Sabtu, 21 April 2012

Penasaranku Pada Martina “Kartini” Modern

Oleh Pusawi Adijaya (Kompasianer) Menjelang tanggal 21 April, banyak kegiatan yang beraroma perempuan. Seperti Pelatihan Gender, Emansipasi Perempuan, dan diskusi mengenai Perempuan jadi Pemimpin. Di Kompasiana pun banyak tulisan teman-teman mengaenai Perempuan, seperti “Perempuan dalam Cahaya” oleh Goretti Ati, “Puisi Buat Emak … “ oleh Bain Saptaman, “Kartini Tanpa Kebaya” oleh Yasmin Nadhira, “Kartini (Era Internet), Emansipasi yang Keterlaluan!” oleh Bowo Bagus, “ Kartini - Kartini Dunia Maya … Ternyata Nyata” oleh Marla_Lasappe, dan yang lainnya. Kegiatan dan tulisan-tulisan yang beraroma perempuan tersebut, mengingatkan saya pada sebuah nama yang hampir setiap malam terdengar dari balik bilik. Orang yang punya nama itu, katanya seperti RA. KARTINI, cantik, ramah, pernah terpilih di subuah pemilihan even minat dan bakat, bekerja di tempat yang banyak uang, tidak mengenal cepek, tabah saat ditinggal ayahnya, dan kadang marah juga. Ini membuat saya penasaran. Benarkah itu? Nama itu, Winda. Rasa penasaran itu seakan menyuruh saya untuk mengenal lebih dekat pada sosok Winda, namun bagaimana caranya. Bertanya pada suara di balik bilik itu, tidak mungkin. Khawatir antara pemilik suara di balik bilik dengan Winda punya hubungan hati dekat. Bisa-bisa saya dimarahi karena cemburu, mungkin. Dari balik bilik terdengar jua kata-kata “Liputan Winda dot com”, langsung saya mengetik di google, dengan tulisan liputanwinda.com. Muncul www.liputanwinda.com: “Memujimu Membuatku Berarti”, diklik, terlihat di monitor seperti gambar di bawah ini.
Gambar liputanwinda.com. Sumber : Screen pribadi Di dalamnya ada tulisan-tulisan yang tersembunyi, saya coba menelusuri dari atas sampai bawah dan membuka satu-persatu tulisan untuk mencari jawaban, siapa sebenarnya Winda itu. Ternyata Winda itu adalah seorang perempuan yang punya nama lengkap Dewi Martina Agustira yang lahir di Sumenep Madura pada tanggal 16 Agustus 1990 dari pasangan Ibu Romahniah dengan (Alm) Bapak Sumartono. Benar suara dari balik bilik itu, dulu Winda pernah terpilih salah satu Cebbhing (red. Bahasa Madura, sebutan nama anak perempuan) Sumenep, pada tahun 2006-2007. Sekarang kuliah di Pasca Sarjana STIE Mahardika Surabaya dan bekerja di Bank Centra Asia Cabang Sumenep. Ada beberapa hal yang perlu ditiru dari sosok seorang Winda, yaitu semangat kerja dan semangat kuliahnya. Semangat kuliahnya tidak mematikan semangat kerjanya, semangat kerjanya tidak mematikan semangat kuliahnya, justru keduanya dikolaborasikan saling memberi semangat. Semangat kerja karena cinta-cita kuliah, semangat kuliah karena cita-cita kerja. Winda sosok perempuan yang tangguh, harus bolak-balik dan balik bolak, hehehe, antara Sumenep-Surabaya. Semangatnya itulah yang membuat saya menyebut “Martina Kartini Modern”, karena semangat Winda hampir sama dengan Ibu Kartini Pendekar Bangsa itu. Semangat juang RA. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai upaya dari gerakan yang lebih luas. Sumber: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/21/penasaranku-pada-martina-kartini-modern/

Tidak ada komentar: