Minggu, 01 Februari 2009

Din Cocok dengan SBY atau JK

Analisa Politik

Yogyakarta - M Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer di Yogyakarta, mengatakan, Din Syamsuddin merupakan tokoh unik yang bisa masuk ke mana saja, dan dalam bursa Capres/Cawapres, bisa berpasangan dengan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) maupun JK (Jusuf Kalla).

Hal itu diungkapkan Qodari, saat ditanya wartawan seputar kemungkinan besar peluang Din Syamsuddin masuk sebagai calon alternatif untuk Pilpres 2009 mendatang, selain calon-calon yang sudah bermunculan lebih dahulu.

"Din itu tokoh unik. Selain tokoh yang banyak berkawan dengan ormas Islam, Din juga sukses menggalang kalangan berbagai agama/lintas agama. Oleh karena itu apabila Poros Tengah yang digagasnya itu terwujud, maka ia sangat berpeluang masuk menjadi kandidat RI-1 maupun RI-2," ujar Qodari.


Alasan besarnya peluang Din bisa bersaing dengan kandidat-kandidat lain, Qodari menegaskan bahwa Din akan berhasil menjadi calon alternatif yang bisa menyatukan partai-partai Islam yang dikombinasikan dengan ormas-ormas Islam.

"Tahun 2009 mendatang bisa jadi akan menjadi momentum penting bagi Din. SBY mungkin sudah tak bersama JK. Otomatis JK maupun SBY akan mencari pasangan di Pemilu Pilpres mendatang. Mereka belum tentu terus satu paket. Nah, disini posisi Din sangat penting. Bisa bergandeng dengan SBY menggantikan JK, atau malah bergandengan dengan JK," katanya.

Menyinggung kemungkinannya dengan Prabowo, Qodari menilai Din sangat cocok, karena memang memiliki keistimewaan tersendiri untuk bisa disandingkan dengan calon lain seperti Prabowo. Walau begitu Qodari mengingatkan, karena masih muda dan bukan berasal dari partai tertentu, Din Syamsuddin lebih cocok pada posisi RI-2.

"Untuk mencari pasangan Din masih sangat cair. Dulu di PDIP dia bikin Baitul Muslimin Indonesia (BMI), sehingga mengesankan Din bisa diterima warga PDIP. Bahkan dengan SBY pun beliau sudah sering berkomunikasi. Apalagi JK, Din sudah beberapa kali bertemu," ucap Qodari.

Sementara itu pada hari yang sama pada saat berbicara di depan ribuan peserta Apel Akbar anggota Kokam (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) di GOR (Gedung Olah Raga) Gelarsena Klaten, Din kembali menegaskan kalau dirinya akan mengemban amanat memimpin Muhammadiyah hingga Muktamar tahun depan.

Namun kalau Muhammadiyah mengizinkan dan mempercayakan dirinya memimpin rakyat Indonesia, maka Din hanya bisa mengucapkan 'sami'na waatha'na' saja. Ucapan Din itu langsung disambut oleh seluruh Kokam dan ribuan warga Muhammadiyah.

Edy Kuscahyanto, edykus@cbn.net.id
inilah.com

Tidak ada komentar: