Jumat, 16 Januari 2009

PBB: Israel Langgar Hukum Internasional


Politik
16/01/2009

New York - Israel dikecam dan dituding telah melecehkan hukum internasional. Serangan demi serangan terarah kepada Israel dalam pertemuan Majelis Umum PBB, Kamis (15/1).

"Gaza berkobar-kobar. Kota itu berubah seperti neraka," ujar Miguel D'Escoto Brockmann, Presiden Majelis Umum PBB.

Menurutnya, secara inheren, pelanggaran hukum internasional dalam serangan di Gaza sudah terdokumentasikan dengan baik, yakni dalam bentuk sanksi kolektif, serangan mliter yang tak proporsional, target serangan terhadap warga sipil, termasuk rumah, masjid, universitas, dan sekolah.

Deputi Sekjen PBB, Asha-Rose Migrio, kepada 192 anggota majelis menyatakan Sekjen PBB, Ban Ki-moon, saat ini sedang mengunjungi Israel. Dia menyampaikan protes keras dan kegeramannya. Ban Ki Moon pun menuntut penjelasan dari Israel setelah bom mereka menghancurkan kamp PBB di Gaza.

Serangan lain Israel juga menghancurkan sayap sebuah rumah sakit dan melukai dua kameramen di sebuah bangunan internasional. Selain itu, kantor media Arab pun ikut jadi sasaran.

D'Escoto mengungkapkan fakta bahwa serangan Israel yang dilakukan untuk menghentikan roket militan Palestina dan kini sudah memasuki hari ke-20, terus berlanjut meskipun 15 anggota Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan resolusi gencatan senjata.

"Buat saya, ironis saja. Israel, negara yang eksistensinya tergantung pada resolusi Majelis Umum PBB (1948), tidak lagi mengindahkan resolusi PBB," ujar D'Escoto. [I4]

Sitegang Telanjang Bulan Bintang


Politik
16/01/2009

Jakarta – Benarkah elite politik hanya berebut kuasa dan tak peduli rakyat? Kasus Partai Bulan Bintang (PBB), sebuah partai gurem, secara telanjang membuktikannya. Dua petinggi partai, MS Kaban dan Yusril Ihza Mahendra bersitegang.

Kaban, Menteri Kehutanan di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), bersikeras mendukung Susilo Bambang Yudhoyono, calon incumbent yang didorong Partai Demokrat. Sedangkan Yusril, mantan Menteri Sekretaris Negara ngotot mau maju sebagai capres pemilu 2009.

Wacana kuasa itulah yang mendominasi PBB saat ini. Mereka, sementara, mengabaikan pergulatan mencari visi-misi dan program yang nyata bagi konstituennya.

Apa yang terjadi di PBB sebenarnya juga melanda parpol lain. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga dilanda keretakan elitenya. Ini gara-gara Bachtiar Chamsyah dan Suryadharma Ali pecah akibat beda kepentingan. Konflik kepentingan itu pulalah yang membelah PBB.

Mudah bagi publik untuk melihat perpecahan di tubuh PBB itu. Ketua Umum PBB MS Kaban sudah menyatakan akan kembali mendukung SBY di Pilpres 2009. Namun, Ketua Majelis Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra tetap ngotot untuk menjadi capres dari partai yang didirikannya itu.

"Saya akan tetap jadi capres dari PBB. Yang jelas, pernyataan itu (Kaban) bukan merupakan pernyataan politik PBB," kata Yusril Ihza, Jumat.

Awalnya Yusril enggan menanggapi pernyataan Kaban itu. Menurutnya, pernyataan Menhut itu tidak memiliki dasar karena bukan merupakan sikap politik partai secara institusi.

Ketika Kamis (15/1) di Yogyakarta, Kaban menyatakan akan tetap mendukung SBY yang dinilainya sosok yang berprestasi, Yusril pun bereaksi. Yusril menegaskan proses penjajakan politik terus dilakukan PBB untuk menentukan capres di 2009.

Namun demikian, meski sudah memiliki Yusril, PBB kubu Kaban menyatakan masih membuka kemungkinan untuk mendukung pasangan SBY-JK lagi. Jadi, di antara dua kubu itu, tampak perbedaan kepentingan itu sudah diametral.

Kubu Kaban tak henti bermanuver. Dalam menunjukkan dukungan untuk SBY-JK, Wakil Sekretaris Majelis Syuro PBB Bambang Setio bersama jajaran pengurus Majelis Syuro PBB sudah mendatangi Istana Wapres, Selasa lalu. Silaturahim itu merupakan proses penjajakan untuk kembali mendukung pasangan SBY-JK pada Pilpres 2009.

Menanggapi tekad Yusril, Sekretaris Majelis Syuro Partai Bulan Bintang Fuad Anshary menegaskan, pihaknya hingga kini belum memutuskan capres-wapres PBB. Keputusan untuk itu menjadi kewenangan majelis syuro PBB.

"Pasti itu akan dibuat suatu rapat yang dipimpin oleh Pak Yusril untuk menentukan siapa capres dan cawapres yang didukung oleh Partai Bulan Bintang. Tapi tidak sekarang waktunya," kata Fuad.

Alhasil, tarik-menarik kepentingan untuk berebut kuasa masih menggelayuti kubu Yusril Ihza dan Kaban dalam waktu dekat. Para analis politik dan berbagai lembaga survei memprediksi, hampir pasti kursi parlemen PBB bakal merosot dan merosot, sehingga kemungkinan kubu Kaban yang dominan di PBB ketimbang kubu Yusril, bisa saja terjadi.

Kedua kubu telah berebut loket kekuasaan, amat pragmatis, dan tak jelas mau dibawa kemana konstituen mereka. "Itulah sebabnya, para politisi Islam berdosa dua kali. Pertama, mengkhianati agama. Kedua, mengkhianati umatnya," kata Fadli Zon, mantan politisi PBB yang kini Wakil ketua Umum Partai Gerindra. [I4] Herdi Sahrasad

inilah.com

PAN Panik Dongkrak Suara Lewat Upeti

Politik
16/01/2009


Jakarta - Boleh jadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir resah melihat beberapa hasil survei kian tidak menggembirakan. Jalan mengimingi calon legislatif bila terpilih dengan uang miliaran rupiah pun ditempuh. Bola liar dalam tubuh PAN.

Pria yang akrab dipanggil SB ini mengaku menyiapkan dana sebesar Rp 10 miliar. Uang ini sengaja disiapkan untuk memacu semangat tempur para caleg dari partai berlambang matahari biru ini. Dana ini diambil dari anggaran PAN.

"Bagi caleg yang memperoleh suara melebihi Bilangan Pembagi Pemilih (BPP), akan diberi bonus. Besarnya bonus tersebut untuk DPRD tingkat II Rp 250 juta, sedangkan untuk DPRD tingkat I Rp 1 M. Sementara itu untuk DPR RI Rp 2,5 M," kata SB.

SB menjelaskan, kiat ini diambil sebagai salah satu cara memenangkan pemilu legislatif. "Internal PAN punya cara-cara sendiri untuk membangkitkan semangat kadernya. Kalau dulu kader menunggu aba-aba dari pusat. Sekarang mereka harus bergerak sendiri dan yang paling bagus akan dapat bonus, itu saja," ujar SB kepada INILAH.COM.

Besarnya dana yang dijanjikan tentu akan meningkatkan semangan para calegnya. Namun, SB menepis anggapan para calon anggota dewan akan gemar melakukan money politics. Dirinya percaya kadernya akan tetap menjunjung tinggi sportivitas. "Kalaupun itu berpotensi money politics, itu akan menjadi bagian dari tugas Panwaslu untuk mengawasi, dan itu bukan merupakan tugas pengamat," cetus SB.

Dalam pandangan analis politik dari UI, Boni Hargens, langkah SB tersebut menyiratkan ketakutan PAN kehilangan pendukung. Apalagi, saat ini PAN sudah memiliki saingan bernama Partai Matahari Bangsa (PMB) yang didukung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

"Ini menunjukkan PAN takut kalah karena ada saingan yakni PMB yang juga didukung oleh warga Muhammadiyah. Partai macam ini wajar takut mengalami penyusutan suara. Karena partai seperti ini tidak memiliki keistimewaan, makanya swing voters-nya banyak karena tidak bisa mempertahankan," papar Boni.

Seharusnya, SB tidak perlu sampai mengimingi dana sebegitu besar. Sebab, janji ini dapat menyuburkan praktek money politics ataupun pencurian suara. "Karena caleg-calegnya akan terus berfikir bagaimana caranya agar menang dan mendapatkan hadiah itu. Arahnya bisa menghalal segala secara untuk menang. Politik itu bukan bicara uang, tapi bicara komitmen, kualitas dan program partai," ketus Boni.

Tidak hanya itu, pola yang dikembangkan SB ini akan mengubah pemilu dari proses demokrasi menjadi transaksi. "Ini akan menjadikan pemilu seperti pasar dan ini merupakan kultur yang buruk," pungkasnya.

Bagi Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, sikap SB ini menunjukkan PAN tidak menerapkan etika berpolitik. "Secara definitif hal itu bukan politik uang. Itu tidak bisa dibenarkan karena tidak sesuai dengan etika berpolitik. PAN menganggap Pemilu seperti perlombaan atlet," urai Ray.

Ray berpendapat sepatutnya dana Rp 10 miliar itu dikucurkan sebelum pelaksanaan pemilu. Dana sebesar itu justru dapat digunakan untuk membesarkan partai dengan program-program yang menarik simpati masyarakat. "Kalau calegnya tidak punya uang untuk berkampanye bagaimana? Ini bisa menurunkan citra PAN juga," ujarnya.

"Langkah ini membangun budaya seseorang bekerja berdasarkan iming-iming. Padahal kalau caleg PAN terpilih jadi anggota dewan kan juga mendapatkan uang," tegas Ray.

Sejauh ini beberapa lembaga survei menunjukkan hasil riset yang kurang menggembirakan bagi PAN. PAN diprediksi kesulitan mencapai angka 4 persen suara. Bahkan di beberapa survei melansir perolehan suara PAN berada di bawah PKB yang kini masih dirundung konflik internal.

Langkah SB membuat cara tersendiri membakar semangat kadernya memang tidak melanggar aturan apapun. Sikap ini memang mau tidak mau mencerminkan latar belakang SB yang notabene sebagai pengusaha. Tetapi setidaknya iming-iming ini makin menasbihkan pendapat bahwa memiliki dana yang besar akan kian melapangkan jalan caleg merebut kursi parlemen.[L4]

inilah.com

Sabtu, 10 Januari 2009

Sheikh Yusuf Al-Qaradawi Ajak Boikot Arsenal


Hujani Bom Palestina

Surabaya - Melalui rilis dalam situs perjuangan kaum muslim inminds, Sheikh Yusuf Al-Qaradawi, seorang cendikiawan muslim terkenal dunia menyatakan ajakannya untuk melakukan aksi pemboikotan terhadap beberapa perusahaan milik Israel dan sekutunya.

"Membeli segala produk mereka (Israel dan sekutunya) sama dengan menambah hujaman peluru ke jantung saudara dan anak-anak di Palestina atau dalam arti mendukung operasi dan agresinya," kata Sheikh Yusuf Al-Qaradawi, dalam kampanye pemboikotannya, (10/1/2008).

Sementara itu, diantara perusahaan yang diboikot tersebut salah satunya terdapat nama salah satu klub sepakbola terkenal di dunia dari kota London, Inggris yakni Arsenal.

Berikut beberapa perusahaan yang perlu diboikot menurut situs inminds.

AOL Time Warner (Time Life magazine, CNN, ICQ), Apax Partners (Jonny Rockets, Sunglass Hut), Arsenal Football Club, Coca-Cola (Fruitopia, Fanta, Kia Orange, Lilt, Sprite, Sunkist..), Caterpillar, Danone (HP foods, Evian, Volvic, Jacob), Delta Galil (Hema, Barbie, Carrefour, Auchan, Tchibo, Victoria's Secret, GAP, Banana Republic, Structure, J-Crew, JC Penny, Pryca, Lindex, DIM, DKNY, Ralph Lauren, Playtex, cK, Hugo Boss, M&S).

Disney, Emblaze, Estée Lauder (Aramis, Clinique, DKNY, Prescriptives, Origins, MAC, La Mer, Bobbi Brown, Tommy Hilfiger, Jane, Donna Karan, Aveda, Stila, Jo Malone, Bumble & Bumble, Kate Spade), Home Depot (Villager's Hardware, Georgia Lighting, Apex Supply, EXPO Design Centres).

IBM, Intel, Johnson & Johnson, Kimberly-Clark (Kleenex, Kotex, Huggies, Andrex), Lewis Trust Group (River Island, Isrotel hotels, Britannia Pacific), The Limited Inc (Express stores, Lerner New York, Structure, New York & Company, Mast Industries, Intimate Brands, Victoria's Secret, Bath & Body Works, White Barn Candle Company, Henri Bendel), L'Oreal (Giorgio Armani, Redken 5th Avenue, Lancome Paris, Vichy, Cacharel, La Roche-Posay, Garnier, Biotherm, Helena Rubinstein, Maybelline, Ralph Lauren, Carson), Marks & Spencer (M&S, St.Michaels).

McDonald's, Motorola, Nestle (Nescafé, Perrier, Vittel, Pure Life, Carnation, Libby's, Milkmaid, Nesquik, Maggi, Buitoni, Cross & Blackwell, KitKat, Milkybar, Quality Street, Smarties, After Eight, Aero, Polo, Lion, Felix cat food, L'Oréal).

News Corporation (TV: Fox, Sky, Star, Phoenix, Granada, CNBC. UK Newspapers: Standard Newspaper, News of the World, The Sun, The Times.

Australian Newspapers: The Telegraph , Gold Coast Bulletin, Herald Sun, Independent, Sunday Mail. US newspapers: New York Post. Publishers: Harper Collins Ragan, Zondervan, National Geographical.

Nursery World, Rawkus, NDS, Mushroom Records, ChinaByte.com, Festival Records).

Nokia, Revlon (New World Entertainment, Forbes), Sara Lee (Hanes, Playtex, Champion, Leggs, Douwe Egberts, Bryan, DIM, Ambi Pur, Bali, Superior Coffee, Just My Size, Kiwi, Maison Cafe, Nur die, Pilao, Lovable, Outer Banks, Wonderbra, Sanex, Pickwick, Gossard, Body Mist, Brylcreem, Aqua Velva, Radox), Siemens, Selfridges, Starbucks (Seattle Coffee, Pasqua, Hear Music, Tazo), Timberland.(kun/ted)

beritajatim.com

Hamas: Israel Lakukan Holocaust


Politik
11/01/2009

Damaskus - Pemimpin Hamas Khaled Meshaal menyatakan serangan Israel ke Gaza sebagai sebuah holocaust karena darah anak-anak Palestina ditumpahkan demi kepentingan pemilihan umum Israel bulan depan.

"Musuh telah gagal menciptakan holocaust riil di tanah Gaza," kata Meshaal, yang tinggal di pengasingannya di Suriah, dalam pernyataannya sebelum disiarkan di televisi Al Jazeera dan Al Arabiya, Sabtu (10/1).

Holocaust merupakan istilah untuk menyebut pembantaian orang-orang Yahudi oleh Nazi Jerman selama era Perang Dunia II. Sekitar 6 juta orang Yahudi menjadi korban keganasan pemimpin Nazi Adolf Hitler dalam peristiwa tersebut.

"Darah warga Palestina telah menjadi alat untuk memenangkan pemilu," ujarnya sambil menuding tokoh-tokoh politik Israel yang akan maju menghadapi pemilu 10 Februari.

Meshaal menegaskan kampanye militer Israel telah gagal. "Apa yang kalian capai melalui perang ini.... selain hanya membunuhi anak-anak yang tidak berdosa?" kata dia yang mempertanyakan model kepemimpinan Israel.

Ia menyatakan warga Jalur Gaza yang diserang, di mana serangan tentara Zionis Israel telah membunuhi lebih dari 850 rakyat termasuk 270 anak-anak tak bedosa sejak dilakukaukan 27 Desember, bahwa kemenangan sudah dekat.

"Perlawanan (melawan Israel) adalah benar... bersabarlah dan tabah. Kemenangan akan datang," kata pemimpin Hamas kepada 1,5 juta warga di teritori itu.[*/dil]

inilah.com

Jumat, 09 Januari 2009

Suara Terbanyak Tak Jamin Duduk di DPR

Politik
10/01/2009

Jakarta - Suara terbanyak yang ditetapkan MK bagi caleg yang ingin duduk di DPR, dinilai tak menjamin caleg tersebut dapat langsung duduk di DPR. Sebab, perolehan suaranya masih harus ditentukan dengan perolehan suara parpol.

"Jangan beranggapan sistem suara terbanyak adalah dengan mendapat suara terbanyak di dapil, seorang caleg langsung mendapat kursi legislatif," kata Ketua KPU Sumbar, Marzul Very di Padang, Jumat (9/1).

Dalam Pemilu 2009, menurut dia, meski menggunakan suara terbanyak, tetap masih menerapkan sistem proporsional daftar terbuka bukan suara terbanyak dengan sistem distrik murni. Karena suara terbanyak dengan sistem proporsional daftar terbuka juga ditentukan dari keseluruhan suara yang diperoleh parpol. Jadi masih harus melihat perolehan suara parpol yang mencalonkan caleg di suatu dapil.

Maka dengan sistem ini, lanjut dia, pembagian kursi didasarkan dari perolehan suara parpol dibanding bilangan pembagi pemilih (BPP) yang dibagi dengan jumlah kursi yang diperebutkan. Sehingga, caleg yang mendapatkan suara terbanyak di dapilnya belum menjamin ia akan duduk di DPR, jika jumlah suara yang diraih parpol tidak mencapai BPP.

Misalnya, Marzul mencontohkan, jika BPP di dapil Sumbar I setelah pembagian total suara sah dengan jumlah kursi diperebutkan adalah 30 ribu suara, maka parpol yang tidak mendapat total suara sebanyak BPP itu tidak meraih kursi.

Dalam penghitungan seperti itu, caleg yang memperoleh suara terbanyak di dapilnya tapi

total suara parpolnya tidak mencapai BPP, tidak dapat langsung duduk di DPR.

Dengan sistem seperti ini, tambah dia, caleg harus berjuang bersama parpolnya. Artinya, dengan suara terbanyak tidak lantas membuat caleg berjuang sendiri meraih suara dalam pemilu. Karena berapa pun suara yang diraih caleg tetap tidak berarti jika parpolnya gagal meraih BPP.[*/jib]

inilah.com

Hamas Juga Tolak Resolusi PBB

Politik
09/01/2009


Beirut – Menyusul Israel yang menolak resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata dalam perang dengan Israel di Jalur Gaza, Hamas juga melakukan hal serupa. Penguasa pemerintahan otoritas Palestina ini menyebut resolusi itu merugikan Palestina.


"Resolusi ini tidak sesuai dengan kepentingan terbaik rakyat Palestina. Resolusi ini tidak memperhitungkan aspirasi rakyat Palestina," kata Raafat Morra, seorang pejabat kelompok itu, di Beirut, Jumat (9/1).


Ia mengacu pada satu resolusi Dewan Keamanan PBB, yang disetujui Kamis (8/1) malam. Resolusi menyerukan gencatan senjata segera dalam konflik dua pekan antara Israel dan Hamas, di mana hampir 800 warga Palestina tewas.


Di Gaza, seorang pejabat senior Hamas mengatakan, kelompok itu tidak merasakan dirinya terkait dengan resolusi PBB. Resolusi itu disetujui 14 anggota dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Amerika Serikat abstain.


"Walau demikian kami adalah aktor-aktor utama di lapangan di Gaza. Kami tidak diajak berkonsultasi tentang resolusi ini. Mereka tidak mempertimbangkan visi kami dan kepentingan rakyat kami," kata pejabat penting Hamas Ayman Taha.


Sebagai akibatnya, lanjut Taha, Palestina tidak merasa terkait dengan resolusi ini. Pihak-pihak yang berbeda menerapkannya, sehingga mereka harus berurusan dengan yang bertanggungjawab di lapangan. [*/nuz]

www.inilah.com

Iklan Bukan Tumpuan Pendongkrak Popularitas


Jakarta: Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Arbi Sanit, mengatakan iklan politik tidak bisa dijadikan satu-satunya pendongkrak popularitas. "Kalau hanya iklan saja sia-sia," katanya di gedung Dewan Perwakilan Daerah, Jakarta, beberapa wakt lalu.

Dia menambahkan iklan di media untuk melengkapi pembangunan pencitraan dan pembangunan kepemimpinan. "Hanya sebagai pelengkap," ucapnya. Menurut Arbi, iklan bisa efektif jika partai atau tokoh yang beriklan itu memiliki modal atau pendukung di lapangan.

"Harus punya akar," katanya. Dia mencontohkan kegagalan iklan dari Rizal Malarangeng yang akhirnya mengundurkan diri dari bursa calon presiden. Begitu juga iklan Partai Keadilan Sejahtera yang belum tentu efektif dengan kontroversialnya.

Jika tanpa dukungan rakyat, kata dia, bisa disebut main kotor. "Politik menjadi bisnis saja, seharusnya politik dibangun dari bawah," ucap dia lagi. Ketidakefektifan iklan, menurutnya, lantaran tak semua publik menonton televisi.

sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/11/21/brk,20081121-147316,id.html

Hidayat Nur Wahid Puji Perjuangan Soeharto dalam Khotbah Jumat


09 Januari 2009

Jakarta. Ada pemandangan berbeda dalam khotbah salat Jumat di Mesjid Al-Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan hari ini. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid yang menjadi khatib menyatakan jangan terkecoh dengan pemberitaan zionis Israel yang mengklaim melancarkan serangan miltier ke Gaza untuk mengantisipasi roket yang dilancarkan Hamas.

Namun ada yang lebih kontroversial lagi dalam pernyataan Hidayat. Dalam pernyataan khutbahnya dia menyatakan bahwa Presiden ke-2 Indonesia Soeharto adalah pahlawan nasional.

Pernyataan itu dikeluarkan Hidayat menguatkan pernyataan bahwa Hamas menyerang Israel dengan roketnya adalah akibat perjuangan mereka mempertahankan wilayahnya.

“Jangan terkecoh dengan klaim Israel bahwa mereka menyerang Gaza akibat Hamas yang menyerang lebih dulu. Kalau Anda begitu berarti Anda mengkhianati perjuangan pahlawan bangsa seperti Jenderal Sudirman, Bung Tomo, dan Bung Harto,” kata Hidayat dlam pesan khutbahnya, Jumat (9/1).

Sontak salah satu jemaah salat Jumat yang bernama Rizki kaget. Menurutnya tidak mungkin Hidayat keselo lidahnya. “Pernyataan Bung Harto itu pasti ada dalam naskah khutbah Jumat yang dibuat Hidayat,” kata Rizki.

Pernyataan Hidayat berhubungan dengan iklan Partai Keadilan Sosial (PKS) beberapa waktu lalu. Iklan yang sempat mengudara di berbagai stasiun televisi nasional itu menyebutkan bahwa Presiden Soeharto adalah guru bangsa. (Faisal Assegaf)

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2009/01/09/brk,20090109-154491,id.html

Krisis Gaza :Din Syamsuddin & Rhoma Irama Surati Obama


09/01/2009

Jakarta - 10 Orang perwakilan dari Masyarakat Madani Indonesia menyampaikan surat terbuka kepada Presiden AS terpilih Barack Obama. Di antara mereka tampak Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, raja dangdut Rhoma Irama, dan Cici Tegal.

"Kami dari Masyarakat Madani Indonesia menyampaikan surat terbuka kepada presiden terpilih Barack Obama," ujar Din usai memberikan surat kepada Dubes AS di Kedubes AS, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/1/2009).

Dalam surat tersebut, lanjut Din, intinya agar Presiden Obama berbicara dan negara AS bersungguh-sungguh untuk mendorong perdamaian dan menegakkan keadilan untuk Palestina.

"Karena apa yang terjadi di Palestina dan Timur Tengah akan merusak perdamaian dunia. Oleh karena itu hal ini harus dapat direspon," katanya.

10 perwakilan langsung diterima oleh Dubes AS Cameron Hume. Pihak Kedubes pun akan segera menyampaikan surat tersebut ke Washinton DC.

"Semoga pernyataan sikap kami dapat direspon nantinya," imbuhnya.(gus/iy)

detik.com

JK-Din Diskusi Bahas Palestina


09/01/2009

Jakarta - Tragedi di Palestina menyedot perhatian semua pihak. Tidak terkecuali Wapres Jusuf Kalla (JK) dan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Mereka bertemu dan berdiskusi selama 1 jam.

"Kami membicarakan soal Palestina, juga soal undangan menghadiri acara Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia," kata JK di kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/1/2009).

Din dan 30 orang lainnya, bertemu JK setelah menyambangi kantor Kedubes AS. Kemduian rombongan Din bertandang ke kantor Wapres. Pertemuan pun digelar dengan JK selama 1 jam dan selesai pukul 12.00 WIB.

Mereka kemudian salat Jumat bersama di masjid yang ada di kompleks wapres. Setelah itu, Din beserta rombongan berpamitan pulang.

Ketika ditanya apakah dalam pertemuan itu JK dan Din membicarakan soal Pilpres dan koalisi? "Ooo tidak berbicara soal itu," ucapnya sambil tertawa.(ndr/iy)

Detik.com

Dana Kampanye Caleg Juga Akan Diaudit


09/01/2009

Jakarta
- Selain dana kampanye parpol, KPU juga akan mengaudit dana kampaye calon anggota legislatif (caleg). Para caleg harus melaporkan dana pemasukan dan pengeluaran yang mereka gunakan.

"Caleg harus melaporkan pemasukan dan pengeluaran yang mereka terima di parpol masing-masing, karena caleg merupakan bagian dari partai," kata Ketua KPU Hafiz Anshary di Kantor KPU, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2009).

Hal ini juga diungkapkan Hafiz seusai mengadakan pertemuan dengan perwakilan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

KPU bersama IAI sepakat membentuk tim teknis untuk menyusun program audit dana kampanye dan sosialisasinya.

"Mudah-mudahan pada 15 Januari tim teknis sudah terbentuk," katanya.

Sementara itu, perwakilan IAI Dwi Setiawan mengharapkan setiap parpol membuat laporan dari DPC hingga DPP. Selain sumbangan uang, sumbangan barang pun akan diaudit.

"Kalau barang nilainya akan disesuaikan dengan harga pasarnya," katanya.(nal/iy)

detik.com

SOSOK SANUSI RAMADHAN : Membangun Bangsa dengan Kekuatan Anak Muda


Sanusi Ramadhan, S.Sos., M.Si , lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 7 September 1978. Berasal dari keluarga yang sederhana, karena tekadnya yang tinggi untuk menempuh pendidikan akhirnya ”Uchy” panggilan akrab pria yang baru menikah tiga bulan yang lalu dengan Murniathy Akbar,A.Ma (2008), akhirnya mampu menyelesaikan program Magisternya. Menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri Tauladan Kalukuang di Makassar (1988).


Kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMP Negeri 4 Makassar (1991) dan di SMK/SMEA Muhammadiyah Bontoala di Makassar (1995). Menyelesaikan S-1 (S.Sos) Jurusan Ilmu Administras Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) di Makassar (2003), dan Pascasarjana (S-2) Magister Sains (M.Si) Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) di Jakarta (2007).

SMART, supel dan mudah diajak berkomunikasi, adalah bagian ciri caleg muda ini, ia salah seorang calon anggota DPR RI dari Partai Matahari Bangsa (PMB) daerah pemilihan Sulawesi Selatan 1 No.Urut 1. Tak sekadar komunikatif, wawasannya tentang berbagai aspek kemasyarakatan yang melilit bangsa dan daerah ini cukup luas termasuk wawasannya menyangkut dunia pelajar dan remaja.


Kehadiran PMB lahir dengan berbagai argument keprihatinan yang berdimensi kebangsaan. Diantaranya adalah realitas arah pembangunan politik yang tidak jelas yang berimbas secara negatif pada berbagai aspek kehidupan dan diperparah lagi praktek-praktek kejahatan sosial dan ekonomi seperti korupsi, illegal logging, money laundry dll.


Carut-marutnya politik kepartaian yang belum mampu memainkan peranan dengan baik dalam melakukan agregasi, artikulasi dan advokasi public terhadap masyarakat banyak dan tentunya problem demokratisasi yang masih berkisaran pada bingkai procedural dan berbau formalistik.


Aspek pendidikan adalah hal yang menjadi prioritas bagi aktifis sekaligus pendiri partai matahari bangsa ini. Baginya pendidikan merupakan pondasi bangunan bangsa yang penting. Sehingga tidak ada alasan bagi generasi muda untuk tidak mendapatkan pendidikan.


Menurutnya anak muda adalah pemimpin masa kini sehingga sepatutnya siapapun yang merasa bagian anak bangsa untuk memperjuangkan aspirasi generasi muda dalam parlemen. Diantaranya adalah penyediaan kesempatan yang luas untuk mendapatkan pendidikan baik dengan penyediaan beasiswa ataupun pemberian keterampilan praktis kata penggagas dan pendiri parlemen remaja Indonesia ini.


Menurutnya, ukuran kuantitas kerap kali dijadikan dasar untuk menilai keberhasilan pendidikan. Tapi lanjutnya lagi, ukuran itu tak jarang juga menipu.“Tiap tahun jumlah lulusan sekolah kita terus menunjukkan peningkatan.


Tapi apakah itu memecahkan masalah pengangguran, kemiskinan, dll. Kita lupa tentang kualitas pendidikan itu. Kita tidak banyak menyentuh bagaimana guru-guru mengajar, bagaimana anak-anak dipersiapkan menghadapi pelajaran, bagaimana kurikulum yang bersesuaian dengan kebutuhan, dll,” sebutnya.


Selain masalah pendidikan, pendiri lembaga SOPAN (Solidaritas pelajar anti narkoba Makassar) dan yayasan Pattingalloang muda institute ini, konsen dalam masalah-masalah dunia pelajar dan remaja. Tak pelak sejak SMP sampai mahasiswa memimpin organisasi keremajaan/pelajar sampa tingkat pusat. Membuatnya memiliki perhatian khusus dalam masalah ini. Baginya dunia remaja dan pelajar adalah dunia yang harusnya difahami secara arif bukan malah memberi striotip yang jelek.


Pemberian sarana dan kesempatan yang luas dalam melakukan kreatifitas dan mengakses informasi merupakan kebutuhan yang harus dimilikinya bahkan kedepan perlu adanya undang-undang perlindungan pelajar bahkan pembangunan perumahan bagi pasangan muda yang memiliki akses informasi dan kreatifitas menjadi bagian dari perjuangan caleg no.1 PMB ini. (san)

Kamis, 08 Januari 2009

Rizal Ramli Jadi ‘Kambing Hitam

Politik
09/01/2009


Jakarta - Penetapan Rizal Ramli sebagai tersangka kasus demo rusuh BBM dinilai sebagai kembalinya cara-cara Orde Baru menjegal rival politiknya. Tindakan itu sebagai cermin ketakutan terhadap Rizal Ramli sekaligus menjadi bumerang bagi SBY.

Presiden SBY dan Kapolri menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dan disorot oleh para tokoh maupun elit politik nasional akibat keganjilan kasus ini.


Para tokoh civil society mengingatkan bahwa penetapan Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli (RR) sebagai tersangka mengesankan upaya kepolisian dan SBY untuk menjegal pencalonannya sebagai capres.


Sosiolog Arief Budiman, Advokat Adnan Buyung Nasution, mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid dan mantan Ketua PP Muhammadiyah M Amien Rais dalam berbagai diskusi menyebutkan, cara-cara Orde Baru sudah tidak relevan dipakai oleh pemerintahan SBY era reformasi ini.


Penetapan tersangka Rizal Ramli oleh pihak kepolisian saat ini, dicurigai didasari pada tekanan politik. Alhasil, Adnan Buyung meminta agar Rizal terus melawan kedzaliman yang kini dihadapinya.


Demikian halnya Amien Rais, yang melihat pemerintahan SBY panik menghadapi gerak maju Rizal Ramli yang mengambil sikap oposisi. Sementara fakta hukum dalam persidangan, menunjukkan kejujuran dan keterbukaan Rizal sudah dilakukan di pengadilan. Namun justru dari persidangan itu, dia dijadikan tersangka.


“Ini suatu anomali hukum dan politik,” kata Bram Zakir, demonstran mahasiswa UI di 1997-1998 yang dipenjara Orde Baru. Pendapat senada juga diungkapkan Hariman Siregar, tokoh Malari. “Fakta hukum yang ada, RR tidak terlibat. Semua orang tahu itu. Jadi, tindakan polisi itu sangat politis,” tegas Hariman.


Adnan Buyung Nasution dan Amien Rais pernah mengingatkan, jika RR dijadikan sasaran tembakan ‘politik’, maka citra SBY maupun Kapolri bakal rusak dan ini merugikan kepercayaan publik kepada mereka.


“Rizal bukan ‘harimau politik’ yang pantas untuk dikorbankan oleh SBY. Jika dia dijadikan tersangka, pemerintah justru keliru,” kata Amien saat menerima silaturahmi Rizal Ramli, baru-baru ini.


Karenanya, tegas aktivis M Fadjroel Rachman, Rizal Rami sebagai capres yang diusung oleh Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (P3I) diminta untuk melakukan perlawanan politik.


Sebelumnya, KBI sudah mengantisipasi bahwa Rizal Ramli bakal dijadikan SBY dan kepolisian sebagai tersangka. Karena dalam proses pencalonan presiden, akan ada perdebatan ekonomi sebagai sesama capres. Disinyalir SBY sangat takut dan segan jika berhadapan dengan RR.


“Banyak pihak melihat SBY takut melawan Rizal Ramli dalam debat publik sebagai sesama capres. Sehingga cara paling mudah untuk mematahkan dan menjatuhkannya adalah dengan menjadikan dia tersangka," kata Adhie Massardi dari KBI.


Dengan status Rizal Ramil sebagai tersangka oleh Mabes Polri dalam kasus kerusuhan demo penolakan kenaikan harga BBM, sesuai peraturan ia tak boleh maju sebagai capres.


Adhie Massardi mengingatkan banyaknya respon para cendekiawan dan tokoh civil society yang telah memperingatkan Presiden SBY dan Kapolri agar bekerja secara bijak dan hati-hati dalam menanggapi kasus Rizal Ramli.


Jika cara-cara Orde Baru dipakai lagi dalam memproses hukum Rizal Ramli, rasa sakit hati masyarakat dan resistensi mahasiswa terhadap SBY maupun kepolisian akan meninggi.


Menjelang pemilu ini, kasus RR ini sangat merugikan citra SBY sendiri, dan justru menguntungkan rival-rival politik SBY karena hampir pasti terjadi gelombang demo-protes mahasiswa di berbagai kota. Perlawanan mahasiswa terhadap SBY bisa menggerus elektabilitasnya, meski popularitasnya masih bagus.


“Gerakan mahasiswa yang memprotes SBY akan dilihat rakyat sebagai suara moral. SBY bisa saja menjegal RR agar tak jadi capres, namun hukum karma sangat mungkin terjadi kepada SBY kelak,” kata Tisnaya Kartakusuma, advokat lulusan Sorbonne yang juga putera Letjen TNI purn Kartakusuma (mantan Sekjen Wanhankamnas).


Karena itu, saran Fadjroel Rachman, mantan Menko Perekonomian era Gus Dur ini harus melakukan perlawan politik. Bentuknya adalah dengan menolak pemanggilan kepolisian, baik itu pertama, kedua dan ketiga. Bahkan sampai dipanggil paksa. Dengan begitu, Rizal dapat membalikkan keadaan bahwa dia adalah korban dari ‘kambing hitam’ SBY. [E1]


inilah.com

Din: JK Mr Action, Pas Jadi Capres


Politik
09/01/2009

Jakarta - Mr Action. Gelar itu diberikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin untuk Wapres Jusuf Kalla. Banyak pekerjaan dan persoalan yang diselesaikan dengan cepat oleh JK. Itu sebabnya Ketua Umum Partai Golkar tersebut pas menjadi capres.

"Saya memberikan dukungan moril agar Pak JK maju menjadi capres. Sebab memang kenyataannya begitu. Dialah yang bekerja. Mr Action yang tanggap dan cepat menyelesaikan banyak hal," kata Din.

Hal tersebut disampaikan Din sebelum salat Jumat bersama JK di Masjid Baiturrahman, Kompleks Istana Wapres, Jakarta, Jumat (9/1). Din sedang berjalan bersama JK dan Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan menuju masjid.

"Selain karena Partai Golkar memang partai besar, Pak JK juga sudah menjadi wapres. Posisinya itu sangat strategis. Soal kinerja Pak JK, semua orang sudah tahu. Pak JK itu pekerja keras dan cepat menyelesaikan persoalan," puji Din.

"Jangan, jangan. Kita harus ikhlas bekerja," sahut JK sambil tertawa kecil. [sss]

Yuddy-Slank Raih Reform Award


Politik

08/01/2009


Jakarta - Politisi Golkar Yuddy Chrisnandi dan grup musik Slank meraih penghargaan Reform Award dari BEM Sejabotabek karena dipandang memiliki kontribusi dalam mendobrak tradisi yang monoton bangsa Indonesia.


Dalam acara penghargan yang diberikan di Jakarta Media Center, Kamis (8/1), Yuddy yang kini aktif berkampanye sebagai capres alternatif dinilai berani menampilkan sosok kepemimpinan kaum muda meski harus bertentangan dengan Partai Golkar.


Sedangkan Slank dianggap sebagai satu-satunya seniman yang peduli dalam menyosialisasikan pemberantasan korupsi di Indonesia.


Penghargaan juga diberikan kepada mantan anggota FPDIP Agus Condro yang dinilai berani melaporkan diri sendiri karena menerima uang Rp 500 juta saat pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom. Keberanian Agus itu dianggap sebagai sesuatu yang langka.


Berikutnya, Desi Firdianti, mantan sekretaris anggota DPR Max Moein yang berani mengungkapkan perilaku pelecehan seksual bosnya.


Selanjutnya Ferry Juliantono, karena berjuang melawan kebijakan pemerintah menolak kenaikan harga BBM. Tokoh terakhir adalah Rafendi Djamin, aktivis pembela HAM yang konsisten memperjuangkan penegakan kasus HAM.[dil]


inilah.com

Selasa, 06 Januari 2009

Jeblok di Survei, PKS Meradang


07/01/2009


Jakarta - Hasil survei politik mutakhir sejumlah lembaga kajian yang menempatkan PKS di posisi jauh di bawah partai lainnya, membuat partai Islam itu meradang. Selain meragukan keabsahan metodologi survei, PKS juga menganggap hasilnya sekadar tolok ukur parpol.

"Survei internal itu hanya tolok ukur saja bagi parpol. Jadi salah jika dikatakan itu sebagai pemanis wajah," ujar Kepala Humas PKS Maburi kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (7/1).


Menurut dia, survei internal itu hanya untuk melihat sejauh mana kinerja PKS selama ini. Program apa saja yang sudah dikerjakan PKS sehingga memberikan hasil terhadap konstituen dan partainya.


"Makanya, survei internal tidak mesti dipublikasi kepada publik, tapi bagi konstituen parpol," ucapnya.


Dengan adanya survei internal itu, lanjutnya, bukan berarti PKS menutup diri terhadap hasil dari lembaga survei lain.


Bahkan PKS menjadikan hasil survei eksternal sebagai pembanding. Sehingga dari situ dapat terlihat apakah sudah memiliki presisi atau belum.


"Misalnya lembaga survei menempatkan PKS di urutan keempat dengan sekian persen. Secara internal sama seperti itu. Artinya secara metodologi sama. Namun yang membedakan adalah sampelnya," papar Mabruri.


Meski begitu, tambahnya, survei internal juga mengandung bias. Sebab, survei internal dilakukan oleh orang-orang yang berada dalam struktur parpol. Tidak dari luar alias independen. "Sehingga potensi bias terbuka lebar," cetusnya. [jib]


inilah.com

Din : Serukan Pembaharuan

PONOROGO - KETUA UMUM PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsuddin, dalam lawatan dua hari ke Banjarmasin dan Ponorogo menegaskan, warga Muhammadiyah ada baiknya melakukan pembaharuan-pembaharuan di berbagai amal usaha pada organisasi yang kini menjelang satu abad ini.

Berbicara di depan sekitar 10.000 massa yang berkumpul di Padepokan Reyog Ponorogo, Minggu (4/1) pagi, Din mengingatkan akan pentingnya mengelola amal usaha di dalam organisasi yang didirikan KH. Ahmad Dahlan tersebut.


Lebih dari itu, warga Muhammadiyah juga diajak untuk melakukan Pembaharuan-pembaharuan di berbagai sisi guna membesarkan Muhammadiyah yang kini sudah menyebar ke segala penjuru tanah air, bahkan sudah memiliki cabang di berbagai negara. Din mengaku bangga, karena seorang pengamat organisasi dari luar negeri, mengatakan kepada dirinya bahwa sekarang Muhammadiyah merupakan organisasi massa yang perkembangannya paling cepat di Indonesia.


Maka dari itu, guna melanggengkan kebesaran Muhammadiyah, pembaharuan harus dilakukan setiap waktu. Din Syamsuddin juga memberikan alasan soal ajakan melakukan pembaharuan kepada segenap warga Muhammadiyah. Menurutnya, pembaharuan dilakukan terhadap amal usaha Muhammadiyah agar manfaatnya bisa dirasakan seluruh umat manusia di Indonesia.


"Muhammadiyah harus sukses di setiap wilayah. Harus sukses di setiap daerah. Apabila masih ada pengangguran, apabila masih ada kemiskinan, apabila masih ada buta aksara dan keterbelakangan, maka saya menganggap Muhammadiyah belum seluruhnya berhasil. Pembaharuan di bidang-biang itu harus dilakukan," ujar din disambut tepuk tangan massa yang datang dengan berbagai kendaraan pribadi itu.[Mul]


muhammadiyah.or.id

Din : Serangan Israel, Kebiadaban Yang Nyata

Jakarta- Serangan tentara Israel ke jalur Gaza yang menimbulkan 300an korban jiwa, merupakan suatu kezaliman dan kebiadaban nyata, serta tidak dapat dibenarkan atas dalih apapun.

Demikian disampaikan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, melalui pesan singkat pada redaksi, Senin (29/12/2008). Serangan ke jalur Gaza yang dilakukan mulai hari sabtu lusa kemarin, menurut Din, harus diambil tindakan yang tegas, seperti memberikan sanksi yang berat, dan bukan desakan penghentian serangan. “PBB harus mengambil tindakan tegas, dengan memberikan sanksi berat kepada Israel sebagai pelaku tindak kejahatan manusia.


PBB tidak cukup mendesak penghentian tindakan militer brutal tersebut, karena sikap lunak PBB selain tidak akan digubris Israel juga tidak akan membuatnya jera,” tegasnya. Negara-negara Islam, termasuk Negara lain yang cinta perdamaian, menurut Din, harus menyatu untuk mengambil langkah-langkah yang efektif, agar Israel menghentikan serangan tanpa syarat apapun.



Lebih lanjut menurut Din, pemerintah perlu berperan aktif dalam kasus ini, sehingga, selain mengutuk serangan, pemerintah RI harus mengambil langkah nyata dengan memprakarsai resolusi sanksi bagi Israel. “Kita mendukung sikap pemerintah RI yang mengutuk serangan tersebut, namun mendorong RI untuk memprakarsai resolusi sanksi atas Israel, khususnya melalui Dewan Keamanan PBB,” ungkapnya. (mac)

Siapapun Boleh Gunakan Foto Din


Citizen Journalism

Siapapun Boleh Gunakan Foto Din

Din Syamsuddin tidak keberatan fotonya digunakan oleh berbagai pihak untuk kegiatan kampanye, baik legislatif maupun kampanye partai politik di berbagai pelosok di Indonesia.


Fenomena pemasangan foto dirinya dalam promosi pilkada, kampanye legislatif dan kampanye partai politik, kata Din di hadapan pengurus dan jamaah Muhammadiyah pada peringatan milad Muhammadiyah ke 99 di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Kalimantan Selatan Sabtu (3/1).


Semula dirinya merasa keberatan karena tanpa izin terlebih dulu. Namun, karena dari ke hari pemanfaatan foto ini semakin banyak, akhirnya Din mengizinkan siapapun untuk memakai foto dirinya untuk keperluan kampanye.


"Soal foto ini, saya melihat banyak dipampang di pinggir-pinggir jalan, di spanduk-spanduk, semula saya keberatan. Tetapi karena tidak bisa dihalangi lagi, akhirnya ya sudah, pakai saja semua foto saya,” ungkap Din yang disambut gerrr lebih dari seribu jamaah Muhammadiyah.


Din kemudian menyebutkan beberapa pihak yang telah memanfaatkan foto dirinya untuk kepentingan kampanye antara lain dari PMB (Partai Matahari Bangsa), PAN (Partai Amanah Nasional) dan juga PKS (Partai Keadilan Sejahtera).


“Kemarin selain dari PMB, juga kawan-kawan dari PAN mendatangi saya dan bertanya, bolehkah Pak Din, foto Anda saya pakai untuk kampanye. Ada juga dari salah satu calon anggota DPD dari PKS yang pernah aktif di Pemuda Muhammadiyah, tahu-tahu foto-foto pertemuan dengan saya dipasang di stiker-stiker. Juga calon legislatif dari berbagai parpol, juga melakukan hal yang sama. Untuk itu, saya mengizinkan penggunaan foto-foto tersebut, asal tidak mencantumkan jabatan saya sebagai Ketua Umum PP,” katanya.


Dalam lawatan dua hari ke Banjarmasin dan Ponorogo menegaskan, warga Muhammadiyah ada baiknya melakukan pembaharuan-pembaharuan di berbagai amal usaha yang pada organisasi yang kini sudah hampir berusia satu abad itu.


Berbicara di depan sekitar 10.000an massa yang berkumpul di Padepokan Reyog Ponorogo, Minggu (4/1) pagi, Din mengingatkan akan pentingnya mengelola amal usaha di dalam organisasi yang didirikan KH. Ahmad Dahlan tersebut.


Lebih dari itu, warga Muhammadiyah juga diajak untuk melakukan Pembaharuan-pembaharuan di berbagai sisi guna membesarkan Muhammadiyah yang kini sudah menyebar ke segala penjuru tanah air, bahkan sudah memiliki cabang di berbagai negara. Din mengaku bangga, karena seorang pengamat organisasi dari luar negeri, mengatakan kepada dirinya bahwa sekarang Muhammadiyah merupakan organisasi massa yang perkembangannya paling cepat di Indonesia.


Karena itu, guna melanggengkan kebesaran Muhammadiyah, pembaharuan harus dilakukan setiap waktu. Din Syamsuddin juga memberikan alasan soal ajakan melakukan pembaharuan kepada segenap warga Muhammadiyah.


Menurutnya, pembaharuan dilakukan terhadap amal usaha Muhammadiyah agar manfaatnya bisa dirasakan seluruh umat manusia di Indonesia.


"Muhammadiyah harus sukses di setiap wilayah. Harus sukses di setiap daerah. Apabila masih ada pengangguran, apabila masih ada kemiskinan, apabila masih ada buta aksara dan keterbelakangan, maka saya menganggap Muhammadiyah belum seluruhnya berhasil. Pembaharuan di bidang-biang itu harus dilakukan," ujar Din, disambut tepuk tangan massa.


Din juga mengingatkan, bahwa hidup di Muhammadiyah, bukan untuk mencari nafkah, karena meskipun memiliki 35 juta pengikut, Muhammadiyah bukanlah perusahaan bisnis, melainkan organisasi dakwah.


"Pesan KH Ahmad Dahlan, kita tidak boleh mencari kehidupan di Muhammadiyah, tetapi kita diharuskan menghidupi Muhammadiyah. Untuk itu, saya mengajak kepada segenap warga Muhammadiyah untuk melakukan


tahadduts bin-ni'mah (mensyukuri nikmat), bersyukur karena pada usianya yang sudah hampir seabad sejak didirikan KH Ahmad Dahlan tahun 1912 silam, Muhammadiyah tetap eksis dan banyak berkiprah di kancah nasional maupun internasiona," tambah Din.


Din menjelaskan, tidak banyak organisasi Islam yang hadir di awal abad 20 yang mampu bertahan dalam menghadapi global sejarah maupun bertahan dalam menghadapi tantangan zaman. Tetapi Muhammadiyah terbukti tetap eksis, semakin berkiprah, dan sekarang ini Muhamadiyah semakin tersebar, menjadi satu-satunya organisasi masyarakat yang paling luas persebarannya di Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.


"Tidak banyak yang tahu, di Papua sana, Muhammadiyah sangat eksis, dan bahkan memiliki lebih dari 80 amal usaha. Saya bangga dan senang saat membuka sebuah acara di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah di Papua beberapa waktu lalu. Di antara yang membanggakan di sana, adalah adanya dua perguruan tinggi, Stikom(Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Komputer), dan Universitas Muhammadiyah di Sorong.


Edy Kuscahyanto edykus@cbn.net.id