Beranata, Istri, (Ibu Rumah Tangga, Wiraswasta)
2. Farazahdi Fidiansyah(L/ 19th), anak, Mahasiswa Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya
3. Mihra Dildari (L/17th), anak, Siswa Kelas 3 SMU labschool, Jakarta
4. Fiardhi Farzanggi (L/15th), anak, siswa kelas 1 SMU International Islamic Boarding School, Cikarang

Pendidikan :
1. MI-NU Sumbawa Besar (1968)
2. Mts-NU Sumbawa Besar (1972)
3. Pondok Modern Gontor Jawa Timur (1975)
4. IAIN Jakarta, Sarjana Muda, Fakultas Ushuluddin (BA, 1980)
5. IAIN Jakarta, Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama (Drs, 1980)
6. University of California Los Angeles (UCLA), USA, Interdepartmental Programme in Islamic Studies (MA, 1988)
7. University of California Los Angeles (UCLA), USA, Interdepartmental Programme in Islamic Studies (Ph.D, 1991)

Pekerjaan:
Dosen/ Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1982 - sekarang)

Pengalaman Lembaga Akademik:
1. Dosen di berbagai Perguruan Tinggi (UMJ, UHAMKA, UI, 1982 - 2000)
2. Anggota Dewan Riset Nasional (1993 – 1998)

Pengalaman Organisasi:
1. Ketua IPNU Cabang Sumbawa (1970 - 1972)
2. Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, IAIN Jakarta (1980 - 1982)
3. Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM, 1985)
4. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (1989-1993)
5. Wakil Ketua Mejelis Pemuda Indonesia (1990 - 1993)
6. Wakil Ketua PP Muhammadiyah (2000-2005)
7. Sekretaris Dewan Penasihat ICMI Pusat (1990-1995)
8. Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI, 2000-2005)

Pengalaman dalam Partai Politik dan Birokrasi:
1. Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan DPP GOLKAR (1993-1998)
2. Wakil Sekjen DPP GOLKAR (1998-2000)
3. Wakil Sekretaris Fraksi Karya Pembangunan MPR-RI (1998)
4. Wakil Ketua Fraksi Karya Pembangunan MPR-RI (1999)
5. Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, DEPNAKER RI (1998-2000)

Jabatan Sekarang (Nasional) :
1. Ketua Umum, PP Muhammadiyah (2005-2010)
2. Wakil Ketua Umum MUI Pusat (2005-2010)
3. Wakil Ketua Dewan Penasihat ICMI Pusat (2005-2010)
4. Ketua, Indonesian Committee on Religions for Peace/ IComRP (2000 - sekarang)
5. Chairman of Center for Dialogue and Cooperation among Civilisations/ CDCC (2007 - sekarang)

Jabatan Organisasi (Internasional) :
1. Chairman, World Peace Forum/ WPF
2. President, Asian Committee on Religions for Peace/ ACRP, based in Tokyo (2004 - sekarang)
3. Honorary President, World Conference on Religions for Peace/ WCRP, based in New York (2006 - sekarang)
4. Member, World Council of World Islamic Call Society, based in Tripoli (2005 - sekarang)
5. Vice Secretary General, World Islamic People’s Leadership, based in Tripoli (2005 - sekarang)
6. Member, Strategic Alliance Russia based Islamic World (2006 - sekarang)
7. Member, UK-Indonesia Islamic advisory Group (2006 - sekarang)

KNPI Usul Pemilu Maksimal 3 Kali


24/12/2008

KNPI Usul Pemilu Maksimal 3 Kali

INILAH.COM, Jakarta - Pemilihan umum di Indonesia sangat melelahkan. Bahkan di suatu daerah bisa pemilu hingga 5-8 kali. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) meminta pemilu di Indonesia maksimal sebanyak 3 kali.

"Agar masyarakat tidak jenuh," kata Ketua Umum DPP KNPI Hasil Kongres Ancol Ahmad Doli Kurnia saat menyampaikan refleksi akhir tahun KNPI di Jakarta, Selasa (23/12).

Tiga kali pemilu tersebut adalah pemilu memilih presiden dan wakil presiden, memilih anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, serta memilih kepala daerah.

Selain itu, KNPI juga mengusulkan agar dalam upaya penyederhanaan partai pasca Pemilu 2009, hanya dilakukan melalui mekanisme electoral threshold (ET), tidak perlu memakai parliamentary threshold (PT). Hal itu karena tidak menjamin terlembagakannya suara rakyat.

"Laksanakan saja ET dengan konsisten, jangan ada 'trade off'. Jangan memberikan semacam 'wild card' bagi parpol yang memiliki kursi di DPR, secara otomatis jadi peserta pemilu berikutnya," kata Doli.

Masih terkait bidang politik, KNPI juga mendesak agar sistem distrik dalam pemilu segera diberlakukan dan diatur UU Pemilu berikutnya. [*/nng]

Sumber : inilah.com

Penjelasan Tentang Wacana " POROS TENGAH JILID II"



Penjelasan Tentang Wacana " POROS TENGAH JILID II"

Monday, 15 December 2008

Jakarta - Telah terjadi distorsi makna gagasan yang sebenarnya: yang saya maksudkan adalah perlunya KOALISI STRATEGIS (bukan Poros Tengah, tapi dapat dipakai sebagai salah satu istilah tapi dengan makna lain) diantara partai-partai Islam dan berbasis massa Islam dalam menghadapi persoalan-persoalan strategis kebangsaan (tidak hanya soal Pilpres),karena terkesan selama ini mereka berbeda satu sama lain padahal sama-sama mengaitkan diri dengan Islam. Sebagai akibatnya umat di lapis bawah bingung dan terpecah.

Hal ini tidak positif bagi citra politik Islam dan konsolidasi demokrasi Indonesia. Jadi gagasan koalisi strategis berjangka panjang sebagai pola hubungan antara partai-partai Islam dan berbasis massa Islam tanpa harus melebur eksistensi mereka. Masalah-masalah strategis tidak khusus tentang pilpres yang berjangka pendek, itu pun perlu disikapi bersama secara
strategis.

Koalisi strategis ini merupakan realisasi ukhuwah Islamiyah dan silaturrahmi dalam kehidupan politik. Itu adalah ajaran Islam dan mereka yang mendasarkan diri kepada Islam perlu mengamalkannya.

Koalisi strategis ini juga untuk memudahkan komunikasi bahkan komunikasi dengan lingkaran-lingkaran politik lain dalam rangka membangun Simpul Lingkaran Kebangsaan yang diperlukan Indonesia yang majemuk.


Koalisi Strategis ini justeru untuk memudahkan pencairan dikotomi politik nasionalis vs Islam, yang sudah tercipta sejak dulu dan masih ada dengan adanya partai-partai Islam dewasa ini. Kalau Poros Umat berhubungan dengan orang perorang, tapi Koalisi Strategis berhubungan dengan bentuk komunikasi antar partai.

Bisa dikaitkan dengan Pilpres untuk meningkatkan political leverage partai Islam, karena jalan sendiri-sendiri mereka hanya pelengkap penyerta kalau tidak penderita dari kekuatan politik lain.

Hanya partai yang tidak mau mengamalkan ajaran ukhuwah dan silaturrahim atau karena egoisme kepartaian yang akan menolak ajakan moral ini. (ds)

Sumber :http://www.m-dinsyamsuddin.com/index.php/Penjelasan_Tentang_Wacana_POROS_TENGAH_JILID_II_.html

Koalisi Strategis Parpol Islam Sebagai Poros Tengah Baru

Koalisi Strategis Parpol Islam Sebagai Poros Tengah Baru

(Jakarta,11 Desember)--Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan menghadapi Pemilu yang akan datang perlu adanya koalisi strategis parpol Islam dan parpol berbasis massa Islam. Halini dimaksudkan agar representasi politik Islam tetap berlanjut dan marwah politik Islam tetap terjaga. Menurut DS, yang juga guru besar politik Islam UIN, kekuatan politik Islam yang tersebar di banyak parpol hendaklah tidak menjadi faktor kelemahan, tapi kekuatan umat Islam pada ranah politik.



Banyaknya parpol Islam selain potensial memecah belah umat Islam, juga dapat membawa kekalahan politik. Apalagi selama ini perolehan suara parpol Islam dan parpol berbasis massa Islam pada beberapa Pemilu cenderung konstan di bawah 40%; kalau pun ada parpol yang memperoleh tambahan suara adalah karena mengambil suara saudaranya sendiri dari parpol Islam lain.

Menghadapi kenyataan itu, lanjut Din, perlu diciptakan "simpul lingkaran-lingkaran" yang membuat ikatan kuat, khususnya pada persoalan strategis seperti masalah-masalah kebangsaan dan pemilihan presiden atau wapres.

Kalau hal ini tidak dilakukan maka kekuatan politik Islam akan melemah dan parpol-parpol Islam hanya menjadi pelengkap penyerta dari arus kekuatan politik lain. Koalisi strategis ini menjadi mendesak menghadapi pilpres, karena idealnya parpol Islam dan parpol berbasis massa Islam idealnya tampil dengan calon tunggal untuk capres dan atau cawapres.

Koalisi strategis ini akan berfungsi sebagai poros tengah baru terhadap dua kekuatan yaitu incumbent dan oposisi. Poros Tengah baru ini selain akan membawa soliditas suara pemilih Muslim juga dapat menjaring dukungan pemilih lain khususnya "swing voters" (pemilih yang belum menentukan pilihanmya) yang jumlahnya ditaksir sangat besat. (ds)

sumber :http://www.m-dinsyamsuddin.com/index.php/Koalisi_Strategis_Parpol_Islam_Sebagai_Poros_Tengah_Baru.html

Bola di Tangan Parpol Islam


12/12/2008

Bola di Tangan Parpol Islam


INILAH.COM, Jakarta – Eskalasi politik menjelang Pemilu 2009 makin hangat menyusul gagasan poros tengah dari Din Syamsudin. Alasan Din jelas dan gamblang. Saat ini, bola ada di partai politik Islam. Beranikah parpol Islam melawan SBY?

Keberanian parpol Islam bisa diukur dari jejak rekam politik sepanjang era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono. Indikasinya, bisa dilihat dari sikap parpol Islam menyikapi beberapa momentum politik yang dianggap penting di parlemen.

Dari komposisi Kabinet Indonesi Bersatu (KIB) pimpinan SBY, semua unsur partai Islam terlibat di KIB. Sebut saja, Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali menjadi Menteri Negara Koperasi dan UKM, Sekjen DPP PKB Lukman Edy sebagai Menteri Negara Percepatan Daerah Tertinggal (PDT), Pengurus DPP PKB Erman Suparno menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Dari unsur PKS, ada Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan Adyaksa Dault sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. Selain itu, PBB ada MS Kaban sebagai Menteri Kehutanan. Di partai pimpinan Soetrisno Bachir, PAN pun juga ada wakil di kabinet SBY yaitu Menteri Sekertaris Negara Hatta Radjasa dan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.

Keterlibatan politisi Islam di KIB, jelas mempengaruhi ritme relasi antara parpol Islam dengan pemerintahan SBY. Setidaknya sampai muncul kontroversi hak angket BBM, parpol Islam dipastikan selalu mengamankan kebijakan pemerintah. Beberapa kali upaya hak angket dan interpelasi yang kandas di tengah jalan, tidak terlepas dari sikap politik partai Islam di parlemen.

Munculnya kejanggalan parpol Islam dalam hak angket, menurut analis politik, tidak terlepas dari situasi menjelang Pemilu 2009. Upaya menjaga jarak dengan pemerintah menjadi langkah jitu untuk mendongkrak popularitas parpol.

Kendati demikian, secara umum, sikap parpol Islam terhadap pemerintahan SBY cenderung mencari aman. Ini juga tidak terlepas dari sikap politik SBY yang tak jarang memberi angin segar bagi kalangan Islam. Sebut saja, soal UU Pornografi yang mendapat dukungan all out dari partai Islam dan ormas Islam.

Kendati begitu, menurut Din, poros tengah tidak dimaksudkan untuk mengunci figur SBY maupun Mega dalam Pilpres 2009 mendatang. “Jika mereka bersepakat misalnya mengusung SBY, itu terserah mereka (partai politik Islam, red),” katanya kepada INILAH.COM.

Namun, bagi pengamat politik Indria Samego, keberadaan poros tengah merupakan alat pemecah kebuntuan politik dengan bipolarisasasi dua kekuatan antara SBY dan Mega. “Poros tengah untuk memecah kebuntuan politik dalam rekrutmen kepemimpinan nasional. Agar tidak lu lagi-lu lagi,” tegasnya.

Sementara Ketua Fraksi PPP DPR, Lukman Hakiem Saifudin menyambut positif ajakan poros tengah oleh Ketua PP Muhammadiyah tersebut. Meski demikian, Lukman menyaratkan, poros tengah mungkin dapat terealisasi pasca pemilu legislatif. “Jadi konsolidasi konkret dapat terwujud pasca pemilu legislatif. Sangat terbuka poros tengah mencalonkan presiden/wakil presiden,” katanya, Jumat (12/12) di Jakarta.

Sementara, Ketua FPKS DPR Mahfudz Siddiq mempertanyakan pijakan poros tengah dengan membuat blok Islam dan non-Islam. Meski demikian, ia menyambut positif koalisi antar partai politik Islam. “Perlu dipertimbangkan apakah polarisasi aliran di Indonesia masih relevan atau tidak,” katanya kepada INILAH.COM, Jumat (12/12) di Jakarta.

Menurut Mahfudz, jauh lebih penting dari pembentukan koalisi partai Islam adalah pembentukan konfederasi besar partai-partai dari beragam latar belakang. “Konfederasi inilah diproyeksikan menjadi partai berkuasa dan partai oposisi,” tegasnya.

Di internal partai politik Islam memang terjadi ganjalan yang tidak sederhana dalam membentuk koalisi partai-partai Islam. Selain pertimbangan pragmatis terkait dengan incumbent, persoalan di masing-masing internal partai politik juga tidak mudah diatasi. PKS, misalnya, beberapa waktu terakhir berjuang keras untuk beranjak menjadi partai terbuka.

Meski begitu, Din menilai, politisi Islam terlalu inferior dan apologetik soal identitas kepartainnya. “Politisi Islam janganlah inferior. Bukankah mereka mengidentifikasi sebagai partai Islam,” kata Din. Berani tidak Partai Islam lawan SBY? [I4]

sumber inilah.com

Jumat, 19 Desember 2008

Din Syamsuddin "Dilamar" PMB



18/12/2008 23:39

Din Syamsuddin "Dilamar" PMB

Din Diharap Dongkrak Suara PMB

18/12/2008

Jakarta - Menjadi pemain baru dalam dunia parpol, Partai Matahari Bangsa (PMB) membutuhkan sosok yang diharapkan bisa mendongkrak perolehan suara. Itu sebabnya PMB memilih Ketua Umum Din Syamsuddin sebagai capres PMB.

"Dengan pencapresan Pak Din, diharapkan dapat mendongkrak suara PMB. Dengan deklarasi ini, kita mengharapkan suara maksimal," kata Ketua Umum PMB Imam Addaruqutni kepada INILAH.COM, Kamis (18/12).

Apalagi sosok Din, menurut Imam, dinilai memiliki integritas yang tinggi terhadap kebangsaan. Din juga tidak memiliki track record buruk.

"Pak Din pemimpin Muhammadiyah yang masih muda. Dia merupakan salah satu tokoh muda. Kita mendeklarasikan Pak Din sebagai capres meskipun perolehan suara PMB masih harus menunggu hasil pemilu legislatif," ujar Imam.

Sedangkan mengenai posisi cawapres, tambah Imam, akan dibicarakan setelah hasil pemilu legislatif. Deklarasi Din menjadi capres PMB akan digelar di Hotel Cempaka pukul 19.00 WIB. Din dipastikan Imam akan hadir. [jib/sss]

sumber : inilah.com

Din Dideklarasikan Capres PMB

18/12/2008

Jakarta - Setelah menggodok 13 nama, Partai Matahari Bangsa (PMB) akhirnya terpikat pada 1 nama, yakni Din Syamsuddin. Ketua Umum Muhammadiyah ini akan dideklarasikan sebagai capres partai bernomor urut 18 ini persis pada 18 Desember 2008.

"Kamis ini kita akan deklarasikan secara resmi pencalonan Pak Din. Kami sengaja tidak mengundang Pak Din untuk hadir. Kita ingin deklarasi ini menggambarkan murni untuk kepentingan partai, bukan kepentingan Pak Din," kata Sekjen PMB Ahmad Rofiq di Jakarta, Kamis (18/12).

Ditanya apakah Din bersedia menerima tawaran sebagai capres PMB, Rofiq hanya menyatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dan tidak ada masalah.

Alasan PMB memilih Din, jelas dia, karena kapabilitas, akseptabilitas dan perjuangan Din yang gigih untuk masyarakat. PMB menganggap untuk pemimpin 2009 mendatang diperlukan figur baru yang belum pernah sama sekali terkontaminasi dengan kekuasaan, tidak punya track record jelek, tapi yang dilakukannya selalu untuk kepentingan masyarakat secara umum.

"Pada era global ini, pemimpin sebuah negara tidak cukup bisa memiliki dan mengelola kemampuan internal, karena faktor eksternal bisa menjadi gangguan, sehingga perlu pemimpin yang kuat dan memiliki lobi ke pihak-pihak luar agar bangsa ini tidak diombang-ambing oleh pihak asing," tutur Rofiq.

Mengenai siapa tokoh yang akan mendampingi Din sebagai cawapres, Rofiq mengatakan, PMB belum memutuskannya. Namun, partai berlambang matahari dengan 12 sinar ini membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai-partai yang ada untuk menentukan siapa yang lebih pas mendampingi Din.

sumber : inilah.com

PKB Juga Incar Din Syamsuddin?

9/12/2008 01:11

PKB Juga Incar Din Syamsuddin?



INILAH.COM, Jakarta - Din Syamsuddin masih belum mau menjawab tawaran PMB yang ingin mengusungnya sebagai capres di Pilpres 2009. Di tengah keraguan Din akan perolehan suara PMB di Pemilu 2009, PKB mulai menghidupkan sinyal untuk mengincar Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

"Saya kira salah satu figur negeri ini adalah Prof Din Syamsuddin. Ia figur yang menarik," kata Ketua FPKB Effendy Choirie di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (18/12).

Walaupun PMB masih diragukan mendapat banyak dukungan suara dari masyarakat, menurut pria yang akrab disapa Gus Coy ini, lewat kehadiran Din mampu mendobrak hal itu. PMB bisa bergabung (berkoalisi) dengan parpol lain.

"Tapi figurnya Pak Din oke, tidak ada masalah, tinggal nanti bersaing dengan yang lain. Kalau Pak Din tidak jadi presiden, ya kan masih bisa jadi wakil presiden," ujarnya.

Gus Coy juga menyatakan tidak menutup kemungkinan akan adanya koalisi dengan PMB. Namun, ia tidak bersedia berkomentar lebih banyak.

"PKB kan urusan Muhaimin. Yang pasti bahwa menurut saya dia (Din) bagus-bagus saja," imbuhnya.

Sumber inilah.com