Selasa, 20 Juli 2010

Puluhan Tokoh Jawa Timur Deklarasikan Nasdem


Surabaya – Ruang Aspirasi Rakyat

Sebanyak 45 tokoh masyarakat Jawa Timur menjadi deklarator Nasional Demokrat (Nasdem) Jawa Timur. Sedangkan Inisiatornya tiga orang diantaranya, Basofi Sudirman (Mantan Gubenur Jatim), KH. Salahuddin Wahid (Pengasuh Ponpes Tebu Ireng) dan KH Fawaid As'ad Syamsul Arifin (Pesantren Salafiyah Syafi`iyah Situbondo).

Hal ini disampaikan Achmad Rofiq, Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Nasional Demokrat, saat Temu Deklarator Nasdem Jawa Timur di Hotel Bumi Hyat Surabaya, Senin malam, (20/7). Aktivis PP Pemuda Muhammadiyah ini juga membacakan nama-nama tokoh yang akan menjadi Deklarator Jawa Timur.

Para Deklarator Nasdem Jatim diantaranya, Prof. Dr. Soetarto, Hasan Aminuddin, Chairul Anam, Riski Sadik, Miratul Mukminin, Ratih Sanggawati, Didi Kempot, Aminurrahman, Suyoto, Sunartoyo, Ibnu Setiawan, Effendi Choiri dan Prof.Dr.Dra. Hj. Istibsjaroh, SH. M.Ag. Selain itu ada, Mohammad Mirdasy, George Hadiwiyanto, Yayuk Sri Rahayuningsih dan beberapa nama tokoh lainnya.

“Nasdem Jawa Timur banyak merekrut nama-nama tokoh Jawa Timur pada Deklarasi 25 Juni 2010 di Expo Jatim jam 13.00 WIB. Baik dari tokoh ormas, tokoh agama, tokoh adat, aktifis parpol, aktifis pemuda, budayawan dan pengusaha,” ujar Ahmad Rofiq dihadapan para Deklarator Jatim yang hadir.

Sementara itu Syamsul Ma’arif, Sekretaris Jenderal DPP Nasdem mengatakan, perekrutan tokoh ini dalam rangka memperkuat gagasan dan ide Nasdem. Mengingat Nasdem adalah gerakan budaya yang bergerak pada moral dan kultural sebagai landasan. Nasdem juga menjadi gerakan politik dan gerakan ekonomi yang telah dilandasi gerakan moral tersebut.

”Nasdem hadir sebagai aliansi subtansi dari background pemikiran yang paling dalam, yakni hati nurani. Terutama dalam komitmen kebangsaan dan komitmen moral,” terang Syamsul Ma’arif yang juga anggota Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar ini.

Sedangkan untuk gerakan lapangan, Nasdem mencari ruang kosong dari sisi yang belum digarap. Misalnya, memberikan bantuan bencana, bantuan pendidikan, bantuan pemberdayaan yang belum tergarap. Agar gerakan Nasdem bisa menjadi gerakan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

”Nasdem juga akan menghimpun semua potensi individu-individu sebanyak-banyaknya. Tanpa membedakan profesi, agama, golongan, kelompok dan bahkan parpol sekalipun. Nasdem tetap hadir sebagai gerakan perubahan agar negara ini kembali kepada mainstream-nya,” terang mantan Menteri Informasi dan Komunikasi ini.

Hadir beberapa punggawa nasdem mendampingi Sekjen DPP Nasdem pada acara Temu Dekalarator Nasdem Jatim. Diantaranya, Ferry Mursyidan Baldan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Samuel Nitisaputra Wakil Sekjen Organisasi & Keanggotaan dan Patrice Rio Capella Wakil Sekjen Kaderisasi. Selanjutnya sebagai pengarah acara Ahmad Rofiq Wakil Sekjen Pemberdayaan & Pelayanan Masyarakat dan Sugeng Suparwoto Wakil Bendahara Logistik Bantuan Sosial.

Agenda Deklarasi ini akan dimulai dengan pra Deklarasi tanggal 24 Juli 2010. dimana ada penamanan pohon di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo oleh Surya Paloh Ketua Umum DPP Nasdem. Diteruskan dengan silaturrahim ke Ponpen Tebu Ireng Jombang dan takziah ke Makam Gus Dur.

”Selanjutnya Ketua Umum akan hadir pada acara Deklarasi Nasional Demokrat Jawa Timur 25 Juli 2010. Besoknya tanggal 26 Juli 2010 juga akan dideklarasikan Nasdem beberapa Kabupaten/Kota yang dipusatkan di Ngawi. Diantaranya, Madiun, Blitar, Ngawi, Kediri, Trenggalek dan daerah mataraman lainnya,” ujar Sugeng Suparwoto Korwil Nasdem Jatim. (rud)

www.beritajatim.com

Senin, 28 Juni 2010

Sekolah di Pulau Masalembu Tergenang Banjir


Kamis, 24 Jun 2010

Sumenep - Sejumlah sekolah di Kecamatan Masalembu, Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis tergenang air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak hari Rabu (23/6).

Pengasuh Pondok Pesantren Daru Dakwah wal Irsyad (DDI) Darussalam di Desa Masalima, Masalembu, Abdul Wasiq menjelaskan, genangan air akibat hujan sampai masuk ke sebagian ruangan kelas sekolah di bawah naungan pondok pesantren.

"Posisi bangunan sekolah kami agak tinggi, sehingga genangan air hanya masuk sebagian ke ruangan kelas. Kalau halaman sekolah sudah dipenuhi genangan air," katanya melalui sambungan telepon.

Selain sekolah di bawah naungan Pondok Pesantren DDI Darussalam, kata dia, genangan air akibat hujan juga masuk ke ruangan kelas di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Masalembu.

"Kalau di SMAN Masalembu sudah agak parah. Halaman sekolahnya sudah tertutup air dan seakan-akan sudah bukan halaman sekolah," katanya.

Wasiq mengemukakan, hujan deras yang mengguyur Pulau Masalembu sejak hari Rabu juga membuat jalan raya sepanjang 300 meter tergenang air setinggi lutut.

"Kendaraan bermotor tidak bisa melalui jalan tersebut. Kondisi pada Kamis ini serupa dengan yang terjadi pada hari Jumat (18/6) pekan lalu," katanya menambahkan.

Masalembu adalah salah satu dari sembilan kecamatan di Sumenep yang berada di wilayah kepulauan.(*/ant)

Selasa, 22 Juni 2010

JCW Desak Tender Ulang Rehab Puskesmas Guluk-Guluk



Sumenep - Jatim Coruption Watch (JCW) mendesak panitia lelang Dinas Kesehatan Sumenep melakukan tender ulang terkait pembangunan proyek rehab Puskesmas Pembantu Guluk-Guluk. Panitia dinilai menyalahi Keppres No 80/2003 tentang pengadaan barang dan jasa, karena menutup penerimaan berkas lelang tidak sesuai aturan jam kerja kepegawaian.

Hal ini diungkapkan Dr. Sajali, SH, MH, MM, Koordinator Jatim Coruption Watch (JCW) di rumah makan 17 Agustus Jl. Panglima Sudirman Sumenep. Saat melakukan konferensi pers tentang adanya dugaan pelanggaran aturan tentang lelang rehab Puskesmas Pembatu Guluk-Guluk, Senin siang (22/06).

Sajali mengatakan, setelah menerima laporan dari rekanan yang dirugikan akibat ditutupnya lelang jam 10.00 WIB. Selanjutnya, kami melakukan klarifikasi kepada Kadarisno, panitia lelang Rehab Sedang/Berat Puskesmas Pembantu Guluk-Guluk Sumenep. Pihaknya berdalih dengan menjawab, bahwa sudah sesuai kesepakatan rekanan dan keputusan panitia lelang.

”Kami menilai penutupan terlalu awal jam 10.00 WIB adalah melanggar aturan. Seharusnya jadwal penutupan jam lelang adalah jam 16.00 WIB sore. Bahkan ada proyek lelang yang merima berkas penawaran sampai jam 24.00 WIB,” pungkas akademisi lulusan doktoral Universitas 17 Agustus Surabaya ini.

Pria yang pernah mengikuti Konvensi Cabup PPP Sumenep ini menjelaskan, rekanan yang dirugikan adalah Rahmandoko, ST, SH, MH Direktur CV. Bintang Utama. Selain itu Ahmad Walid, ST, MT, Direktur CV. SALSABILA ikut juga dirugikan bersama yang lainnya. Mengingat ditutupnya lelang proyek rehab Puskesmas Pembantu Guluk-Guluk lebih awal.

”Untuk itu kami mendesak panitia lelang dan Kepala Dinas Kesehatan Sumenep untuk melakukan tender ulang. Jika hal ini dipaksakan tentunya akan patut diduga melanggar hukum yang menyebabkan kerugian negara,” tegas Sajali.

Penggiat anti korupsi ini juga menambahkan, jika ada lelang yang diduga sengaja dikonsidikan dan terjadi dugaan permainan. Pihaknya mengatakan, tidak segan-segan akan melaporkan kepada aparat hukum. Bahwa telah terjadi dugaan tender yang sengaja direkayasa. (*)

http://www.beritajatim.com/citizenjurnalism.php?newsid=628

Jumat, 28 Mei 2010

BASMALAH Kampanye Bersama Kaum Dua’fa


Sumenep – Ruang Aspirasi Rakyat

Pasangan Cabup-Cawabup Ir. R. Bambang Mursalin, MM., MBA – Drs. KH. Moh. Saleh Abdullah (BASMALAH) menggelar kampanye bersama kaum dua’fa. Dimana dilakukan dengan penyampaian visi-misi dan orasi politik. Selanjutnya menggelar sukuran dengan makan siang bersama kaum du’afa sebanyak 300 orang.

Kegiatan kampanye tersebut dilaksanakan di Balai Beringin Kantor DPD Partai Golkar Jl. Panglima Sudirman Sumenep, Jum’at (28/05). Kampanye simpatik ini merupakan yang perdana dilakukan pasangan professional/pengusaha dan ulama.

“Kami tidak akan melakukan kampanye yang hura-hura. Cukup BASMALAH melakukan kepedulian sosial bagi masyarakat bawah atau kaum du’afa,” terang Bambang Mursalin saat menyampaikan orasi politik-nya.

Menurut Vice President PT. AMYTHASPRATAMA Holding Company, Jakarta, kampenye awal ini melibatkan Pedagang Kaki Lima (PK-5). Para tukang becak, pekerja bangunan, pasukan kuning ikut menikmati masakan para PK-5. Sehingga kampanye ini bersentuhan langsung dengan rakyat bawah.

“Pemberdayaan PK-5 sebagai kekuatan ekonomi mikro merupakan basis perekonomian masyarakat. Hal ini tentu perlu pembinaan dan pendampingan khusus. Kami berjanji kalau kami terpilih kami akan memberikan rombong gratis kepada mereka,” kata pria kelahiran Sumenep, 15 Desember 1964 ini.

Dalam kampanye ini Bambang Mursalin didampingi para pimpinan parpol pendukung. Diantaranya, Azis Syalim Syabibi (Sekretaris Partai Demokrat), Iwan (Ketua DPD Partai Golkar), Moh. Riyadi (Ketua DPD PKS) dan 17 parpol non parlemen.

Kampanye berlangsung lancar dan damai dengan melibatkan aparat kepolisian. Sekitar 3 pleton polisi nampak berjaga-jaga di sekitar lokasi. Selanjutnya Bambang Mursalin selesai acara menyalami satu persatu para personil kepolisian. Termasuk masyarakt disekitar area kampanye.

“Terima kasih atas dukungan pihak kepolisian yang telah mengamankan acara kami dengan damai. Mohon doa semoga tujuan dan niat baik kami bisa tercapai,” ujar Alumni University of Monash, Melbourne, Australia '97 dengan gelar Master of Business Administration (MBA) ini.(rud)

Rabu, 19 Mei 2010

Komisi C : Pembangunan Pagar PT Garam Harus Dihentikan



Sumenep – Ruang Aspirasi Rakyat

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, H. Ruqi Abdullah, SH mendesak pembangunan pagar PT Garam di Desa Nambakor dihentikan. Mengingat belum mengantongi surat izin mendirikan bangunan (IMB). Selain itu juga, PT Garam telah menutup jalur anak sungai dari sungai Kebunagung.

Hal ini disampaikan H. Ruqi Abdullah, SH anggota Komisi C DPRD Sumenep, Jum’at (12/02) saat ditemui di meja kerja-nya. Menurutnya, pelanggaran tersebut, PT Garam pada proses pembangunan pagar belum mengantongi ijin. Selanjutnya, PT Garam telah menutup jalur anak sungai (C7) yang merupakan jalur aliran air dari sungai Kebunagung.

“Akibat dari penutupan anak sungai tersebut, sejumlah rumah warga tergenang air ketika hujan turun dan air meluas ketanaman warga sekitar hingga merusak tanaman. Bahkan nyaris tidak dapat dipanen,” kata anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) ini.

Pria berkumis ini mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan terhadap tindakan PT Garam yang dinilai sangat semena-mena. Dimana, melupakan proses perijinan dan aspek kepentingan masyarakat umum. Jangan sampai kegiatan PT Garam menutup sungai yang merugikan warga.

Terkait dengan pemindahan pagar, Ruqi Abdullah mengatakan, pagar yang dipasang oleh PT Garam itu dibongkar dulu sebelum mempunyai IMB. PT Garam diistruksikan untuk tidak memindahkan pagar tersebut, sebelum IMB turun.

“PT Garam harus mengikuti rekomendasi Komisi C DPRD Sumenep. Jangan salahkan warga sekitar jika melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat yang paling dirugikan oleh pembangunan tersebut adalah warga Nambakor dan Muangan,” terang Ruqi Abdullah yang terpilih dari Dapil II ini.

Ia menambahkan, bahawa sampai saat ini Komisi C, sudah mengirim surat kepada Direktur utama PT Garam dalam rangka membicarakan persoalan tersebut. Rencananya akan dipertemukan antara pihak PT Garam dengan warga setempat.

Sementara itu Kepala Desa Nambakor, Abd Su'ud, mengatakan, pihaknya telah sering melakukan koordinasi dengan pihak PT Garam, namun tidak ada tanggapan yang serius dari PT Garam sendiri.
"Sementara ini kami bersama warga telah melakukan koordinasi dengan PT Garam, tapi tidak ada hasilnya. Jika ini terus-terusan terjadi jangan salahkan jika warga melakukan tindakan yang tidak diinginkan, karena warga sudah cukup sabar,"ungkap Su'ud, Kades Nambakor, Senin (17/5), dilokasi penutupan sungai.

Sebelumnya, Komisi C sudah menggelar rapat di ruangan paripurna DPRD setempat, Selasa (11/5) kemarin. Dalam rapat pertemuan itu ikut hadir BLH, PU Cipta Karya, PU Bina Marga, Dinas Pengairan, BPN perwakilan Sumenep, Asisten II Pemda, PT Garam dan semua anggota Komisi C sendiri.

Pada rapat tersebut, merekomendasikan untuk membongkar pagar yang sudah dipasang oleh PT Garam. Pasalnya pagar yang dipasang PT Garam itu sudah jelas menyalahi Undang-undang Nomor 11 tahun 1974 tentang pengairan dan batas-batas sungai. Dimana menjelaskan bahwa 100 meter dari pantaran sungai tidak boleh digunakan oleh siapapun.

Selain itu, pemasangan pagar itu sudah mengambil tanah jalan raya. Sehingga harus dibongkar dan dapat dipasang kembali PT Garam setelah menyelesaikan surat IMB-nya. “PT Garam sudah melanggar aturan, untuk itu, pagar yang dipasang tersebut harus dibongkar sekarang juga," pungkas Ruqi Abdullah. (rud/*)

KH. Achmad Kurdi : Sosialisasikan BASMALAH Satu Putaran


Sumenep – Ruang Aspirasi Rakyat

Anggota DPRD Sumenep dari Partai Demokrat terus sosialisasikan pasangan Ir. Bambang Mursalin, MM., MBA-Drs. KH. Moh. Saleh Abdullah (BASMALAH) satu putaran. KH. Ahmad Kurdi adalah salah satu yang paling getol menyuarakan target satu putaran pada Pemilukada 14 Juni 2010. Mengingat, apabila ini dilakukan tentunya akan menghemat biaya APBD Sumenep.

Rilis ini disampaikan langsung oleh KH. Ahmad Kurdi diruang kerja-nya, Rabu (19/05). Anggota Komisi C DPRD Sumenep ini mengatakan, pasangan BASMALAH adalah paling ideal memimpin Sumenep. Dimana bisa dilihat dari figur, visi-misi dan profilnya memiliki komitmen yang tinggi memajukan Sumenep.

“Kami sebagai kader Partai Demokrat yang berada di parlemen selalu mensosialisasikan pasangan BASMALAH satu putaran. Buat apa Pemilukada dua kali kalau nantinya masyarakat menanggung beban biaya besar? Karena itu, kami menawarkan solusi untuk bergabung dengan BASMALAH” ujar KH.Ahmad Kurdi dengan nada optimis.

Menurut anggota Fraksi Demokrasi Keadilan ini menjelaskan BASMALAH paling ideal memimpin Sumenep. Dimana pasangan ini, memiliki 4 pilar program pembangunan. Diantaranya, pembangunan berbasis perdesaan menuju otonomi desa. Selanjutnya peningkatan pelayanan dasar pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan sosial budaya.

“Selain itu Optimalisasi pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) untuk kesejahteraan masyarakat. Dan terakhir Meningkatkan kinerja apara-tur pemerintahan yang memiliki kompetensi dan profesionalisme tinggi,” terang pria berkacamata ini.

Anggota DPRD dari Dapil II (Saronggi, Bluto, Lenteng dan Giligenting) ini, juga tidak segan-segan turun langsung ke masyarakat. Dimana dirinya terus menggalang kekuatan di bawah untuk kemenangan. Bahkan kaca belakang mobil-nya sudah ditempeli gambar BASMALAH untuk Satu Putaran.

“Bukti komitmen kami adalah memenangkan pasangan Pengusaha/Profesional dan Ulama ini. Keduanya adalah yang paling siap dan memiliki dukungan paling banyak dengan didukung 20 parpol. Dimana jaringan kami mengakar dan menyebar di 27 Kecamatan,” jelas KH. Ahmad Kurdi dengan sigap.(rud)

Senin, 17 Mei 2010

Dewan Dari Partai Demokrat Amankan Suara BASMALAH


Sumenep - Ruang Aspirasi Rakyat

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep dari Partai Demokrat fokus mengamankan suara Ir. R. Bambang Mursalin, MM., MBA – Drs. KH. Saleh Abdullah (BASMALAH). Tugas ini tidak lain dalam rangka menggiring dan menjaga suara yang telah diperoleh di setiap TPS di dapil-nya masing-masing.

Pernyataan dikatakan oleh Wiwid Harjo Yudanto, SE anggota DPRD Sumenep dari Partai Demokrat, Senin, (17/05) saat ditemui di ruang kantornya. Menurut anggota Komisi B DPRD Sumenep ini, setiap kader wajib memenangkan calon yang diusung Partai Demokrat. Baik kader yang duduk yang di parlemen maupun yang bukan.

“Tidak ada keraguan lagi bagi kami memenangkan pasangan BASMALAH. Ini sudah menjadi tekat, sehingga harus dilakukan pengamanan suara di dapil kami masing-masing. Dimana menghindari kecurangan dan penggelembungan suara,” ujar Wiwid kader muda yang mewakili Dapil I (Kota, Batuan, Manding dan Talango) ini.

Ketua Fraksi Demokrasi Keadilan (FDK) DPRD Sumenep ini menjelaskan, bahwa sebelumnya dirinya telah bertemu pasangan BASMALAH untuk menyatakan komitmen pemenangan. Bersama dengan tujuh anggota DPRD lainnya juga yang tergabung pada Koalisi Sumekar (PD, Partai Golkar dan PKS).

“Kami telah diundang dan membahas pemenangan pasangan BASMALAH. Kami juga sudah berkomitmen untuk siap menjaga suara pada Pemilukada 2010 nantinya. Selanjutnya mengerahkan potensi suara masing-masing ke TPS untuk pemenangan,” jelas pria kelahiran Talango, 27 Oktober 1981.

Dengan slogan berjuang untuk rakyat, Alumni Jurusan Manajemen Keuangan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malang Kucecwara ini mengatakan, BASMALAH paling mempunyai potensi kemenangan. Mengingat banyak-nya dukungan 20 parpol, ulama kharismatik, tokoh masyarakat dan relawan-relawan yang tanpa lelah berjuang demi BASMALAH.

“Target satu putaran sangat realistis dan dukungan kepada pasangan profesional/pengusaha dan kyai kharismatik bagaikan bola salju. Dimana juga ditambah dukungan kami yang telah teruji di lapangan dalam meraih suara. Insya Allah sesuai target 200 ribu suara, bisa meraih kemenangan,” terang bapak dari Moh. Fahri ini. (rud)

Kamis, 06 Mei 2010

Golkar Siapkan Relawan Perempuan BASMALAH


Sumenep - Ruang Aspirasi Rakyat

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sumenep menyiapkan 100 relawan perempuan setiap kecamatan. Relawan perempuan ini akan diterjunkan untuk memenangkan pasangan cabup dan cawabup Ir. R. Bambang Mursalin, MM., MBA dan Drs. KH. Moh. Saleh Abdullah (BASMALAH). Mengingat semakin ketatnya persaingan antar kandidat meraih suara dalam Pemilukada Sumenep 2010.

Hal ini disampaikan oleh Drs. Hj. Endang Sri Rahayu Wakil Ketua Bidang Perempuan DPD Partai Golkar Kabupaten Sumenep, Selasa (05/05) saat ditemui di ruang kerjanya. Menurutnya, relawan ini akan bergerak melalui acara pengajian dan tahlilan. Selain itu juga melalui sosialisasi dan silaturahim door to door kerumah-rumah penduduk.

“Pembentukan relawan perempuan ini bagian dari strategi pemenangan BASMALAH satu putaran. Insya Allah bisa berjalan efektif dan efisien, sampai menjelang hari H 14 Juni 2010 pelaksanaan Pemilukada,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumenep ini.

Hj. Endang Sri Rahyu mengatakan, setiap relawan juga sebagian akan kita jadikan saksi di TPS. Dimana mereka bertugas memobilisasi suara ke TPS dan menjaga suara BASMALAH. Bahkan mereka akan diberi bekal untuk melakukan simulasi pencoblosan dengan benar. Terutama untuk orang tua dan nenek-nenek agar tidak salah memilih BASMALAH.

“Kami yakin gerakan ini, akan menjadi suara yang positif dan kemenangan BASMALAH. Selanjutnya Partai Golkar juga akan berkoordinasi dengan fungsionaris perempuan dari 19 parpol lainnya. Agar bisa disinergikan dilapangan,” terang Ketua DPD Al-Hidayah organisasi bidang perempuan ini.

Anggota Komisi B DPRD Sumenep ini juga menambahkan bahwa, dengan nomor urut 4 BASMALAH lebih mudah sosialisasinya. Dimana berada di pojok kanan atas dan kedua figur calonnya menggunakan surban.

“Apalagi, Bapak Bambang Mursalin dan KH. Moh. Saleh Abdullah orangnya cerdas, pinter, ganteng dan berwibawa. Ini sangat memudahkan kami melakukan sosialisasi kepada pemilih perempuan,” tambah Hj. Endang Sri Rahayu dengan tersenyum.(rud)

Selasa, 04 Mei 2010

DPR: Penghentian Renumerasi Pegawai Pajak Final


DPR: Penghentian Renumerasi Pegawai Pajak Final

Selasa, 04 Mei 2010

Surabaya - Panitia Kerja (Panja) Perpajakan DPR RI menyatakan penghentian remunerasi untuk pegawai pajak sudah final, meskipun panja sampai sekarang masih bekerja.

"Sudah diputuskan, remunerasi untuk pegawai pajak harus dihentikan. Keputusan ini sudah final, meskipun kami sampai sekarang masih bekerja," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR, Ahsanul Kosasih, di Surabaya, Selasa.

Ia menilai, remunerasi itu tidak pantas diberikan kepada pejabat atau pegawai perpajakan, menyusul semakin banyaknya kasus-kasus mafia perpajakan yang melibatkan pejabat dan pegawai pajak.

"Remunerasi itu diberikan sebagai 'reward' (penghargaan) atas profesionalisme. Tapi ternyata kasus korupsi dan mafia pajak masih marak terjadi," katanya di sela-sela mengikuti rapat dengar pendapat Komisi XI dengan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I, II, dan III itu.

Ahsanul menganggap, percuma remunerasi diberikan, akan tetapi mental dan perilaku pejabat dan pegawai pajak bobrok, sehingga korupsi dan kejahatan perpajakan terus terjadi.

Panja Perpajakan dibentuk Komisi XI untuk menindaklanjuti kasus mafia perpajakan yang terjadi di DJP.

"Panja ini nanti bisa memberikan rekomendasi terhadap Menteri Keuangan, termasuk sanksi dan teguran. Panja ini forum tertinggi di Komisi XI," ucap anggota Fraksi Partai Demokrat itu.

Dalam kesempatan itu, seorang anggota panja sempat menanyakan, bolehkah pejabat atau pegawai pajak berbisnis. Kepala Kanwil DJP Jatim I, Ken Dwijugiastadi, menjawab boleh asalkan tidak berkaitan dengan perpajakan.

Namun anggota Panja membeberkan bukti, banyak pegawai pajak yang memiliki kekayaan luar biasa dan tidak masuk akal jika dikaitkan dengan pendapatannya selama ini.

"Kami punya bukti ada banyak pegawai dan pensiunan yang bekerja sebagai konsultan pajak," kata Edison, anggota Komisi XI itu.(*/rud)

Minggu, 02 Mei 2010

BASMALAH Sumbang Laptop Saat Reuni-an


Sumenep – Ruang Aspirasi Rakyat

Ir. R. Bambang Mursalin, MM., MBA saat pelaksanaan reuni alumni SMP 1 dan SMA 1 Sumenep menyumbang laptop untuk sekolah-nya. Sumbangan ini sebagai wujud aspresiasi kepada guru di hari pendidikan 2 Mei 2010. Calon Bupati Sumenep ini berjanji memberikan bantuan satu laptop kepada setiap guru SMP dan SMA.

“Perlu perhatian khusus pada dunia pendidikan, apabila ingin masyarakatnya berkembang. Setiap guru SMP dan SMA wajib memiliki laptop/notebook untuk pengembangan wawasan global. Saya berjanji untuk memenuhinya jika terpilih sebagai Bupati Sumenep,” ujar Bambang Mursalin saat menyampaikan pidato di gedung Zansibar, Batuan - Sumenep.

Dihadapan 1500 undangan yang hadir pada reuni SMP 1 dan SMA 1 Sumenep tahun 1981-1985. Mantan Ketua OSIS SMA 1 Sumenep 1983 ini mengatakan, Pendidikan adalah tonggak kemajuan sebuah bangsa. Dengan pendidikan negara akan mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat-nya.

“Kami bersama Cabup KH. Moh Saleh Abdullah akan berbagi tugas jika terpilih nantinya. Saya akan bertanggungjawab dalam bidang, pembangunan, perekonomian, bidang keuangan-anggaran dan bidang pemberdayaan desa. Sementara KH. Moh Saleh Abdullah bertanggungjawab dalam kesejahteraan sosial, keagamaan, peningkatan pendidikan ponpes dan sekolah,” pungkas lulusan pasca sarjana University of Monash, Melbourne, Australia '97.

Menurut Bambang Mursalin, selain fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dirinya berupaya meningkatkan semua potensi. Baik sektor eksplorasi gas dan minyak bumi, pengembangan lapangan usaha pertanian-peternakan dan peningkatan usaha perdagangan dan pariwisata Selain itu pembangunan berbasis perdesaan dengan peningkatan ADD dan tunjangan pokok aparat pemerintahan desa (TPAPD).

”Kami yakin dan siap meningkatkan ADD minimal 200 juta dan TPAPD minimal 1 juta rupiah. Ini harus dilaksanakan minimal 2011 agar pembangunan desa bergerak maju dan layanan pemerintahan desa memadai,” terang pria kelahiran Sumenep 15 Desember 1964 ini.(rud)

APNP Kawal BASMALAH Menang Satu Putaran


Sumenep – Ruang Aspirasi Rakyat

Menjelang 14 Juni 2010 saat Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Sumenep, yang tinggal 40 hari lagi. Sebanyak 17 partai politik tergabung dalam Aliansi Partai Politik Non Parlemen (APNP) melakukan konsilidasi ke tingkat ranting. Pemantapan basis ini dalam rangka pemenangan satu putaran Cabup dan Cawabup Ir. Bambang Mursalin, MM., MBA – Drs. KH. Saleh Abdullah (BASMALAH).

Hal ini diungkapkan Raud Faiq Jakfar pentolan APNP yang juga Ketua DPD Partai Keadilan dan Persatuan (PKPI) Sumenep, Minggu (01/04). Menurut mantan anggota DPRD Sumenep dua periode ini, konsilidasi terus akan dilakukan dalam berbagai strategi kampanye dan pemenangan.

“Untuk itu kami APNP akan mengawal BASMALAH untuk menang satu putaran. Dimana kami akan menggerakan semua potensi dukungan yang ada. Terbukti kami memiliki dasar modal sumbangan suara sebanyak 85 ribu saat Pemilu legeslatif lalu,” kata Raud Faiq Jakfar mantan Ketua IPNU Sumenep ini.

Pak Aud biasa dipanggil ini mengatakan, jaringan 17 parpol tidak bisa diragukan. APNP memiliki basis massa yang ril dari pada pasangan calon lainnya. Setiap parpol akan dari tingkat cabang/kecamatan sampai ranting/desa untuk kemenangan BASMALAH. Terutama bergerak di 332 desa dan kelurahan untuk mengawal mengais suara dan menjaga suara yang ada.

“Selain memiliki jaringan yang kuat, APNP juga akan sinergi bersama Partai Demokrat, Golkar dan PKS. Sehingga total potensi gabungan suara parlemen dan non parlemen sebanyak 173 ribu tetap terjaga. Bahkan bisa menambah suara untuk memenangkan pasangan BASMALAH satu putaran,” jelas Raud Faiq Jakfar.

Ia mengatakan, selain pengawalan suara, APNP akan menggelar kampanye kreatif di akhir kampanye. Dimana parpol non parlemen ini akan menggelar Jalan-Jalan Santai (JJS) dengan kekuatan 10 ribu massa untuk gebyar kampanye. JJS adalah persembahan APNP kepada BASMALAH dalam rangka pemenangan satu putaran.

“Terlalu mahal untuk dua putaran, lebih baik biayanya untuk pembangunan Sumenep. Sosok Basmalah memiliki kelebihan pada figure, dimana dari kalangan Profesional/Pengusaha yang berduet dengan kyai karismatik,” tandas Raud Faiq Jakfar. (rud)

Minggu, 25 April 2010

8 Pasang Kandidat Lolos, MaHa Terjegal



Sumenep – Ruang Apirasi Rakyat

Akhirnya teka-teki siapakah pasangan kandidat calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) telah terjawab. Setelah Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumenep menetapkan 8 pasangan kandidat. Namun dari hasil pleno KPUD ada satu kandidat Mahbub Ilahi dan Hasan Basri (MaHa) terjegal atau tidak memenuhi persyaratan.

“KPUD telah memutuskan satu kandidat dinyatakan tidak memenuhi syarat dari 8 calon yang mendaftar. Sehingga terpaksa kami diskualifikasi dan kami coret dari bursa pencalonan,” kata Moh Jazuli Muhtar anggota KPUD Sumenep, saat di wawancarai di kantornya, Senin, (26/04).

Menurutnya, pasangan MaHa tidak memenuhi syarat ijasah. Dimana bakal calon wakil bupati dengan nama Hasan Basri ijasahnya tidak memenuhi syarat. Berdasarkan hasil cross cek ke Depag Jember menerangkan bahwa, Ponpes Al Ikhlas Dukuh Dempo, Wuluhan, Jember bukan setara SMP/MTs.

“Hasil klarifikasi tersebut menyebutkan Hasan Basri dinilai tidak memenuhi persyaratan ijasah SMP/MTs. Ini sudah melewati masa perbaikan sebagaimana waktu yang diberikan. sehingga pasangan Mahbub Ilahi ini tidak bisa diganti orang lain,” ujar Doses STITA Pandian Sumenep ini.

Jazuli Muhtar mengatakan, sebenarnya MaHa memenuhi persyaratan minimal dukungan sebagai calon perseorangan. Terbukti saat verifikasi dengan dukungan MaHa mencapai 40.018. Sedangkan Kafrawi-Djoko Soengkono (KD) 36.550, Samaruddin Toyib-Abdul Kadir (SaYa) 40.410 dan Ilyasi Siraj dan Rasik Rahman mendapatkan dukungan 88 ribu.

“Kami akhirnya menetapakan 3 pasangan dari calon perseorangan dan 5 pasangan dari partai politik. Untuk independen, terbesar memiliki dukungan adalah Ilyasi Siraj-Rasik Rahman (IMAN) dengan 88 ribu. Sedangkan untuk parpol adalah Basmalah, dengan dukungan 173 ribu suara,” jelas anggota KPUD dua periode ini.

Berdasarkan data yang ada bahwa, pasangan Busryo Karim-Soengkono Sidik (ABUSSIDIK) didukung PKB (125.393) dan PDIP (45.697) dengan total suara 171.090. Sedangkan Azasi Hasan-Dewi Khalifah (ASSIFA) didukung PKNU (33.291) dan PBB (31.789) dengan total suara 65.080 suara.

Selanjutnya pasangan H. Sugianto-Muhsin Amir (SMS) didukung PPP (60.647) dan PDP (9.392) dengan total suara 70.039. Seterusnya, Malik Effendi-Rahmad (MAMAD) didukung PAN (46.485) dan Hanura (28.620) memiliki total suara 75.105

Terakhir dengan dukungan terbesar adalah Ir. R. Bambang Mursalin, MM., MBA – Drs. KH. Moh. Saleh Abdullah (BASMALAH) dengan total suara 173.047. Dimana meliputi koalisi Partai Demokrat (34.585), Partai Golkar (37.036), PKS (16.187) dan 17 parpol non parlemen (85.239).(rud)

www.syafrudinbudiman.blogspot.com

LSM Temukan Dugaan Produk Rokok Ilegal


Surabaya – Ruang Aspirasi Rakyat

Sebanyak tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menemukan dugaan adanya produksi rokok ilegal bermacam-macam merek. Ketiga LSM tersebut diantaranya LSM Cita Nurani, LSM Topan (Tim Operasional Aset Negara) dan LSM LDS (Lembaga Demokrat Sejati).

“Kami menemukan dugaan penyalagunaan produksi rokok ilegal bermacam-macam merek. Diantaranya, Product MIX, Product K5, Etiket K5 dan Pres K5. Padahal ijin operasi-nya hanya Premix Super,” kata Dadang Iskandar Ketua LSM Cita Nurani, Sabtu (24/04) dalam pers realesnya.

Dengan didampingi Fajar dari LSM Topan dan Zalim LSM LDS, Dadang Iskandar mengatakan, dugaan produksi ilegal tersebut dilakukan oleh PR.Dwi Tunggal beralamat di Desa Siring Kecamatan Porong Sidoarjo. Adapun pimpinan perusahaannya berinisial RN dan manajer pelaksananya adalah berinisial CY.

“Ditengarai produksi rokok ilegal ini sudah berlangsung lama. Dimana dilakukan dengan menggunakan 2 mesin regular, 2 mesin mild, 2 mesin WR dan 1 mesin HLP. Produk Premix Super hanya sebagai benteng untuk memproduksi dugaan rokok ilegal,” ujar Dadang Iskandar dengan menunjukkan contoh rokok ilegal tersebut.

Dadang Iskandar mengatakan, jika produksi ini dibiarkan berlangsung lama, tentunya
sangat merugikan negara. Kegiatan ilegal tersebut diduga melanggar Pasal 55 UU No. 39 Tahun 2007. Dimana ancaman pidana-nya minimal satu tahun penjara. Bahkan bisa didenda minimal 10 kali atau maksimal 20 kali lipat dari nilai cukai yang seharusnya dibayar.

“Apabila tidak segera menghentikan aktifitas dugaan produksi ilegal tersebut dalam waktu dekat. Kami berencana akan melaporkan kepada pihak yang berwenang untuk menindak tegas dengan hukuman yang seberat-beratnya,” tandas pria berkacamata ini. (rd)

Kamis, 22 April 2010

Tim Sukses BASMALAH Targetkan Satu Putaran


Sumenep – Ruang Aspirasi Rakyat

Tim Sukses Pemenangan pasangan Cabup dan Cawabup Ir. R. Bambang Mursalin, MM., MBA dan Drs. KH. Moh. Saleh Abdullah (BASMALAH) menargetkan 250 ribu suara dan menang satu putaran. Keinginan ini dianggap sangat realistis, karena didukung 20 partai politik dengan kekuatan 173 ribu suara pada Pileg 2009 lalu. Selain itu, Drs. KH. Moh. Saleh Abdullah dinilai mampu meraup basis Nahdliyin.

Hal ini diungkapkan Sahlan Effendi Ketua Tim Sukses Pemenangan Basmalah, Rabu siang, (22/04). Mantan Kadishub Kabupaten Pamekasan ini menerangkan, kekuatan Basmalah ada di jaringan dan banyak-nya tim yang bergerak. Baik Tim Parpol Parlemen/Non Parlemen, Tim Relawan BMS, Tim BM1, Tim Jampi dan Tim internal KH. Moh. Saleh Abdullah.

“Jadi tidak diragukan lagi pada Pemilukada 14 Juni 2010 mendatang. Semuanya bergerak secara padu untuk mensukseskan kemenangan Basmalah. Target satu putaran sangat realistis, mengingat dukungan yang sangat kuat ini,” ujar Sahlan Effendi dengan nada optimis.

Menurutnya, menjelang tahapan penetapan calon dan memasuki masa kampanye mendatang. Tim Sukses Pemenangan Basmalah, saat ini fokus pada pembentukan relawan dan pemantapan kader. Upaya ini dilakukan dalam rangka mempertajam kantong suara dan menjaga suara.

“Kami juga membentuk 27 Kordinator Kecamatan, 332 Kordinator Desa dan puluhan ribu relawan yang bertugas menggalang suara. Selanjutnya kita kembangkan merekrut saksi yang militan yang bertugas di TPS menjaga suara,” jelas Sahlan Effendi.

Pria setengah baya ini menambahkan, selain kekuatan Basmalah berada di 20 parpol pengusung dan jaringan. Basmalah juga memiliki kekuatan di profil kandidat Bambang Mursalin dan KH. Moh. Saleh Abdullah. Kedua figur ini saling melengkapi dan memperkuat posisi.

“Sosok Bambang Mursalin dinilai mewakili kelompok perubahan untuk kemajuan dan kesejahteraan Sumenep. Sedangkan sosok KH. Moh. Saleh Abdullah dinilai sebagai figur kyai muda Nahdliyin. Dimana dirinya sangat dekat dengan tokoh-tokoh kharismatik berbasis santri dan pesantren,” jelas Sahlan Effendi yang juga pensiunan Deppen ini.

Cabup Bambang Mursalin, merupakan sosok yang tepat memimpin Sumenep lima tahun mendatang. Dimana dirinya adalah konsultan nasional dan berpengalaman melakukan proyek pemerintah pusat. Pria kelahiran 11 Desember 1964 ini juga adalah vice president PT.AMYTHAS PRATAMA Holding Company. Sehingga kepemimpinan (ledearship) dan kompetensinya tidak diragukan lagi.

Sementara itu Cawabup KH. Moh Saleh Abdullah sangat ideal dalam memperkuat jaringan kemenengan Basmalah. KH. Moh. Saleh Abdullah memiliki nilai lebih di jaringan basis Nahdliyin. Mengingat dirinya adalah mantan bendahara umum DPC PKB Sumenep dan mantan anggota DPRD Sumenep. Selain itu, ia adalah Pimpinan Pondok Pesantren Mathaliul Anwar dan adik kandung kyai kharismatik KH. Moh. Said Abdullah.

“Doakan saja kedua pasangan ini bisa meraih simpati masyarakat Sumenep. Sehingga bisa meraih kemenangan dan nantinya akan lebih maksimal mempimpin Sumenep 2010-2015. Tanpa dukungan parpol dan masyarakat pemerintahan kedepan bisa berjalan efektif dan efisien,” tambah Sahlan Effendi dengan penuh semangat.(rud)

Minggu, 28 Maret 2010

Sementara Delapan Kandidat Daftar KPUD Sumenep


Sumenep – Ruang Aspirasi Rakyat

Mendekati satu hari berakhirnya masa pendaftaran bakal calon bupati (bacabup)-bakal calon wakil bupati (bacawabup) ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumenep, Senin (29/03). Sementara ini sudah sebanyak delapan pasangan kandidat telah mendaftar ke KPUD Sumenep, Minggu (28/03) menjelang Pilkada 2010-2015.

Diantaranya yang telah mendaftar adalah pasangan Bambang Mursalin-KH. Moh. Saleh Abdullah, Samaruddin Toyib-Abdul Kadir dan Ilyasi Siraj-Rasik Rahman. Selanjutnya pasangan Azasi Hasan-Dewi Khalifah, A. Busyro Karim-Soengkono Sidik, dan Mahbub Ilahi-Hasan Basri. Selain itu yang terakhir mendaftar adalah pasangan Kafrawi-Joko Soengkono dan H. Sugianto-KH. Muhsin Amir, Minggu (28/03).

Hal ini disampaikan Thoha Shamadi, ST, Ketua KPUD Sumenep, Minggu (28/03) saat dihubungi melalui telepon selulernya. Pihak KPUD Sumenep akan membuka pendaftaran pasangan bacabup dan bacawabup sejak, Selasa (23/03) sampai, Senin (29/03).

”Sejak pembukaan pendaftaran Selasa lalu, sampai hari ini (red-Minggu) sudah ada delapan pasangan bacabup dan bacawabup mendaftar ke KPUD Sumenep. Kemungkinan masih ada peluang satu pasang calon lagi dari gabungan koalisi partai politik,” ujar anggota KPUD yang terpilih dua periode ini.

Menurutnya, dari delapan pasangan bacabup dan bacawabup yang telah mendaftar ke KPUD Sumenep. Terlihat empat pasangan diusung gabungan koalisi partai politik dan empat kandidat di usung melalui jalur calon perseorangan.

“Diantaranya yang telah mendaftar melalui partai politik adalah Azasi-Khalifah, Bambang-Saleh, dan Busyro-Soengkono. Selanjutnya Sugianto-Muhsin Amir yang baru mendaftar, Minggu (28/03). Sedangkan dari calon perseorangan adalah Samarudin-Ading, Ilyasi-Rasik, Mahbub-Hasan dan terakhir Kafrawi-Joko,” kata Thoha Shamadi mantan aktivis Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) ini.

Selama pendaftaran anggota KPUD Sumenep dibantu staf membuka pendaftaran bacabup dan bacawabup sesuai dengan jam kantor. Dimana dibuka pendaftraan dari jam 07:30 WIB sampai 15:30 WIB. Sedangkan untuk hari terakhir, Senin (29/03) melayani pendaftaran sampai jam 12.00 WIB.

”Sesuai data pengambilan formulir pendaftaran sejak tanggal 18-22 Maret 2010. Sudah dua belas orang wakil yang mengambil di kantor KPUD Sumenep. Diantaranya, delapan orang wakil dari gabungan koalisi partai politik dan empat orang wakil dari calon perseorangan,” jelas Thoha Shamadi dengan rinci.(rud)

PPP dan PDP Daftarkan Sugianto-Muhsin Ke-KPUD Sumenep


Ruang Aspirasi Rakyat – Sumenep

Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Sumenep dan Pimpinan Kolektif Daerah Partai Demokrasi Pembaruan (PKD PDP) mendaftar ke KPUD Sumenep. Minggu sore, (28/3) Kedua partai koalisi ini mengusung kandidat bacabup dan bawacabup H. Sugianto-KH. Mohammad Muhsin Amir untuk maju Pilkada Sumenep 2010.

”Pendaftaran Haji Soegianto dan KH. Mohammad Muhsin Amir sebagai pasangan bacabup dan bacawabup, sudah sesuai keputusan rapat internal PPP. Dimana PPP mengusung pasangan kandidat yang telah lolos perjaringan,” ujar Ketua DPC PPP Sumenep, KH. A.Warits Ilyas di saat mengawal pendaftaran ke KPUD Sumenep.

Menurut mantan anggota DPR RI ini mengatakan, kedua pasangan ini, sudah memenuhi syarat pencalonan dengan dukungan minimal 8 kursi parlemen. Sehingga persoalan persyaratan dukungan sudah tidak menjadi masalah. Dimana PPP dan PDP sudah melakukan kontrak politik untuk mengusung Haji Sugianto dan KH. Mohammad Muhsin Amir.

Sementara itu H. Sugianto, Pengusaha Profesional mengatakan, pendaftaran sengaja kita lakukan Minggu sore. Diharapkan nantinya tidak ada kendala dan bisa berlangsung hikmah dan sukses.

“Kami sampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dan partai pengusung. Bahkan besok, kami akan mengikuti test kesehatan bakal calon,” kata Haji Sugianto pengusaha bidang properti ini

Sebelumnya, hingga Sabtu siang, (27/03) sudah ada enam bacabup-bacawabup yang sudah mendaftar ke KPU Sumenep. Diantaranya pasangan Bambang Mursalin-KH. Moh. Saleh Abdullah, Samaruddin Toyib-Abdul Kadir dan Ilyasi Siraj-Rasik Rahman. Selanjutnya pasangan Azasi Hasan-Dewi Khalifah, A. Busyro Karim-Soengkono Sidik, dan Mahbub Ilahi-Hasan Basri. (rud)

www.syafrudinbudiman.blogspot.com

Senin, 22 Maret 2010

20 Parpol Tetapkan Bambang Mursalin-Mohammad Saleh (BASMALAH)


Sumenep – Ruang Aspirasi Rakyat

Sebanyak 20 Partai Politik (Parpol) menyatakan dukungan dan menetapkan pasangan Ir. H. R.Bambang Mursalin dan KH. Mohammad Saleh Abdullah (BASMALAH). Pasangan ini ditetapkan setelah melalui penjaringan dan penyaringan melibatkan 20 parpol, Senin (22/03).

Hal ini disampaikan Achsanul Qosasi, Ketua (PLT) Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Sumenep, Senin, (23/03) usai rapat penetapan. Pihaknya tidak meragukan lagi tentang peluang jaringan dan kemenangan dengan penetapan BASMALAH.

“Kita mengingikan figur cabup dan cawabup yang energik dan bisa langsung bekerja meraih dukungan. Pasangan ini sangat ideal dalam membangun jaringan. Dimana Bambang Mursalin dari kalangan Nasionalis/Modernis dan KH. Mohammad Saleh dari kalangan Religius/Tradisionalis,” ujar anggota DPR RI (Dapil XI) Jawa Timur.

Ketika ditanya apa alasan memilih KH.Mohammad Saleh? Achsanul menjawab bahwa, Bambang Mursalin dengan berpasangan dengan Mohammad Saleh memiliki nilai lebih jaringan. Baik jaringan basis Nadliyin, jaringan kiai dan jaringan santri. Keduanya dinilai juga memiliki komitmen kenegaraan dan kedaerah-an yang kuat.

“Mohammad Saleh terbukti sering terlibat pada kegiatan yang mengarah pada kesejahteraan. Baik keagamaan, pendidikan dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” jelas mantan anggota Panitia Angket Century ini.

Achsanul Qosasi mengatakan, dengan masuknya Mohammad Saleh akan menambah daya gedor dan daya perang kuat terhadap lawan. KH Mohammad Saleh memiliki penguasaan basis arus bawah Nadliyin.

“Terbukti KH. Mohammad Saleh ketika mau maju lewat independen bisa mengumpulkan 100 ribu dukungan ber KTP. Jadi tidak perlu diragukan lagi,” kata Achsanul Qosasi dengan nada optimis.

Pihaknya, bersama koalisi parpol menargetkan suara minimal 250 ribu pemilih. Sehingga pasangan BASMALAH, bisa mencapai target satu putaran. Dimana 20 parpol pendukung memiliki modal sekitar 170 ribu. Bahkan ditambah jaringan kultural basis Nahdliyin cawabup KH. Mohammad Saleh.

“Kita ingin menang satu putaran seperti SBY-Boediono dengan dukungan 24 parpol. Semoga ini akan terjadi di Sumenep sama seperti koalisi pilpres. Doakan saja berjalan sesuai rencana dan target,” tambah pria kelahiran Lenteng Sumenep ini.

Rencana-nya pangan BASMALAH akan menggelar deklarasi pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Sumenep 25 Maret 2010. Dimana bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jl. Dr. Soetomo 01 Sumenep.

“Pelaksanaan deklarasi BASMALAH akan digelar 25 Maret 2010. Nantinya akan dihadiri 20 parpol koalisi pengusung.,” kata Abd Azis Syabibi Sekrtaris DPC Partai Demokrat Sumenep..

Menurutnya, panitia menargetkan minimal 2000 massa pendukung dan simpatisan hadir. Agar nantinya deklarasi bisa berjalan sukses dan semarak. Setelah deklarasi massa juga akan menggelar konvoi untuk mengantar kandidat cabup-cawabup mendaftar ke KPUD Sumenep setelah deklarasi.

Adapun 20 partai pengusung diantaranya, Partai Demokrat, Partai Golkar, PKS, Partai Gerindra, PKPB, PDK, PKPI dan PPRN. Selain itu, Partai Barnas, Partai Buruh, Partai Pelopor, PSI, PMB, PPNUI, PPI, PPD, PPDI, PDS, PBR dan PK.(rud)

Minggu, 21 Maret 2010

Bambang Mursalin Akan Gelar Deklarasi Cabup-Cawabup


Sumenep – Ruang Aspirasi Rakyat

Tim Sukses Bambang Mursalin untuk Sumenep (BMS) akan menggelar deklarasi pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Sumenep. Acara ini rencananya akan dilaksankan 25 Maret 2010 di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jl. Dr. Soetomo 01 Sumenep. Dimana nantinya akan ada penandatangan 20 partai pengusung BMS.

Rilis ini disampaikan Ir. Yusuf Ismail, Ketua Panitia Deklarasi pasangan cabup dan cawabup BMS, Minggu (22/03). Wakil Ketua DPC Partai Demokrat ini berjanji akan mensukseskan deklarasi tersebut dengan menggunakan pengerahan massa dan konvoi.

“Sementara pelaksanaan direncanakan 25 Maret 2010 di GNI Sumenep. Semoga tidak ada perubahan jadwal nantinya. Saat itulah waktu yang paling tepat,” ujar Yusuf Ismai saat ditemui di kantornya.l.

Menurutnya, panitia menargetkan minimal 2000 lebih orang yang hadir. Supaya acara deklarasi bias berjalan sukses dan semarak. Deklarasi pasangan cabup dan cawabup BMS ini juga akan mengerahkan massa dan simpatisan partai pengusung.

“Koalisi kami sangat besar mengingat didukung 3 partai yang memiliki kursi di parlemen dan 17 partai non parlemen. Kami namakan Koalisi Sumekar dengan kekuatan 20 partai. Ini pertama kalinya dalam sejarah sebanyak 20 partai bergabung bersatu untuk membangun Sumenep,” terang Yusuf Ismail yang juga aktifis Ansor Sumenep.

Pengusaha muda bidang perhotel-an ini mengatakan, untuk memerihakan acara panitia juga akan mendatangkan hiburan rakyat. Dimana akan ada musik pertunjukan ul-daul/tongtong, tari muang sangkal, hadrah dan band cakanca. Tentunya ini bagian dari partisipasi kepedulian kepada seni dan budaya Sumenep.

“Ini merupakan wujud kepedulian kami pada seni hiburan rakyat. Supaya berkembang lebih maju lagi dan bisa menjadi daya tarik wisata asing dan local. Mengingat Sumenep adalah daerah kota wisata,” tandasnya.

Selain itu setelah deklarasi akan ada konvoi sebanyak 1500 massa yang terbagi konvoi sepeda motor dan pickup/truk. Dimana nantinya mereka akan mengawal kedua kandidat ke KPUD Sumenep saat mendaftar.

“Saat ke KPUD, pasangan cabup dan cawabup juga akan dikawal Ketua dan Sekrtaris 20 partai pengusung. Diantaranya, Partai Demokrat, Partai Golkar, PKS, Partai Gerindra, PKPB, PDK, PKPI dan PPRN. Selain itu, Partai Barnas, Partai Buruh, Partai Pelopor, PSI, PMB, PPNUI, PPI, PPD, PPDI, PDS, PBR dan PK,” tambah Yusuf Ismail.(rud)

Jelang Pilkada Sumenep 2010-2015 Kemanakah Suara Partai Berbasis Nahdliyin


Oleh : Syafrudin Budiman, SIP
Pemerhati Sosial Politik dan Media

Pemilu Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2010-2015 Sumenep mendekati 80 hari lagi. Setiap partai politik (parpol) berlomba-lomba melakukan lobi politik untuk mendapatkan dukungan. Terutama parpol nasionalis yang memang ingin mendekat dan berkoalisi dengan partai berbasis Nahdliyin.

Warga Nahdliyin yang berbasis santri dan pesantren merupakan tempat yang empuk untuk menjadi sasaran. Ketika mampu meraih simpati dan dukungan basis tradisional. Kemungkinan angka suara menigkat dan tentunya sebagai modal menuju kemenangan pada Pilkada Sumenep nantinya.

Secara pemetaan pemilu legeslatif 2009 di Kabupaten Sumenep parpol berbasis Nahdliyin terbagi beberapa parpol. Hasil perolehan kursi DPRD diantaranya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 11 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 7 kursi dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) 4 kursi. Perolehan suara kursi PKB menurun dibandingkan pada pemilu legeslatif sebelumnnya.

Terbukti PKB Sumenep sebelumnya adalah pemenang dalam dua kali pemilu legeslatif. Dimana tahun 1999 memperoleh 25 kursi dan tahun 2004 memperoleh 20 kursi. Sedangkan pada pemilu legeslatif tahun 2009 mengalami penurunan menjadi 11 kursi.

Sementara itu PPP pada pemilu legeslatif 1999 memperoleh 4 kursi dan 2004 mengalami peningkatan menjadi 7 kursi. Partai berlambang ka’bah ini pada pemilu legeslatif 2009 konsisten dengan tetap memperoleh 7 kursi. PPP relatif partai yang stabil dibandingkan PKB yang mengalami penurunan tajam.

Penurunan suara PKB tidak lepas akibat perpecahan di internal. Partai berlambang bintang sembilan ini sering kali terlibat konflik kepentingan (conflic of interest) terutama dalam pembagian kekuasaan. Sehingga berdiri PKNU yang didukung beberapa kiai kharismatik. PKNU akhirnya mampu mencuri suara PKB dengan memperoleh 4 kursi.

Selain pemetaan kursi parpol juga kita kembangkan secara pemetaan suara pemilu legeslatif. Waktu tahun 1999 PKB memperoleh suara sekitar 350 ribu dan pada pemilu legeslatif 2004 memperoleh suara sekitar 200 ribu. Selanjutnya pada pemilu legeslatif 2009 PKB mengalami penurunan tajam dengan memperoleh suara sebesar 125.393.

Sementara itu, PPP pada pemilu legeslatif 1999 memperoleh suara sekitar 50 ribu. Menjelang pemilu legeslatif 2004, KH. Fawaid As’ad Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim keluar PKB dan menyeberang ke PPP. Dimana akhirnya terjadi politik bedol deso dari PKB berpindah menuju PPP. Hal ini menyebabkan perolehan suara PPP pada 2004 meningkat menjadi 70 ribu suara.

Sementara pada pemilu legeslatif 2009 mengalami sedikit penurunan dengan memperoleh suara sebanyak 60.647. Sementara PPP Sumenep yang sebelumnya 1999 mendapatkan 4 kursi, melonjak naik menjadi 7 kursi pada 2004. Sedangkan PKNU sebagai partai baru sempalan PKB mampu memperoleh suara sebanyak 33.921.

Dari paparan kursi dan suara parpol tersebut, ada dua pertanyaan besar. Siapakah calon kandidat Bupati Sumenep dari kalangan Nadliyin? Dan kemanakah arah dukungan warga Nahdliyin pada Pilkada 2010-2015 nantinya? Tentu hal ini perlu melihat lebih mendalam lagi kemana arah politik dukungan parpol berbasis Nahdliyin.

Berikut ini sudah ada nama-nama kandidat dan arah dukungan parpol menjelang masa pendaftaran Pilkada 23-29 Maret 2010. Sudah muncul kandidat dari kalangan kiai, ulama dan tokoh Nadliyin yang mengambil formulir pendaftaran di KPUD.

Bahkan beberapa kandidat calon bupati dan calon wakil bupati sudah mengambil pada 18 Maret 2010. Diantaranya, pasangan KH. Busyro Karim (Mantan Ketua DPC PKB Sumenep/Pengasuh Ponpes Al-Karimiyah, Baraji-Gapura) - Soengkono Sidik (Mantan Kepala Bappeda).

Selanjutnya pasangan KH. Ilyasi Siraj (Mantan Anggota FKB DPR RI 2004-2009/Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Islam, Karang Cempaka-Bluto) – H. Rasik Rahman (Tokoh Masyarakat Kepulauan), Azasi Hasan (BNI Pusat) – Hj. Dewi Khalifah (Ketua Bidang Perempuan DPC PKB Sumenep-Ketua Muslimat NU/Pimpinan Pondok Pesantren Aqidah Usmuni) dan H. Sugianto (Pengusaha Real Estate) – KH. Muhsin Amir (Kader PPP/Pimpinan Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk).

Selain itu juga yang sudah mengambil formulir pendaftaran adalah Bambang Mursalin (Pengusaha/Konsultan Nasional) dan Malik Effendi (Ketua DPC PAN Sumenep-Anggota DPRD Jatim). Sementara itu dari calon perseorangan atau independen adalah pasangan Samruddin Toyib - Abdul Kadir, Kafrawi - Joko Soengkono dan Mahbub Ilahi - Hasan Basri.

Adapun rencana koalisi yang akan dibangun adalah KH. Busyro Karim – Soengkono Sidik melalui bendera PKB, PDIP dan Hanura. Selanjutnya Azasi Hasan – Hj. Dewi Khalifah didukung koalisi PKNU dan PBB. Sedangakan H. Sugianto – KH. Muhsin Amir melalui bendera koalisi PPP, PBR dan PK. Sementara Malik Effendi yang didukung PAN masih memiliki belum pasangan dan rencana mitra koalisi.

Selain itu Bambang Mursalin dengan didukung koalisi besar antara Partai Demokrat dan 15 parpol non parlemen. Bahkan Bambang Mursalin juga akan didukung partai besar lainnya, termasuk Partai Golkar dan PKS. Sampai saat ini Bambang Mursalin masih sama dengan Malik Effendi belum menentukan pasangan calon wakil bupati-nya.

Jika kita simak lebih seksama lagi, ternyata banyak muncul kandidat dari PKB Sumenep. Diantaranya, KH. Busyro Karim, KH. Ilyasi Siraj dan Hj. Dewi Khalifah. Ketiganya adalah kader PKB dan telah teruji loyalitasnya membesarkan PKB Sumenep. Walaupun pemilu legeslatif terakhir PKB Sumenep mengalami penurunan tajam dengan total suara sebesar 125.393.

Hal ini bak membelah semangka yang enak dan lezat untuk dibagi-bagi. PKB Sumenep bukan hanya terbagi menjadi dua kutub kekuatan antara KH. Ilyasi Siraj dan KH. Busyro Karim. Tetapi juga akan terbagi menjadi tiga kutub, dengan masuknya Hj. Dewi Khalifah sebagai calon wakil bupati. Tinggal kita lihat berapa kekuatan dan pengaruh kandidat bersangkutan dalam meraih dukungan simpatisan PKB dan warga Nahdliyin.

Jika Koalisi yang sudah direncanakan mendekati kepastian, tentu kita bisa melihat potensi dukungan yang ada. Koalisi PKB (125.393), PDIP (45.697) dan Partai Hanura (28.620) memiliki potensi total suara 199.710. Sedangkan koalisi PKNU (33.291) dan PBB (31.789) memiliki potensi total suara 65.080 suara. Selanjutnya koalisi PPP (60.647), PBR (18.413) dan PK (6.446) memiliki potensi suara 85.506.

Sementara untuk Bambang Mursalin yang masih belum menentukan cawabupnya memiliki potensi dukungan 148.189. Dimana meliputi suara Partai Demokrat (34.585), Partai Golkar (37.036), PKS (16.187) dan 15 parpol non parlemen (60.381). Sama dengan Bambang Mursalin, Malik Effendi belum menentukan pasangannya. Mengingat PAN (46.485) belum menemukan mitra koalisi dan wajib menambah 2 kursi atau suara sekitar 38 ribu untuk mendapatkan tiket.

Bisa dijelaklan bahwa yang memang memiliki potensi suara paling besar adalah koalisi PKB, PDIP dan Hanura. Seterusnya peluang kedua terbesar adalah koalisi PD, Partai Golkar, PKS dan gabungan 15 parpol non parlemen. Mengingat suara koalisi keduanya besar dan memiliki jaringan politik yang kuat di akar rumput.

Namun untuk rencana koalisi PKB, PDIP dan Hanura memiliki kelemahan di internal PKB yang memiliki banyak calon. Bahkan sampai-sampai PKB dan PDIP mengeluarkan statemen akan memberikan sangsi bagi para kader yang membelot. Tentu ini merupakan langkah positif, namun jika ada yang berbeda tidak dapat dicegah.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sumenep, Unais Ali Hisyam, Senin, menjelaskan, pihaknya bersama PDIP sepakat berkoalisi dan selanjutnya mengusung pasangan bakal calon bupati-bakal calon wakil bupati, A. Busyro Karim-Soengkono Sidik, pada pilkada.

"Semua kader PKB diinstruksikan untuk berusaha memenangkan Kiai Busyro dan Soengkono pada pilkada. Kalau ada kader PKB yang justru bekerja untuk calon lain dan terbukti, kami akan memberikan sanksi administrasi hingga pemecatan pada yang bersangkutan," katanya.

Hal senada dikemukakan Ketua DPC PDIP Sumenep, Hunain Santoso. "Kami sudah memerintahkan kader dan segenap elemen pendukung PDIP untuk bekerja sama guna memenangkan Busyro dan Soengkono pada pilkada. Kalau ada kader PDIP yang 'nakal' terkait kebijakan pilkada, siap-siap saja dipecat," katanya. (antarajatim, 15 Maret 2010)

Jika memang pelanggaran itu terbukti dan banyak kader-kader PKB memilih calon-calon lain. Hal ini bisa menggoyahkan potensi suara yang ada pada pemilu legeslatif 2009 lalu. Bisa jadi kader PKB lebih tertarik kepada KH. Ilyasi Siraj maupun Hj. Dewi Khalifah. Bahkan yang lebih ekstrem lagi bisa menyeberang ke kandidat yang diusung parpol lainnya.

Sementara untuk Bambang Mursalin dengan potensi terbesar kedua sangat jauh dari konflik internal. Mengingat Partai Demokrat tambah solid paska pergantian kepemimpinan sebelumnya. Figur Ketua PLT Achsanul Qosasi mampu memberikan magnet bagi para kader dibawah untuk bergerak.

Apalagi Achsanul Qosasi sebagai anggota DPR RI memiliki basis dan sumberdaya politik yang kuat. Walaupun ada beberapa orang yang sangat kecewa atas pergantian ketua Partai Demokrat sebelumnya. Hal ini bisa diatasi dan terbukti dua anggota DPRD Sumenep KH. Kurdi dan Wiwid HarjoYudanto menyatakan kesetiaan. Menunjukkan keduanya hadir saat reses DPR RI di kantor Partai Demokrat, 18 Maret 2010.

Selain Partai Demokrat, Partai Golkar dan PKS juga bergabung. Kedua partai tersebut termasuk paling solid dan terhindar dari konflik internal. Ditambah lagi jejaring 15 parpol non parlemen yang memiliki basis yang ril. Parpol gurem ini kalah karena lemahnya sumberdaya, namun jaringan kecamatan dan ranting mereka tidak bisa diragukan.

Bahkan jika Bambang Mursalin bisa jika mampu menggandeng tokoh NU dan PKB Tentu akan berdampak positif dan akan menjadi nilai tambah pasangan calon dalam meraih suara. Ini bisa menjadi kendala dan menyedot basis suara Nadliyin yang lebih banyak berada di PKB. Belah sumangka PKB bukan lagi tiga dan malah bertambah empat orang yang siap merasakan enaknya.

Pemetaan ini memang bukan hitungan kualitatif, namun secara kuantitif potensi akan berdampak signifikan. Bisa saja akan terjadi croos cutting loyality antara pemilih parpol. Dimanan kemungkinan bisa terjadi, banyak kader partai yang menyebrang ke kandidat lainnya. Hal ini bisa terlihat dan terukur, siapakah partai yang memiliki soliditas dan sinergitas internal partai.

Kekuatan basis Nadliyin yang menjadi incaran banyak kandidat, tentunya akan berpengaruh peta dukungan di bawah. Diharapkan ormas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Sumenep sebagai tenda kultural, mampu bersikap netral dalam dukung mendukung. Sehingga tidak ada benturan antar Kiai, santri dan warga Nahdliyin di bawah.

Semoga dengan banyaknya kandidat dari warga Nahdlyin mampu memberikan pendidikan politik. Pengurus NU dari cabang, ranting dan Badan Otonom NU harus menjadi kawah candra di muka dalam memegang teguh politik hard moral. Politik yang mengedepankan nilai-nilai moralitas dalam Pilkada. Jangan sampai ada benturan, bahkan saling menjelek-kan sesama warga Nahdlyin. Semoga lebih baik lagi (*)

Senin, 15 Maret 2010

Rekomendasi Cabup Partai Demokrat Sumenep Sudah Turun


Sumenep - Ruang Aspirasi Rakyat

Rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) tentang Calon Bupati (Cabup) Sumenep turun hari ini kepada Ir. Bambang Mursalin, MM, MBA. Rekomendasi tersebut turun jam 15.13 WIB melalui fax kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Sumenep, Senin, (15/03). Konsultan nasional ini akhirnya ditetapkan sebagai Cabup Sumenep setelah melalui tahap penjaringan dan penyaringan internal.

Hal ini disampaikan, Ir. Yusuf Ismail Wakil Ketua DPC PD Sumenep, Senin, (15/03) saat ditemui di kantornya Jl. Trunojoyo 321 Sumenep . Turunnya rekomendasi ini sebagai bukti atas pernyataan Ketua (PLT) DPC PD Sumenep Achsanul Qosasi yang sebelumnya, Sabtu, (12/03) memastikah rekomendasi segera turun.

”Hari ini rekomendasi DPP PD untuk Cabup Bupati Sumenep sudah turun. Rekomendasi ini dengan nomor : 116/RKMD/DPP.PD/III/2010 tentang Persetujuan Penguatan Calon Bupati, Kepala Daerah Kabupaten Sumenep Propinsi Jawa Timur Periode 2010-2015,” kata Yusuf Ismail dengan menunjukkan surat rekomendasi-nya.

Menurutnya, surat rekomendasi tersebut langsung ditandatangani Hadi Utomo, Ketua Umum DPP PD dan DR. Amir Syamsudin, SH, MH., Sekretaris Jenderal DPP PD. Bahkan surat rekomendasi kepada Bambang Mursalin juga disetujui dan disahkan, Senin, (15/03) WIB.

“DPP memberikan kewenangan Cabup untuk menetapkan pasangan Calon Wakil Bupati (Cawabup) dalam Pilkada Sumenep. Namun tetap berkoordinasi dengan DPC PD Sumenep dan DPD PD Jawa Timur,” jelas Yusuf Ismail dengan senyum gembira.

Selain itu Yusuf Ismail menambahkan, bahwa DPC PD Sumenep meminta kepada Bambang Mursalin untuk mempersiapkan langkah selanjutnya. Diantaranya, meningkatkan peran serta warga Partai Demokrat, tokoh-tokoh masyarakat, masyarakat pemilih dalam upaya memenangkan Pilkada nantinya.

“Dengan turunnya rekomendasi ini kepada Bambang Mursalin. Kami segera akan melakukan koordinasi internal dengan melibatkan pengurus DPC, PAC dan PRt Partai Demokrat Sumenep. Selanjutnya kami juga akan berkoordinasi dengan parpol koalisi lainnya,” tambah Yusuf Ismail yang juga mantan Ketua DPD KNPI Sumenep ini.

Sebelumnya, proses penetapan Bambang Mursalin sudah melalui penjaringan dan penyaringan tim sembilan. Dimana tim sembilan tersebut melibatkan unsur DPC, DPD dan DPP Partai Demokrat. Semua unsur tersebut telah menyepakati untuk menetapkan Bambang Mursalin sebagai calon Bupati Sumenep periode 2010-2015.

Bambang Mursalin merupakan sosok yang tepat. Mengingat dirinya adalah konsultan nasional dan berpengalaman melakukan kerjasama dengan pemerintah. Bambang Mursalin adalah vice president PT.AMYTHAS PRATAMA Holding Company, sehingga ledearship dan kompetensinya teruji.

Dasar pendidikan Bambang Mursalin adalah alumni SMA 1 Sumenep lulusan 1983 dan pernah menjadi Ketua OSIS. Setelah lulus S1 di Universitas Indonesia jurusan Tehnik Sipil 1990, Bambang Mursalin melanjutkan kuliah pasca sarjana di IPMI (Manajemen Indonesia). Selanjutnya meneruskan kuliah di University of Monash, Melbourne, Australia '97 dengan gelar Master Of Business - Administration.

Sementara itu dukungan Bambang Mursalim cukup kuat dengan didukung 15 parpol non parlemen. Ditambah Partai Demokrat rencananya dukungan akan meluas. Dimana akan segera diikuti Partai Golkar, PKS, dan PDP.(rud)