Rabu, 19 November 2008

PMB Patenkan Foto Ahmad Dahlan?

14/11/2008 16:57
PMB Patenkan Foto Ahmad Dahlan?


INILAH.COM, Jakarta - Kesal lantaran foto figur Ahmad Dahlan 'dimanfaatkan' PKS berkampanye, Partai Matahari Bangsa (PMB) menggagas akan mematenkan foto pendiri Mahummadiyah itu. Misinya sederhana: agar parpol lain tak bisa memanfaatkan seenaknya.

"Perlu dipikirkan hal itu. Kita akan komunikasikan dengan Pak Din (Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin) dan mengajak secara persuasif kepada pengurus Muhammadiyah," ujar Ketua Bappilu PMB Yusuf Wasyim usai diskusi dialektika demokrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/11).

Iklan kampanye PKS yang menampilkan KH Ahmad Dahlan, menurutnya, merupakan suatu pembohongan publik. Apalagi kader PKS dinilai lebih mengenal tokoh-tokoh di Timur Tengah daripada KH Ahmad Dahlan. Bahkan PMB sendiri tidak berani menayangkan foto tokoh pendiri Muhammadiyah itu.

"Kita tidak ingin terjebak secara simbol yang mengultuskan seseorang. Sekarang patut dipertanyakan, apakah PKS berani memasang wajah KH Ahmad Dahlan jika ia masih hidup. Tentunya harus meminta izin dahulu," kata Yusuf.

Menurut dia, telah terjadi kesalahan kode etik dalam penggunaan foto KH Ahmad Dahlan dalam iklan PKS. Padahal pihaknya pun juga harus meminta izin kepada Muhammadiyah jika ingin memasang wajah KH Ahmad Dahlan. [jib/sss]

http://www.inilah.com/berita/pemilu-2009/2008/11/14/61924/pmb-patenkan-foto-ahmad-dahlan/

Kian Mantap, Din Siap Nyapres

19/11/2008 13:31
Kian Mantap, Din Siap Nyapres

Makassar - Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin semakin lama semakin memantapkan diri untuk dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden pada Pemilu 2009.

Namun, untuk memutuskan ia menerima pencalonan itu, dirinya akan minta izin dulu ke Muhammadiyah. Sementara jika ditanya mampu atau tidak memegang tampuk kepemimpinan bangsa ini, Din Syamsuddin hanya memasrahkan diri kepada Tuhan.

Hal itu diungkapkan Din saat mendampingi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI Meutia Hatta dalam pembukaan Muktamar XI Nasyiatul Aisyiyah, di gedung Triple C, Tanjung Bunga Makassar, Rabu (19/11).

“Kalau ditanya apakah saya siap maka saya jawab siap, tapi kalau ditanya apakah saya

nantinya mampu, maka akan saya jawab Insyaallah. Jadi nanti apakah maju sebagai orang nomor satu atau nomor dua, semuanya tergantung perkembangan politik yang nantinya

baru ketahuan setelah pemilu legislatif,” kata Din kepada wartawan sesaat sebelum

meninggalkan lokasi muktamar XI organisasi putrid-putri Muhammadiyah.

Ketua umum salah ormas terbesar Indonesia itu juga menilai bahwa wajar jika ada tokoh-tokoh Muhammdiyah yang diperhitungkan oleh partai-partai politik untuk dicalonkan.

"Karena dalam sejarah perjalanan Muhammadiyah selalu mampu menyumbangkan kader-kader terbaiknya untuk bangsa ini sejak zaman sebelum dan sesudah kemerdekaan," katanya.

Namun, lanjut Din, siapapun nantinya kader Muhammadiyah yang terjaring untuk jadi

calon pemimpin nasional, harus melepaskan jabatan resmi di Muhammadiyah.

Din juga mengatakan bahwa menjadi pemimpin di Indonesia tidak harus selalu jadi presiden atau wapres, karena bisa juga dengan cara menjadi pemimpin informal di tengah masyarakat seperti menjadi ketua umum Muhammadiyah.

Menurut Din, Muhammadiyah adalah ormas besar di negeri ini yang kegiatannya mirip-mirip negara atau sama dengan mengelola sebuah negara, dan itu adalah sebuah kemuliaan.

Lalu apa yang akan dilakukan jika nanti Din Syamsuddin termasuk salah seorang yang

kelak terjaring sebagai calon pemimpinan nasional, Din mengaku akan mengupayakan bagaimana meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.[tra]

http://www.inilah.com/berita/politik/2008/11/19/62946/kian-mantap-din-siap-nyapres/

Din: PKS Tak Tunjukkan Akhlak Islam


12/11/2008 02:11
Din: PKS Tak Tunjukkan Akhlak Islam


INILAH.COM, Jakarta – Ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai PKS hanya ingin menang sendiri. Sebab, tidak memedulikan keberatan warga Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah atas pemasangan gambar KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan di iklan kampanye partai itu.

Din mengaku tidak mengambil pusing dengan iklan PKS yang menggunakan gambar pendiri Muhammadiyah. Sebab, masyarakat akan menilai sikap PKS yang tidak mengindahkan protes sejumlah ormas atas penggunaan gambar tokoh itu.

“Orang akan tahu wataknya (PKS) begitu, ingin menang sendiri,” ujarnya, usai acara syukuran konferensi agama untuk perdamaian se-Asia yang diselenggarakan Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), di Jakarta, Selasa (11/11)..

Jika PKS memiliki niat baik dengan kelompok lain, kata Din, dengan adanya pemberitaan di media mengenai protes warga, seharusnya PKS segera menghentikan penayangan iklan kampanye itu. “Tapi kalau PKSnya bandel, bersikap ngotot, ya saya hanya ketawa saja. Itu nanti khalayak yang akan mengidentifikasi,” kata Din.

Dipandang dari sudut agama Islam, lanjut Din, memakai nama atau gambar seseorang tanpa pemberitahuan, apalagi persetujuan adalah hal yang tidak dibenarkan. “Saya sayangkan PKS sering mengembar-ngemborkan membawa akhlak Islam, tapi dalam hal ini tidak sesuai dengan ahlak islam,” ujarnya. [nuz]

Din Syamsuddin: PKS Arogan!


12/11/2008 02:32
Din Syamsuddin: PKS Arogan!
Windi Widia Ningsih

INILAH.COM, Jakarta – Sikap PKS dituding arogan dan mau menang sendiri. Buktinya, kata Ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, PKS dengan sengaja mengabaikan keberatan warga Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah atas iklan politik partai Islam itu.

Din mengaku tidak mengambil pusing dengan iklan PKS yang menggunakan gambar pendiri Muhammadiyah. Sebab, masyarakat akan menilai sikap PKS yang tidak mengindahkan protes sejumlah ormas atas penggunaan gambar tokoh itu.

“Orang akan tahu wataknya (PKS) begitu, ingin menang sendiri,” ujarnya, usai acara syukuran konferensi agama untuk perdamaian se-Asia yang diselenggarakan Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), di Jakarta, Selasa (11/11)..

Jika PKS memiliki niat baik dengan kelompok lain, kata Din, dengan adanya pemberitaan di media mengenai protes warga, seharusnya PKS segera menghentikan penayangan iklan kampanye itu. “Tapi kalau PKSnya bandel, bersikap ngotot, ya saya hanya ketawa saja. Itu nanti khalayak yang akan mengidentifikasi,” kata Din.

Dipandang dari sudut agama Islam, lanjut Din, memakai nama atau gambar seseorang tanpa pemberitahuan, apalagi persetujuan adalah hal yang tidak dibenarkan. “Saya sayangkan PKS sering mengembar-ngemborkan membawa akhlak Islam, tapi dalam hal ini tidak sesuai dengan ahlak islam,” ujarnya. [nuz]

sumber : http://www.inilah.com/berita/pemilu-2009/2008/11/12/61305/din-syamsuddin-pks-arogan/

Selasa, 11 November 2008

Din Syamsudin Tunggu Sidang Tanwir Muhammadiyah


Jawa Pos. Minggu, 09 November 2008

Din Syamsudin Tunggu Sidang Tanwir Muhammadiyah

JAKARTA - Keinginan Partai Matahari Bangsa (PMB) mengajukan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin sebagai capres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 sudah bulat. Namun, partai pecahan PAN itu tetap menyerahkan keputusan akhirnya kepada Sidang Tanwir Muhammadiyah.

Sekjen PMB Ahmad Rofiq menyatakan, keputusan menunggu Tanwir Muhammadiyah itu untuk memenuhi kode etik ormas Islam terbesar kedua di Indonesia tersebut. Menurut dia, setiap kader yang ingin terjun di dunia politik sudah seharusnya berbekal keputusan dari sidang pengurus tersebut.

''Kalau sudah turun, pasti segera kami minta beliau (Din Syamsuddin, Red) deklarasi,'' ujar Rofiq di Jakarta Jumat (7/11).

Meski demikian, dia menyatakan bahwa Din tak perlu mundur sebagai ketua umum PP Muhammadiyah seandainya jadi maju sebagai capres. Sebab, tidak ada aturan organisasi yang mewajibkan seorang ketua umum mundur saat mencalonkan diri dalam sebuah jabatan politik. ''Yang ada, cukup mengajukan cuti,'' ujarnya.

Sehari sebelumnya, mantan ketua PP Muhammadiyah Amien Rais menyatakan, Din harus mundur kalau benar-benar akan maju sebagai capres. Alasannya, menurut ketua Dewan Penasihat DPP PAN itu, agar Muhammadiyah tak ikut terseret-seret dalam arus politik praktis.

Rofiq menyebutkan, aturan cuti itu sudah ditetapkan surat keputusan pimpinan Muhammadiyah. ''Jadi, tidak ada halangan sama sekali untuk maju kalau warga Muhammadiyah telah mendukung pencalonan beliau,'' paparnya. (dyn)

http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=34579

PKS Lecehkan Muhammadiyah


10/11/2008 18:09
PKS Lecehkan Muhammadiyah

Windi Widia Ningsih
INILAH.COM, Jakarta - Tayangan iklan politik PKS yang menampilkan KH Ahmad Dahlan di antara delapan tokoh nasional lainnya dinilai sebagi pelecehan terhadap Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah pun bereaksi keras.

"Ini terus terang meremehkan, melecehkan. Saya minta kepada PKS, nggak usahlah, kita tidak perlu tempuh cara-cara seperti itu," ujar Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Senin (10/11).

Apalagi iklan politik yang mengaitkan tokoh-tokoh besar tersebut, termasuk KH Ahmad Dahlan, menurut Din, hanya untuk kepentingan sesaat dan jangka pendek. Itu sebabnya Muhammadiyah menjadi tidak bangga dengan hal tersebut.

"Nggak usahlah kalau dipakai untuk kepentingan politik jangka pendek. Kalau betul-betul kawan PKS menghargai pendapat ini, ya sebaiknya iklan itu ditarik," cetus Din.

Dijelaskan dia, protes dilancarkan karena sangat banyak keberatan dari warga Muhammadiyah seluruh Indonesia. Sebab tokoh sentral Muhammadiyah dikait-kaitkan dengan politik. Apalagi tidak ada pemberitahuan dan tidak minta izin kepada Muhammadiyah.

"Ini bisa disebut menyalahi etika. Tidak etislah seperti itu. Memang kita bangga KH Ahmad Dahlan dianggap oleh semua sebagai pahlawan nasional. Keberatannya ya karena iklan itu iklan politik untuk menghadapi pemilu. Sebenarnya sudah kita protes. Sikap resminya, ini sudah resmi lewat media massa. Dengan begini warga Muhammadiyah akan antipati dengan PKS," pungkas Din.

8 Tokoh nasional yang ditampilkan PKS dalam iklan kampanyenya adalah Soekarno, M Hatta, Soeharto, Bung Tomo, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, Mohamad Natsir, dan Jenderal Sudirman. [sss]

Sumber : http://pemilu.inilah.com/berita/2008/11/10/60971/pks-lecehkan-muhammadiyah/

Senin, 10 November 2008

Din Syamsuddin Minta Iklan PKS Ditarik

Jawa Pos. Selasa, 11 November 2008

Din Syamsuddin Minta Iklan PKS Ditarik
Yang Tayangkan Ahmad Dahlan

JAKARTA - Iklan politik PKS di televisi kembali dipersoalkan. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta iklan yang menampilkan gambar pendiri organisasi Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan ditarik.

"Sudahlah, nggak usah berpura-pura. Semua orang tahu kalau iklan itu hanya untuk kepentingan politik jangka pendek Pemilu 2009 saja," ujar Din setelah menerima Menteri Ekonomi Belanda Maria van der Hoeven, di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, kemarin (10/11).

Karena itu, menurut Din, dalih para pimpinan PKS yang menyatakan iklan itu untuk mengajak kalangan muda agar tetap mengingat para pahlawan nasional yang dipampang, menjadi sangat naif. "Sebaiknya nggak usah pakai cara-cara seperti itu karena justru akan melecehkan dan meremehkan para tokoh tersebut," tandasnya.

PKS memang kembali meluncurkan iklan politik di media televisi dengan menampilkan sejumlah pahlawan nasional. Selain KH Ahmad Dahlan, ada gambar Soekarno, KH Hasyim Asy'ari, M. Natsir, Bung Tomo, bahkan Soeharto. Mereka disebut pahlawan dan guru bangsa.

Iklan politik itu sebenarnya bukan jenis yang pertama. Sebelumnya PKS meluncurkan iklan dengan jenis yang hampir sama. Bedanya, tokoh yang dipasang hanya Soekarno, KH Hasyim Asy'ari, dan KH Ahmad Dahlan.

Menurut Din, iklan dengan model seperti itu justru tidak canggih. "Sebab, risikonya bisa membuat warga Muhammadiyah jadi makin antipati terhadap partai bersangkutan," tambahnya.

Menanggapi protes itu, Sekjen DPP PKS Anis Matta tetap berkeras bahwa iklan politik mereka tidak bermasalah. Karena itu, mereka tidak akan menarik iklan tersebut dari pasaran. "Saya heran kenapa keberadaan beliau (Kiai Ahmad Dahlan, Red) selalu diprotes. PDIP saja tak pernah protes untuk penggunaan Bung Karno," keluhnya.

Dia juga bersikukuh bahwa status mereka sebagai tokoh nasional telah membuat mereka menjadi milik seluruh bangsa Indonesia. "Apa justru tidak malah mengecilkan kalau diminta izin pada salah satu kelompok tertentu," ujarnya. (dyn)

PROFIL CALEG DPR JATIM 2 / II PMB IR.H.ACHMAD ZAENAL ABIDIN



Untuk mencapai ideal, perlu perjuangan secara bersama karena kita hidup bersama dan tidak bisa maju sendiri…dengan berpartisipasi memilih suatu partai yang bisa dipercaya untuk perjuangkan hidupnya.

Dengan memilih Partai Matahari Bangsa Nomor 18 sebagai Partai IslaM BerkebangsaaN, Negaraku cepat menjadi surgaku, kampungmu cepat menjadi surgamu..

Saya, hanyalah seorang dari ratusan Alumni Institut Teknologi Bandung/ITB, aktifis Masjid Salman ITB dan Anggota ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) yang menerima kepercayaan sebagai CALEG DPR JATIM 2 / II, PASURUAN PROBOLINGGO dengan nomor urut 1, yang ingin mengajak ummat Islam baik dari warga Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama maupun warga negara Indonesia baik yang muslim maupun non muslim Nasionalis untuk bersatu memilih dan bersama Partai Matahari Bangsa untuk menjadikan Negara Indonesia cepat maju dan makmur diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk mengenali saya lebih jauh, maka saya ceritakan dulu riwayat saya :

Nama : H. Achmad Zaenal Abidin

Lahir di : Semarang, tanggal 24 Agustus 1958.

Agama : Islam

Warga Negara : Indonesia

Jenis Kelamin : Laki laki

Status : Nikah

Istri : Hj. Lenda Ariyati Bc Ak.

Anak :

1. Paramita Nurina Nisai - UNPAD, Akuntansi, Bandung

2. Arya Zaenal Risyad - ITB , Teknik Telekomunikasi, Bandung

3. Zakarizal Zaenal Havada - SMAN 77, Jakarta

Pendidikan :

1977 - 1981 : Institut Teknologi Bandung, Fakultas Teknologi Industri, Departemen Elektro Teknik, Bandung

1971 - 1975 : Madrasah Tsanawiyah Diniyah Al Mukmin, Gading Kidul, Surakarta

1974 - 1976 : SMA Negeri I, Surakarta

1971 - 1973 : SMP Negeri VIII, Surakarta

1965 - 1970 : SD Islam Al Fajar, Surakarta

Kursus/Diklat a. Kursus Marketing/Kredit,Akuntansi, Administrasi pada Bank Dagang Negara Pusat dan Cabang Gambir
b. Kursus System Design , Analis dan Pemrograman
Kontrol pada Komputer PC
c. Kursus sistem Analis dan Disain untuk Mainframe
dan CICS di PT USI Jaya / IBM
d. Kursus Singkat Dasar Kepolisian Perbankan
.
Riwayat Organisasi : a. Masjid Salman Mentoring ITB
b. Ketua Panitia OS HME ITB
c. Senator HME ITB
d. Ketua Panitia Kuliah Kerja Elektro ITB
e. Pengurus Kompartemen Sosial pada Ikatan Alumni
ITB ( IA –ITB)
f. Pengurus Kompartemen Bisnis pada Badan
Kejuruan Elektro Persatuan Insinyur Indonesia (
BKE-PII)
g Ketua Ranting Muhamadiyah Cipinang Muara
h. Dewan Pakar Partai Matahari Bangsa DKI
i. Ketua Komunitas Alumni ITB untuk Indonesia
Mandiri.

j. Anggota AKLI DPD DKI
k. Anggota ASITA DKI
l. Anggota GAPEKNAS
m. Anggota KADIN
n. Anggota ASPEKMI

Riwayat Pekerjaan dan Alamat Pekerjaan :
a. Tahun 1981 – 1982
Perusahaan : PT. Meta Epsi Engineering
Jabatan : Training Engineer untuk Proyek Fasilitas Pabrikasi Pesawat IPTN

b. Tahun 1982 – akhir 1982
Perusahaan : PT. Meta Epsi Engineering
Jabatan : Site Manager untuk Proyek Transmisi 70 KV Cangkring-
Jatibarang Cirebon.

c. Tahun 1982 - 1983
Perusahaan : PT. Meta Epsi Engineering
Jabatan : Director In Charge Proyek PAL Manufacturing Facility, Surabaya.

d. Tahun 1983 – akhir 1983
Perusahaan : PT. Kabel Metal Indonesia, Jakarta
Jabatan : Production Engineer.

e. Tahun 1983 akhir – Awal 1984
Bank Dagang Negara Head Office
Jabatan : Staff Training Pada Bank Dagang Negara Kantor Pusat
Kantor Cabang Gambir untuk Marketing/Credit, Akuntansi, Administrasi
luar negeri.

f. Tahun 1985
Bank Dagang Negara, Kantor Pusat , Jakarta Departemen EDP -
Jabatan : Programmer Aplikasi Transaksi luar negeri
UAK – Administrasi keuangan, akuntansi
untuk BDN KP. terkonsolidasi dengan semua cabang.

g. Tahun 1986 - pertengahan 1987
Bank Dagang Negara kantor pusat, Jakarta Departemen EDP
Jabatan : Kepala sistem Analis untuk semua aplikasi perbankan termasuk
Personalian dan Penggajian, terkonsolidasi semua cabang.

h. Tahun Pertengahan 1987 – Awal 1988
Bank Dagang Negara, Kantor Perwakilan dan cabang Hong Kong, Staco
International Finance Limited - Hong Kong
Jabatan : Kepala Sistem Implementasi KAPITI Sistem Perbankan
pada IBM S-36 untuk semua aplikasi perbankan dan transaksi konsolidasi
dengan BDN Kantor Pusat.

i. Tahun 1988 – 1991
Perusahaan : PT. IndOsOft Utama Technology and Saint d’IndOsOft,
Jakarta Centre of Software House, Hardware and System Analyst Training
Jabatan : Direktur

j. Tahun 1994 – sampai sekarang
Perusahaan : PT. Prima Beton International, Jakarta. Electrical / Mechanical
Contractor, Sole Agent/ Distributor, Telecommunication supplier and
General contractor
Jabatan : Direktur

k. Tahun 2001 – sampai sekarang
Perusahaan : PT. Digitel Auvicom Indonesia , Jakarta. Information
Technology, System Integrator, Hardware & Software System Provider
Jabatan : Komisaris

Kamis, 23 Oktober 2008

FOTO-FOTO DEKLARASI AKBAR JOGJA




Foto-foto ini merekam peristiwa Deklarasi PMB di Yogya, hari Minggu 16 Des lalu. Partai ini saya kira bermodal "nekat" dari anak-anak muda Muhammadiyah. Ketuanya mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Imam ad Daruqutni. Acara ini antara lain dihadiri oleh Akbar Tandjung dan Syafii Maarif. Sebagai partai baru, pengerahan massanya masih "susah". Ancaman bagi PAN?


Sumber :http://alfanalfian.multiply.com/photos/album/17/Deklarasi_Partai_Matahari_Bangsa#

Kamis, 16 Oktober 2008

PMB TOLAK CALEG "BUSUK"

4 Oktober 2008

Surabaya, DPW Partai Matahari Bangsa Jawa Timur (PMB Jatim) sepakat menolak politisi busuk menjadi calon legislatif (caleg) bagi partai politik (parpol) tersebut.

"Saya jamin, 99% caleg PMB itu bukan politisi `busuk`," kata Sekretaris DPW PMB Jatim Syafrudin Budiman, di Surabaya, Sabtu (4/10).

Namun, Syafrudin mengakui mungkin saja PMB dapat kebobolan 1-2 caleg yang `busuk`. Oleh karenanya, mahasiswa dan LSM sebaiknya mengkritisi daftar caleg sementara (DCS). "LSM dan mahasiswa dapat mengkritisi caleg `busuk` dari dugaan keterlibatan korupsi, melanggar HAM, perusak lingkungan, dan kriminal atau narkoba," katanya.

Menurut aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jatim itu, caleg `busuk` juga dapat diketahui dari mantan birokrat atau politisi yang mencalonkan diri lagi. "Padahal, selama mereka menjadi anggota DPR atau DPRD sudah terbukti mengeluarkan kebijakan yang tidak pro-rakyat atau jarang ngantor," katanya.

Apalagi, menurut Syafrudin, saat ini banyak parpol besar yang mengeluarkan DCS dari wajah-wajah lama yang sudah sangat dikenal masyarakat, apakah busuk atau tidak. "Kalau menduga ada politisi `busuk` dalam DCS, ya laporkan segera ke KPU atau Panwaslu agar mereka tidak sampai masuk DCT (daftar calon tetap)," katanya.

Pada akhir September lalu, Aliansi Masyarakat Anti Politisi Busuk mendeklarasikan gerakan rakyat untuk menolak politisi busuk dengan target menyadarkan masyarakat dan menggusur politisi busuk dari panggung kekuasaan. [EL, Ant]

sumber :http://gatra.com/2008-10-05/artikel.php?id=119066

Kamis, 25 September 2008

KLIPING SYAFRUDIN BUDIMAN : 100 Hari Pemerintahan Presiden Susilo, Koruptor Kakap Belum Disentuh

http://www2.kompas.com/utama/news/0501/27/081619.htm
Surabaya, Kamis, 27 Januari 2005, 08:16 WIB

Barisan Oposisi Bersatu (BOB) Jawa Timur menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga 100 hari pemerintahannya pada 28 Januari belum menyentuh koruptor kakap.

"Raport Pak Yudhoyono dalam 100 hari itu merah, karena hanya menyeret koruptor kelas teri seperti bupati dari kalangan sipil," kata koordinator BOB Jatim Safrudin Budiman di Surabaya, Kamis (27/1).

Dengan demikian, katanya, pemberantasan korupsi yang dikampanyekan Presiden Yudhoyono patut diberi skor 50, karena kasus korupsi seperti BLBI dengan kerugian negara mencapai triliunan tak disentuh. "Jadi, Pak Yudhoyono sebenarnya sudah melaksanakan upaya pemberantasan korupsi tapi belum serius, bahkan aparat penegak hukum-nya pun lemah, karena korupsi pada sejumlah yayasan militer juga dibiarkan," katanya.

Menurut aktivis Pemuda Muhammadiyah Jatim itu, skor di bidang hukum juga jelek yakni 50, karena penegakan hukum-nya kurang tegas. "Buktinya, mengusut kasus bom Marriott saja cukup cepat dan sudah ada tersangka, tapi pengusutan kasus kematian Munir SH tidak tuntas dalam 100 hari kepemimpinannya," katanya.

Di bidang ekonomi dan politik juga jelek, katanya, karena investasi asing belum mampu ditarik, tapi justru terkesan pemerintah Indonesia saat ini "dikendalikan" asing. "Investasi asing tak kunjung masuk, tapi Pak Yudhoyono justru banyak dikendalikan asing mulai dari soal KTT Tsunami, CGI, dan utang baru, padahal kalau mau mandiri sebenarnya bisa," katanya.

Oleh karena itu, katanya, bidang ekonomi dan politik layak diberi skor 55. "Skor yang agak lumayan adalah keamanan yang relatif stabil dengan nilai 70, karena bom tak ada dan kriminalitas rendah," katanya.

Kendati aman, katanya, skor Presiden Susilo di bidang demokratisasi cukup lemah dengan adanya aktivis mahasiswa ditangkap setelah membakar gambar presiden dan demonstrasi BBM dari mahasiswa tak ditanggapi. "Jadi, nilai demokratisasi pak Yudhoyono cukup dengan skor 50, karena demokrasi yang dijanjikan hanya retorika atau diplomasi. Skor di bidang pemerintah juga 50, karena koordinasi antar lembaga/menteri rendah," katanya.

Oleh karena itu, katanya, Presiden Susilo perlu memperbaiki "political will" yang masih retorika menjadi "logika materiil" di dalam realitas. "Kalau tidak, citranya akan terus menurun," katanya.(Ant/Nik)

http://www2.kompas.com/utama/news/0501/27/081619.htm

Selasa, 23 September 2008

Gelora Islam Sang Sastrawan Besar Madura, R. Musaid Werdisastro – Penulis Babad Sumenep





Gelora Islam Sang Sastrawan Besar Madura, R. Musaid Werdisastro – Penulis Babad Sumenep

Ditulis pada Maret 31, 2008 oleh Badrut Tamam Gaffas

Masjid Jamik Sumenep dan Asta tinggi adalah dua buah manikam sejarah keemasan syiar Islam di Pulau Madura yang berwujud arsitektur indah dan menawan, keduanya menjadi bagian tak terpisahkan dari tingginya peradaban Islam yang terlahirkan di tanah madura berabad-abad yang silam.

R. Musaid Seorang Pejuang Budaya

Diantara rekaman sejarah tentang Pulau Madura ternyata Babad Sumenep menjadi dokumen penting yang bisa dijadikan literatur awal untuk mempelajari madura khususnya sumenep secara lebih mendalam.

Raden Musaid adalah Sastrawan Legendaris yang berjasa menulis Babad Sumenep. Awalnya penulisan tersebut dimaksudkan sebagai upaya pelurusan sejarah terutama sejarah islam di sumenep dalam bingkai dinamika hubungan antar etnik yang berlangsung damai. Dalam Babad itu digambarkan pula tumbuh kembang sebuah komunitas masyarakat berperadaban dan berperilaku elok yang disebut Bangselok.

Sebagai Budayawan dan Pejuang secara cerdik Raden Musaid berupaya mengobarkan semangat perjuangan anti penjajahan kolonial belanda melalui simbol dan kiasan yang banyak terdapat dalam Babad yang dikarangnya, buku tersebut memang ditulis menggunakan Bahasa Madura dengan Aksara Jawa sehingga praktis pihak belanda menjadi gagap dalam menangkap maksud rahasia sang penulis, sebaliknya pemerintah hindia belanda memberikan apresiasi yang tinggi dan penghargaan kepada Raden Musaid berupa sejumlah Gulden dan sebuah Gelar “WERDISASTRO” .

Sejak itulah Raden Musaid dikenal sebagai R. Musaid Werdisastro, ketika tarikh masehi menginjak 15 Pebruari 1914 Naskah Babad Sumenep tersebut naik cetak dan diterbitkan oleh Balai Pustaka sehingga anggapan Raden Musaid sebagai sastrawan lokal menjadi terbantahkan, Babad Sumenep menjadi sebuah naskah budaya yang memperkaya khazanah budaya dan sejarah bangsa.

Semangat Beragama yang menjadi Pelita

Raden Musaid yang budayawan dan cendikiawan memiliki kedekatan dengan Kyai Haji Mas Mansur yang berdarah Sumenep, dalam berbagai biografi disebutkan bahwa KH Mas Achmad Marzuki (ayahanda Mas Mansur) terhitung masih keturunan dari bangsawan Sumenep.

Sebagai ulama muda yang kharismatik Kyai Haji Mas Mansur berhasil membawakan kehalusan dakwah yang menyentuh sehingga memberi pengaruh yang luarbiasa kepada pribadi Raden Musaid, beliau memilih jalan yang tidak biasa ditempuh oleh kebanyakan budayawan dan kaum adat yang mengambil jarak atas gerakan dakwah, semangatnya justru meluap – luap untuk mengikuti cara beragama yang diajarkan oleh mas mansur yang berusaha menempatkan agama dan budaya secara proporsional tanpa mengesampingkan adat / budaya yang bersendi syara’ dan berpilar kitabullah.

Raden Musaid menjadi penggerak pengembangan Muhammadiyah di Sumenep, beliau secara tegas menolak dikotomi NU-Muhammadiyah, menurutnya NU-Muhammadiyah atau Ormas keagamaan lainnya sama – sama bisa menjadi jembatan pergerakan berbasis keagamaan yang bisa mengantarkan ummat menggapai pencerahan spiritual. Dukungan untuk mengembangkan Muhammadiyah di Ujung timur Pulau Madura itu datang dari keluarga besarnya juga dari Kyai Haji Mas Mansur yang menjadi konsul Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya dan kemudian terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Muhammadiyah (1937 – 1943).

R. Muhammad Saleh Werdisastro, Berkarya Hingga Tutup Usia
Semangat untuk mengikuti jejak perjuangan dan pergerakan sang ayah menitis dalam jiwa Muhammad Saleh Werdisastro, salah seorang putera Raden Musaid yang pada akhirnya terkenal sebagai salah satu putera Sumenep yang mendapatkan pengakuan dari Pemerintah sebagai Pahlawan Nasional.

Muhammad Saleh Werdisastro memulai karir sebagai pendidik dan aktivis Muhammadiyah selanjutnya beliau mulai menapaki berbagai karir dengan cemerlang tanpa meninggalkan panggilan jiwanya sebagai pendidik dan aktivis pergerakan. Bakat dan jiwa perjuangannya terasah sejak memimpin kepanduan Hizbul Wathon di Madura, Karirnya sebagai prajurit bermula dengan bergabung dalam laskar hizbullah kemudian bergabung sebagai milisi PETA dan terpilih sebagai Dai Dancho (Komandan Batalyon) Dai Yang II Yogyakarta pada tahun 1943 bersama dengan beberapa tokoh lainnya seperti Soedirman (Kemudian menjadi Panglima Besar TNI), Kyai Muhammad Idris, Kyai Doeryatman, Soetaklaksana, Kasman Singodimejo, Moelyadi Djojomartono, dan lain-lain.

Setelah PETA dibubarkan maka mulailah Karirnya sebagai politisi dengan menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) daerah Yogyakarta (1945) dan dikukuhkan sebagai anggota KNIP (1946).

Karirnya sebagai pamong bersinar ketika menjabat Wakil Walikota Yogyakarta (1950), di Yogyakarta itulah beliau dipercaya sebagai anggota Tanwir Muhammadiyah Pusat dan turut pula menjadi penggagas berdirinya Universitas Gajah Mada (UGM), selanjutnya beliau menjabat Walikota Surakarta selama dua periode (”1951 – 1958″) dan kemudian menjabat Residen Kedu yang berkedudukan di Magelang (1959 – 1964) hingga pensiun dengan pangkat Gubernur dan Wafat di Yogyakarta pada tahun 1966.

Pihak militer meminta jenazah Muhammad Saleh Werdisastro dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta karena almarhum adalah seorang pejuang yang memiliki Bintang Gerilya sementara pihak Muhammadiyah menolak karena Muhammad Saleh Werdisastro begitu besar jasanya kepada Muhammadiyah sehingga untuk menghormatinya, jenazah beliau dimakamkan berdampingan dengan pendiri Muhammadiyah lainnya, Kyai Haji Achmad Dahlan di pemakaman Karangkajen Yogyakarta.

Sebagaimana ayahnya yang dekat dengan Kyai Haji Mas Mansur maka R. Muhammad Saleh Werdisastro juga merasakan tempaan dari seorang Mas Mansur yang demikian berbekas sehingga nama sang guru pergerakan itupun diabadikan sebagai nama putera pertamanya Ir. R. Muhammad Mansur Werdisastro. Dalam beberapa tajuk biografi Muhammad Saleh Werdisastro tertulis “Residen Kebanggaan Muhammadyah”, tajuk itu memang tidak salah hanya perlu sedikit dikritisi bahwa kitapun perlu menyadari bahwa beliau R. Muhammad Saleh Werdisastro dalam setiap gerak perjuangannya tidak pernah mendedikasikan diri secara khusus bagi Persyarikatan Muhammadiyah melainkan perjuangannya sebagai anak bangsa bersifat menyeluruh demi meraih kemaslahatan yang bersifat universal untuk ummat, bangsa dan negara.

Ustadz Hakam , Pijar dakwah yang berpendar
Karena minimnya tenaga dakwah di Sumenep pada sekitar tahun tiga puluhan maka Raden Musaid meminta bantuan kepada Kyai Haji Mas Mansur yang segera dijawab dengan dikirimkannya beberapa tenaga dakwah yang salah satunya adalah Abdul Kadir Muhammad (AKM), salah seorang murid sekaligus keponakan KH Mas Mansur.
Abdul Kadir dibesarkan dalam lingkungan agamis yang pluralis, sang ayah KH Mas Muhammad menitipkannya untuk dididik oleh adiknya yaitu Kyai Haji Mas Mansur sementara saudara Abdul Kadir yang lain ada yang mendapatkan didikan langsung dari Hasan Gipo, Ketua Tanfidziah NU pertama.

Keluarga Besar Sagipodin (Bani Gipo) memang memiliki akar yang kuat di kalangan Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama, Kedua Cucu Sagipodin yakni KH Mas Mansur dan KH. Hasan Basri (Hasan Gipo) merupakan dua tokoh penting dalam pertumbuhan Muhammadiyah dan NU.

Di Pulau Madura, Abdul Kadir memulai berdakwah dari lingkungan keluarga besar Raden Musaid, keberadaannya cepat bisa diterima dan akrab disapa dengan sebutan “Ustadz”, beliau juga berdakwah di lingkungan Masjid Jamik Sumenep. Demikianlah Ustadz Abdul Kadir Muhammad yang ber-etnis Jawa ternyata sangat memahami karakteristik orang madura dan terbukti fasih dalam berbahasa madura sehingga tidak mengalami kesulitan dalam berinteraksi dalam komunitas yang berbahasa dan berbudaya madura.

Untuk meneguhkan perjalanan dakwahnya di Sumenep maka Ustadz Hakam kemudian menikahi R. Fatimatuz Zahro yang tak lain adalah cucu R. Musaid dari Puterinya R.Ay Mariatul Kibtiyah.

Dalam menyikapi perbedaan corak keberagamaan Ustadz Hakam selalu menekankan pentingnya mencari persamaan serta memperkuat ukhuwah wathoniah diantara ummah. Seperti halnya R. Muhammad Saleh Werdisastro yang peduli terhadap pendidikan kaum pribumi maka beliau juga merancang Home Schooling serta membuat sebuah perpustakaan dengan koleksi buku – buku pribadinya yang terbilang sangat banyak untuk ukuran perpustakaan pribadi, selain aktif berdakwah ustadz hakam juga meniti karir dari bawah di lingkungan Departemen Agama, pada pertengahan tahun lima puluhan ditugaskan sebagai kepala Kantor Urusan Agama Maluku Tenggara, sekembalinya dari tanah Maluku cita –citanya makin menguat untuk mengembangkan pendidikan yang berbasis agama, pada periode tahun enam puluhan beliau dipercaya untuk mengembangkan Pondok Pesantren Modern Panarukan dan mulai merintis pengembangan dakwah di pulau – pulau kecil di sekitar Madura, terakhir KH Abdul Kadir Muhammad menjadi Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Modern Islam (YPPMI) Pulau Kangean dan terus berdakwah hingga akhir hayatnya.

Penulis perlu menggaris bawahi peran Raden Musaid yang sangat besar dalam membuka jalan bagi pengembangan dakwah Islam di Tanah Madura, selebihnya tulisan ini bersifat rintisan sehingga penulis menyadari banyaknya kekurangan atas rekaman – rekaman peristiwa dalam paparan diatas sehingga diharapkan bantuan dari berbagai pihak untuk dapat melengkapinya.

Akhirnya semoga kita bisa belajar dari catatan perjalanan hidup Raden Musaid yang Budayawan, Muhammad Saleh Werdisastro yang Birokrat dan Ustadz Hakam yang Ulama yang masing – masing sangatlah profesional di bidangnya. Kemudian yang terlintas adalah tanda tanya, bisakah kita turut mengambil bagian dalam meneruskan perjuangan dan pergerakan yang takkan bisa terpadamkan ??? Wallahu A’lam.
(Ditulis oleh : Badrut Tamam Gaffas untuk Sebuah Nama )

Senin, 15 September 2008

Caleg Perempuan PMB 41,2%

Monday, 15 September 2008

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan batas akhir kepada partai-partai politik untuk menyerahkan Daftar Calon Sementara (DCS) pada Selasa tanggal 16 September 2009 jam 16.00 WIB.

Sesuai data akhir DCS yang diserahkan ke KPU tanggal 14 September 2008, PMB hanya menyerahkan caleg sebanyak 325 atau 69,6% dari jumlah yang seharusnya sebanyak maksimal 672.

Ditilik dari persentase Caleg perempuan, Partai Matahari Bangsa (PMB) berhasil menempatkan caleg perempuan sebanyak 134 (41,2%), sementara caleg laki-laki sebanyak 191 (58,8).

Tentu ini merupakan capaian yang menurut kami luar biasa untuk ukuran partai baru seperti PMB, yang kebanyakan merasa kesulitan untuk memenuhi kuota caleg perempuan (30%)," kata Ketua Tim Penjaringan, Pencalonan dan Pembekalan Caleg PP PMB Ma'mun Murod Al-Barbasy di Jakarta, Minggu (14/9).

Ma'mun yang juga Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini menambahkan bahwa PMB tidak saja berusaha melampaui kuota 30% caleg perempuan, tapi juga berusaha secara serius melakukan affirmative actions terhadap posisi politik perempuan.

Ia mengatakan, meski tidak cukup ideal, PMB berhasil menempatkan caleg perempuan pada nomor urut 1 sebanyak 12 (15,6%) dan caleg laki-laki sebanyak 65 (84,4%). Sementara untuk nomor urut 2, PMB menempatkan caleg perempuan berjumlah sebanyak 26 (33,8%) dan caleg laki-laki sebanyak 51 (66,2%), dan caleg perempuan yang menempati nomor urut 3 sebanyak 47 (61%) dan caleg laki-laki sebanyak 30 (39%).

Sumber : www.inilah.com

Dien Syamsuddin Siap Jadi Capres atau Cawapres


Sabtu, 13 Sept 2008 17:02:18

Surabaya - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Dien Syamsuddin menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden maupun calon wakil presiden pada Pemilu 2009 mendatang.

"Saya kira sudah sering saya katakan kalau sekedar menjawab siap, maka saya sebagai pemimpin ormas besar seperti Muhammadiyah harus menyatakan siap, insyallah," ujar Dien kepada wartawan usai memberikan pengajian Ramadan yang diselenggarakan PW Muhammadiyah Jatim di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu.

Tetapi soal bagaimana kelanjutannya apakah tampil sebagai Capres atau Cawapres, ujar Dien, pihaknya masih menunggu perkembangan dan menunggu kesepakatan warga Muhammadiyah, karena itu dirinya masih menunggu waktu.

"Muhammadiyah akan memutuskan secara formal kalau sudah ada yang melamar secara resmi," katanya.

Sementara itu saat tanya jawab pengajian Ramadan, sejumlah peserta juga menanyakan kesiapan Dien dalam mengikuti Pilpres 2009.

Pada kesempatan tersebut Dien mengatakan kalau hasil pooling saat menunjukkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri memperoleh dukungan terbanyak dengan perolehan pada kisaran 20 persen hingga 25 persen.

"Kombinasi yang bagus itu Islam - nasionalis, nggak mungkin Islam - Islam atau nasionalis - nasionalis. Ada juga tawaran saya diduetkan dengan Pak Hasyim Muzadi (Ketua Umum PBNU). Saya selama dimasukkan sebagai representasi kelompok Islam," katanya.

Dien menegaskan pencalonan dirinya terserah kepada Muhammadiyah. "Saya terserah Muhammadiyah, kalau Muhammadiyah bilang ndak boleh ndak apa-apa. Saya terlalu meremehkan Muhammadiyah kalau dikatakan tidak siap," ujar mantan pengurus IPNU Mataram ini.

Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Prof Dr Syafiq Mughni mengatakan keputusan pencalonan Dien sebagai Capres atau Cawapres masih menunggu keputusan muktamar atau tanwir Muhammadiyah.

"Pada prinsipnya kami senang saja kalau ada warga Muhammadiyah yang mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa, namun kami akan berpartisipasi pada sidang tanwir dulu, kemudia bagaiamana keputusannya tunggu perkembangan," katanya.

Syafiq mengatakan pencalonan Dien masih banyak prosesnya dan belum tentu serius.

"Secara organisatoris PWM Jatim juga belum memutuskan karena ini masalah besar dan strategis karena itu akan diputuskan pada tanwir tahun depan di Sumatra," katanya.

Syafiq mengatakan dirinya tidak akan mempersoalkan partai manapun yang nantinya akan mencalonkan Dien. "Tidak ada masalah secara ideologis dasarnya sama yakni Pancasila, platform politik partai kurang lebih sama, jadi soal selera saja," katanya.

http://www.antarajatim.com/?ref=disp&id=4240

Kamis, 11 September 2008

13 Pengurus PAN Mengundurkan Diri

GELIAT PMB DAERAH
Ditulis oleh JAWAPOS- RADAR MADURA

SUMENEP-Sebanyak 13 pengurus DPD PAN Sumenep kemarin secara mengejutkan menyatakan mengundurkan diri. Mereka mengajukan surat pengunduran diri bersama kepada Ketua DPD PAN Sumenep Malik Effendi.

Dari 13 pengurus partai berlambang matahari yang mengundurkan diri itu, sebagian adalah pengurus harian yang juga punya posisi penting di partai. Diantaranya, Wakil Bendahara Ibno Muyassar yang juga sekretaris Barisan Muda (BM) PAN Sumenep dan Wakil Sekretaris Syafruddin Budiman.


Kemudian, 3 wakil bendahara juga mengundurkan diri, yakni Sufiyati, Nanik Latifah, dan Sugiarto. Selain itu, 4 ketua departemen, yakni Sudianto, Abu Nanto, Khairul A., dan Nur Asyiah Ika Ningsih ikut mundur. Sedangkan yang lain adalah anggota departemen, antara lain Nur Rahmah Utami, Abdurrahman, Usman, dan Yulius.


Dalam surat mereka tidak jelas alasan mereka mengundurkan diri dari kepengurusan DPD PAN. Mereka hanya menyatakan dalam surat itu bahwa tidak bisa aktif sebagai anggota PAN.


Syafruddin Budiman yang dikonfirmasi koran ini menyatakan, alasan pengunduran dirinya karena dia sudah bergabung dengan partai lain, yaitu Partai Matahari Bangsa (PMB). "Saya menjadi deklarator PMB nasional maupun Jatim. Makanya, saya mengundurkan diri dari kepengurusan secara baik-baik," ujarnya.


Dia mengaku pindah ke PMB, karena partai tersebut dinilai benar-benar menyuarakan Muhammadiyah. Menurut dia, PMB didirikan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah. Budiman yang akrab dipanggil Rudi ini mengatakan, sebagian besar anggota yang mengundurkan diri, karena mereka ingin bergabung dengan PMB. "Mungkin ini sebagai evaluasi kepada PAN," kata mantan ketua departemen di DPW PAN Jawa Timur ini.


Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Sumenep Faisal Muhlis kepada sejumlah wartawan membantah bahwa ada 13 pengurus yang mengundurkan diri. "Setelah dikroscek dengan SK kepengurusan DPD, ternyata bukan 13 orang, tapi hanya 6 orang. Itu pun hanya 1 yang pengurus harian. Lainnya di departemen," ujarnya.


Meski sejumlah pengurusnya hengkang, menurut Faisal, tidak mempengaruhi partainya. "Tidak masalah mereka keluar. Pengurus DPD PAN Sumenep jumlahnya 324 orang. Apalagi yang mundur itu semuanya jarang aktif di kegiatan partai," dalihnya.


Dengan mundurnya sejumlah pengurus itu, sambungnya, membuktikan bahwa siapa pun yang berpikir sektarian dan berpikir aliran, pasti tidak akan betah di PAN. "PAN itu bukan partai aliran. Yang jadi pengurus di PAN ada yang dari kalangan nahdliyin, Muhammadiyah, Persis, pengusaha, LSM. Pokoknya heterogen," tandasnya. (zr)

Sumber : Jawapos-Radar Madura / Selasa 30 Januari 2007

PMB Berpeluang Curi Suara

Thursday, 11 September 2008

PENGAMAT politik dari The Akbar Tandjung Institute Alfan Alfian menilai Partai Matahari Bangsa (PMB) lebih berpeluang meraih suara Muhammadiyah karena secara simbolik lebih melekat di tubuh partai itu.

Menurut dia, secara politis, PMB diuntungkan karena ideologi PAN sudah berbeda dari awal berdirinya yang mengedepankan nilai kemuhammadiyahan berganti menjadi ideologi nasionalis. Sementara fungsi partai sebagai wadah aspirasi warga Muhammadiyah kini diperankan PMB.

”PMB akan lebih berpeluang ketimbang PAN. Suara untuk PAN dari Muhammadiyah akan turun dan mengalihkan dukungannya ke PMB,” kata Alfan kemarin. Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari.Dia mengatakan, partai pimpinan Soetrisno Bachir akan menghadapi rival yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Apalagi, secara terbuka,Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin sudah menyatakan dukungan pribadinya kepada partai yang berdiri pada 8 Januari 2006 itu. Menurut Qodari, PMB mendapat keuntungan secara psikologis atas deklarasi Din yang mendukung partainya. Jadi,PAN harus melirik basis massa lain dan tidak berharap banyak pada Muhammadiyah. ”Karena dukungan Din, suara untuk PAN dari Muhammadiyah akan menurun dan akan beralih mendukung PMB. Ini menjadi ancaman serius bagi PAN,” imbuh Qodari.

Menurut Alfan Alfian, partai Islam dan nasionalis yang berpotensi melirik kantong suara Muhammadiyah adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS),Partai Golkar, dan Partai Bulan Bintang (PBB). ”Massa Muhammadiyah tersebar dari partai yang dianggap paling sekuler sampai partai Islam yang basis massanya kuat,”tandasnya.

PKS dinilai berpotensi karena tidak sedikit petinggi partai itu adalah para aktivis Muhammadiyah. Sebut saja mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid yang sekaligus menjabat sebagai Ketua MPR dan Sekjen DPP PKS Anis Matta. Keduanya adalah orang yang pernah duduk dalam kepengurusan pusat Muhammadiyah. Bahkan,Anis Matta mengklaim hingga kini masih memiliki jaringan komunikasi yang baik dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

”Ormas Islam akan sulit menyatakan dukungan secara struktural. Pemilih Muhammadiyah juga akan rasional. Jadi, partai mana yang dipilih, akan bergantung pada kinerja partai,” ungkap Anis Matta. Mantan Ketua PP Muhammadiyah yang sekarang menjadi politikus Partai Golkar, Hajriyanto Y Tohari,mengatakan, di organisasi tersebut ada pembagian tugas.

”Ada yang mengurusi Muhammadiyah seperti Pak Din dan ada yang terjun ke dunia politik seperti saya ini,”katanya. Anggota Komisi I DPR ini menyatakan, tersebarnya kader Muhammadiyah di beberapa parpol merupakan sebuah keuntungan tersendiri. Sebab, nantinya organisasi tersebut bisa memanfaatkan mereka untuk kepentingan Muhammadiyah. (rd kandi/rahmat sahid/ahmad baidowi)


http://72.14.235.104/search?q=cache:yvnqSgLQy5YJ:www.seputar-indonesia.com/edisicetak/nasional/pmb-berpeluang-curi-suara.html+PMB+JAWA+TIMUR&hl=id&ct=clnk&cd=42&gl=id

PMB Merapat ke Khofifah

13 Agustus 2008

Jakarta, Menjelang pelaksanaan putaran kedua pemilihan gubernur Jawa Timur (pilgub Jatim), dukungan terhadap pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (KaJi) terus mengalir, salah satunya dari Partai Matahari Bangsa (PMB).

Ketua Umum PMB Imam Addaruquthni, di Jakarta, Selasa (12/8), membenarkan bahwa partainya kini tengah merapat pada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub/cawagub) yang diusung Koalisi Jatim Bangkit tersebut. "Setelah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk fakta di lapangan, PMB memilih merapat ke KaJi," katanya.

Menurut Imam, realitas menunjukkan siapa pun yang akan terpilih, yang menang adalah NU, karena pada dua pasangan kandidat yang akan bertarung pada putaran dua masing-masing terdapat kader NU yakni Khofifah dan Saifullah Yusuf.

Jika PMB memilih merapat ke KaJi, kata Imam, karena Khofifah merupakan calon gubernur sedangkan Saifullah Yusuf posisinya sebagai cawagub. Sehingga, bagi PMB, lebih strategis mendukung kader NU yang menjadi cagub.

Menurut Imam, kekuatan PMB di Jatim cukup signifikan. Jatim merupakan salah satu basis kekuatan partai yang akan maju dalam pemilihan umum (pemilu) 2009. Setidaknya, kata Imam, tambahan dukungan dari PMB akan memberi warna dan darah segar bagi pasangan KaJi di putaran kedua nanti.

Selain itu, lanjut Imam, pilgub putaran kedua di Jatim juga menjadi ajang pemanasan bagi PMB untuk menghadapi pemilu 2009. Kekuatan PMB di Jatim akan dikonsolidasikan dalam pemilihan kepala daerah sekaligus dipersiapkan untuk mendulang suara dalam pemilu. "Jadi ini semacam simbiosis mutualisme," kata Imam. [EL, Ant]

http://www.gatra.com/2008-08-14/artikel.php?id=117441

KLIPING SYAFRUDIN BUDIMAN : Sembilan OKP Islam Minta Pemerintah

JAWA TIMUR
Sembilan OKP Islam Minta Pemerintah
Tidak Menyengsarakan Rakyat

Kamis, 9 Februari 2006
SURABAYA (Suara Karya): Pimpinan sembilan organisasi kepemudaan (OKP) Islam yang ada di Jawa Timur meminta pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tidak menyengsarakan rakyat dengan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) dan harga bahan bakar minyak (BBM).

Permintaan itu tertuang dalam "Seruan Muharram 1427 H" yang disampaikan pimpinan sembilan OKP Islam tersebut kepada wartawan di Gedung DPRD Propinsi Jatim, di Surabaya, Rabu.

Para pimpinan OKP Islam Jatim tersebut masing-masing Ketua Umum Badko HMI Sugiharto, Ketua Umum Koorcab PMII Achmad Nur Aminuddin, Ketua DPD IMM Syafruddin Budiman, Ketua Umum PW IRM Fasil Fuad, dan Ketua Umum PW PII, Fahmi Tibyan.

Kemudian Ketua Umum PW IPNU Sulamul Hadi Nurmawan, Ketua Umum IPPNU Dewi Winarti, Ketua Umum MASIKA ICMI Hadi Wahyudi serta Ketua Umum Pengurus Wilayah Forum Mahasiswa Syariah (Formasi) M.Asyhari Rangkuti.

Mereka menyatakan kebijakan pemerintahan akhir-akhir ini terasa menyulitkan masyarakat, termasuk umat Islam, yakni dengan adanya kebijakan kenaikan harga BBM, impor beras serta rencana menaikkan TDL.

Mereka menganggap kebijakan pemerintah itu lebih mengikuti regulasi pasar yang dikendalikan oleh neo-liberal dan kapitalisme. Mereka juga mendesak kepada pemerintahan SBY untuk mengaudit dan mengusut tuntas korupsi di PLN, Pertamina, Bulog dan BUMD-BUMD yang menjadi sarang "tikus berdasi".

Para pimpinan OKP Islam Jatim itu juga menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menolak budaya dan hal-hal berwatak kapitalistik yang dipropagandakan oleh Barat.

"Kebijakan pemerintah menaikkan TDL, BBM atau kenaikan apapun harus diimbangi dengan solusi program-program yang bisa mengentaskan masyarakat kecil, misalnya melalui program padat karya. Solusi seperti pemberian bantuan tunai langsung (BTL) harus bisa memberdayakan ekonomi masyarakat," kata Ketua Umum Badko HMI Jatim Sugiharto.

Sementara menurut Ketua IMM Jatim Syafrudin Budiman, peringatan tahun baru Islam sekarang ini merupakan sebuah momentum untuk mencerahkan bangsa dari persoalan-persoalan krisis yang berkepanjangan.

"Hijrah adalah momentum, berangkat dari situasi yang suram menjadi situasi yang cerah dan terus cerah, maka yang bisa dilakukan umat Islam adalah menegaskan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur`an, sunah Rasulullah serta kontektualisasi nilai-nilai yang ada di dalamnya," katanya.

Bertemunya sejumlah OKP Islam, dengan menyampaikan "Seruan Muharram 1427 H" tersebut sekaligus merupakan rekonsiliasi gerakan Islam untuk membangun aliansi strategis yang lebih luas. (Ant/Laurensius)

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=135093

KLIPING SYFRUDIN BUDIMAN : Panitia Tragedi Mei 1998 Unjuk Rasa ke RRI Surabaya

Sabtu, 14 Mei 2005 15:18 WIB
Panitia Tragedi Mei 1998 Unjuk Rasa ke RRI Surabaya

SURABAYA--MIOL: Para mahasiswa yang tergabung dalam panitia bersama malam peringatan tragedi Mei 1998 dan refleksi tujuh tahun reformasi, melakukan unjuk rasa ke gedung RRI Cabang Madya Surabaya di Jalan Pemuda, Sabtu, meminta agar tuntutannya diudarakan.

Para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa berasal dari Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jatim, Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) Jatim, IKOHI, FKPI, Barisan Oposisi Bersatu (BOB), Letram dan Solidaritas Nusa Bangsa.

Sebelum tiba di RRI Surabaya, mereka terlebih dahulu melakukan unjuk rasa di depan patung Gubernur Suryo di depan Gedung Negara Grahadi, kemudian melanjutkan perjalanan ke gedung DPRD Surabaya di Jalan Yos Sudarso, setelah itu menuju ke Jalan Pemuda.

Mahasiswa tidak mengalami hambatan berarti untuk menyampaikan aspirasi ke RRI Surabaya. Mereka bebas menyampaikan tuntutannya, selain itu mereka juga diberi kesempatan melakukan talk show,P> yang diwakili oleh Dandi Katjasungkana, dengan dipandu reporter RRI, Kistoro.

Menurut Kistoro, acara dialog berlangsung sekitar satu jam mulai pukul 11.45 Wib. "Mahasiswa mengeluhkan kenapa tragedi Mei 1998 yang sudah berlangsung selama tujuh tahun tidak segera tuntas padahal sudah disampaikan ke parlemen dan Komnas HAM," tuturnya.

Aktifis IMM Jatim, Syafruddin Budiman dalam tuntutannya mengatakan pihaknya meminta agar pemerintah mengusut tuntas tragedi Mei 1998 dan mengadili jendral pelanggar HAM yang terlibat peristiwa Mei, mencabut produk undang-undang yang anti demokrasi dan melanggar HAM.

Para pengunjuk rasa juga meminta agar pemerintanhan SBY melakukan percepatan untuk melakukan reformasi TNI diantaranya dengan membubarkan Kodim, Koramil, Babinsa.

Pada kesempatan yang sama, Syafruddin juga mengundang warga untuk menghadiri malam peringatan tragedi Mei 1998 dan refleksi tujuh tahun reformasi, Senin (16/5) di halaman SMU Muhammadiyah 2, Jalan Pucang Anom 91, Surabaya, pukul 18.00 WIB.

Menurut rencana acara tersebut bakal menghadirkan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Prof dr Fasich Apt, aktifis HAM dari Solidaritas Nusa Bangsa, Ester Endrayani Yusuf SH, Ketua Kontras, Usman Hamid SH dan akan ditutup doa oleh Drs Kuswiyanto MSi, anggota Fraksi PAN DPRD Jatim. (Ant/OL-1)

http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=65134

KLIPING SYAFRUDIN BUDIMAN : Barisan Oposisi Jatim Kecam PKS Dukung SBY-Kalla

Surabaya, Minggu

Barisan Oposisi Bersatu (BOB) Jawa Timur mengecam keras dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK). "PKS itu seharusnya berada dalam kekuatan oposisi, karena itu banyak yang mensinyalir bahwa PKS telah disusupi militer," kata juru bicara BOB Jatim, Syafruddin Budiman, di Surabaya, Minggu (5/9).

Ia mengatakan PKS pernah menjadi oposisi dan mendukung Amien Rais dengan pertimbangan yang sangat lama, tapi PKS sekarang sudah mendukung pasangan SBY-JK sampai ke akar-akarnya hanya dalam hitungan jam. "Kami mengingatkan kepada warga Muhammadiyah untuk mempertimbangkan dukungan PAN kepada PKS selama ini, karena PKS mendukung Amien Rais dengan setengah hati," ujar Syafruddin yang juga Ketua Bidang Hikmah IMM Jatim itu.

Sikap PKS seperti itu, lanjutnya, berarti PKS tak konsisten, karena kepemimpinan sipil itulah yang seharusnya lebih didukung daripada militer. "Dalam konteks Jatim, kami mendukung sikap PAN Jatim yang menolak bergabungnya PKS ke dalam Fraksi Amanat Jatim, sehingga mereka akhirnya masuk ke Partai Demokrat, karena inkonsistensi PKS sendiri," sebutnya.

Namun, tambah Syafruddin, BOB juga mengecam koalisi yang hanya bersifat politik dagang sapi, karena koalisi seharusnya merujuk kepada terwujudnya demokrasi dan pemerintahan yang bersih. (Ant/Ima)

http://64.203.71.11/utama/news/0409/05/100954.htm